ERUPSI Gunung Anak Krakatau membuat ribuan siswa di Jabodetabek, Banten, dan Lampung kembali menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai Senin, 7 September 2026. Kebijakan ini diambil demi melindungi kesehatan anak-anak dari paparan abu vulkanik.
Jakarta terapkan PJJ untuk Semua Jenjang, Pemprov DKI Jakarta melalui Surat Edaran Nomor 91/SE/2026 memberlakukan PJJ bagi seluruh sekolah, dari PAUD hingga SMA/SMK. Kepala Dinas Pendidikan DKI, Nahdiana, menegaskan proses belajar tetap berjalan meski dilakukan dari rumah. “Orang tua tidak perlu panik, karena proses pembelajaran tetap berjalan,” ujarnya. Kebijakan bersifat dinamis dan akan dievaluasi sesuai perkembangan sebaran abu.
Menyebar ke Daerah Lain
- Depok: PJJ diberlakukan dua hari (7-8 September) untuk PAUD-SMP, dengan evaluasi lanjutan.
- Banten & Lampung: Wilayah terdampak berat seperti Kabupaten Serang, Tanggamus, Bandar Lampung, dan Lampung Selatan turut menerapkan Belajar dari Rumah (BDR), mengacu pada indeks kualitas udara setempat.
Kenapa abu vulkanik berbahaya? Abu vulkanik terdiri atas partikel halus batuan dan mineral yang mudah terhirup, berisiko mengganggu pernapasan, mata, dan kulit—terutama pada anak-anak. Warga terdampak diimbau mengurangi aktivitas luar ruang, menutup pintu-jendela rapat, dan memakai masker N95 bila keluar rumah. Sejumlah bandara sekitar wilayah terdampak bahkan sempat ditutup sementara.
Bukan sekedar libur, PJJ kali ini bukan peliburan biasa, melainkan upaya menjaga hak belajar anak tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat lingkungan. Dinas pendidikan setempat terus berkoordinasi dengan pihak lingkungan hidup untuk memutuskan apakah kebijakan ini perlu diperpanjang.
Penulis:
Rizqya Shalshabilakanza
Mahasiswa Universitas Pamulang
Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan







