TANGSELXPRESS – Gubernur Banten Andra Soni memperkuat sinergi dengan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Provinsi Banten untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan terhadap anak. Kolaborasi tersebut diarahkan agar penanganan kasus dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur.
Hal itu dibahas dalam pertemuan Andra Soni dengan jajaran Komnas PA Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Senin (26/10/2026).
Pertemuan tersebut turut membahas rencana pendampingan dan pemantauan kasus kekerasan terhadap anak, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Provinsi Banten, Komarudin, berharap Komnas PA dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat upaya perlindungan anak.
Menurutnya, pencegahan kekerasan terhadap anak tidak cukup hanya mengandalkan penanganan setelah kasus terjadi. Peran keluarga juga dinilai penting sebagai lingkungan pertama yang memberikan perlindungan kepada anak.
“Peran paling penting dalam persoalan ini berada di tingkat keluarga. Keluarga harus berfungsi sebagai institusi paling esensial dalam melindungi anak,” ujar Komarudin seusai pertemuan.
Pemantauan Kasus Kekerasan Anak Jadi Perhatian
Komarudin juga menyoroti pentingnya pemantauan kasus kekerasan terhadap anak secara real-time atau waktu nyata. Ketersediaan data yang akurat mengenai jumlah kejadian dan lokasi kasus dinilai diperlukan untuk membantu pemerintah menentukan langkah penanganan yang tepat.
Data tersebut juga dapat menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pencegahan, menentukan wilayah prioritas, serta mengoptimalkan pendampingan terhadap anak yang menjadi korban kekerasan.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah yang lebih proaktif dan preventif, sehingga upaya perlindungan anak tidak hanya berfokus pada penanganan setelah kejadian.
“Oleh karena itu, kami berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah proaktif dan preventif, bukan sekadar reaktif dalam menangani kasus kekerasan anak,” tambahnya.
Komnas PA Dorong Optimalisasi Program Banten Cerdas
Sementara itu, Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Banten, Hendry Gunawan, menyampaikan pandangannya mengenai temuan kasus kekerasan terhadap anak di wilayah Banten.
Ia juga mendorong Pemerintah Provinsi Banten untuk mengoptimalkan Program Banten Cerdas dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna menjamin pemenuhan hak-hak anak.
Menurut Hendry, akses pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam upaya melindungi dan meningkatkan kesejahteraan anak. Karena itu, program yang mendukung tersedianya fasilitas pendidikan gratis perlu terus diperkuat.
“Komnas PA mendorong berbagai program, salah satunya Banten Cerdas, guna memastikan anak-anak mendapatkan fasilitas sekolah gratis. Ini merupakan salah satu bentuk kehadiran negara dalam memberikan hak pendidikan bagi anak-anak,” tutur Hendry.
Sinergi antara Pemprov Banten dan Komnas PA diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, meningkatkan kualitas pendampingan korban, serta memastikan pemenuhan hak anak di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Upaya tersebut juga menegaskan pentingnya keterlibatan pemerintah, keluarga, lembaga perlindungan anak, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.







