TANGSELXPRESS – Halusinasi pada penderita diabetes mungkin terdengar tidak berkaitan langsung dengan kadar gula darah. Namun, kondisi tersebut dapat muncul ketika diabetes tidak terkontrol dan berkembang menjadi komplikasi serius.
Halusinasi merupakan kondisi ketika seseorang melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Pada penderita diabetes, kondisi ini dapat berkaitan dengan kadar gula darah yang sangat tinggi dan komplikasi yang disebut hyperosmolar hyperglycemic state (HHS).
Hubungan Gula Darah Tinggi dan Halusinasi
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah akibat gangguan produksi atau penggunaan insulin dalam tubuh.
Ketika kadar gula darah meningkat sangat tinggi, tubuh berusaha membuang kelebihan glukosa melalui urine. Akibatnya, penderita dapat lebih sering buang air kecil atau mengalami poliuria.
Kondisi tersebut kemudian dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan sehingga penderita mengalami dehidrasi.
Dehidrasi berat tidak hanya mengganggu keseimbangan cairan tubuh, tetapi juga dapat memengaruhi fungsi otak. Otak membutuhkan keseimbangan cairan dan elektrolit agar dapat bekerja dengan normal.
Ketika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan, volume darah dapat menurun sehingga aliran darah ke otak ikut terganggu. Kondisi tersebut dapat memengaruhi fungsi sel-sel otak dan memicu gejala seperti kebingungan, disorientasi hingga halusinasi.
Pada kondisi HHS, kadar gula darah dapat menjadi sangat tinggi dan menyebabkan dehidrasi berat serta perubahan kesadaran. Karena itu, munculnya halusinasi pada penderita diabetes perlu mendapat perhatian serius.
Bagaimana Halusinasi pada Penderita Diabetes Ditangani?
Halusinasi yang berkaitan dengan komplikasi diabetes bukan kondisi yang sebaiknya ditangani sendiri di rumah. Penanganan perlu dilakukan berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan kondisi pasien.
Dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan, termasuk mengukur kadar gula darah, memeriksa keseimbangan elektrolit, kondisi hidrasi, serta tanda-tanda vital pasien.
Beberapa penanganan yang dapat diberikan antara lain:
1. Pemberian Cairan Infus
Jika halusinasi berkaitan dengan dehidrasi berat akibat kadar gula darah yang sangat tinggi, dokter dapat memberikan cairan melalui infus.
Pemberian cairan bertujuan membantu mengembalikan volume cairan tubuh, memperbaiki sirkulasi darah, serta membantu mengatasi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit.
Penanganan dehidrasi penting karena kondisi yang berat dapat memengaruhi fungsi berbagai organ, termasuk ginjal dan jantung.
2. Terapi Insulin
Dokter juga dapat memberikan insulin untuk membantu menurunkan kadar gula darah yang terlalu tinggi.
Jenis dan dosis insulin disesuaikan dengan kondisi pasien. Secara umum, insulin dapat dibedakan berdasarkan kecepatan dan lama kerjanya, antara lain insulin kerja cepat (rapid-acting), insulin kerja pendek (short-acting), dan insulin kerja menengah (intermediate-acting).
Pemberian insulin pada kondisi gula darah sangat tinggi harus dilakukan berdasarkan penilaian dan pemantauan medis, karena penurunan kadar gula darah dan perubahan elektrolit perlu dikontrol secara hati-hati.
Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?
Halusinasi pada penderita diabetes tidak boleh dianggap sebagai gejala ringan, terutama jika muncul bersamaan dengan tanda perubahan kesadaran.
Segera mendapatkan pertolongan medis apabila halusinasi disertai kebingungan berat, penurunan kesadaran, kejang, kelemahan berat, atau kesulitan bernapas.
Kondisi tersebut dapat menandakan komplikasi diabetes yang membutuhkan penanganan segera.
Bagi penderita diabetes, menjaga kadar gula darah tetap terkontrol, mengikuti pengobatan yang diresepkan dokter, serta mencukupi kebutuhan cairan merupakan bagian penting dalam mencegah komplikasi.
Jika muncul perubahan perilaku, kebingungan, atau halusinasi yang tidak biasa, jangan menunda pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya.(Sumber: HelloSehat)







