PERKEMBANGAN teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia bisnis, khususnya cara perusahaan dalam memasarkan produk dan menjangkau konsumen. Media sosial yang awalnya digunakan sebagai sarana komunikasi kini telah berkembang menjadi salah satu media pemasaran yang memiliki potensi besar, melalui berbagai platform digital, pelaku usaha dapat memperkenalkan produk, membangun hubungan dengan konsumen, serta mempengaruhi keputusan pembelian lebih luas.
Namun pemanfaatan media digital dalam kegiatan pemasaran tidak cukup hanya dengan mengunggah foro produk atau memberikan informasi singkat. Persaingan yang semakin ketat menuntut pelaku usaha untuk mampu menciptakan konten yang menarik dan menyampaikan pesan secara efektif agar dapat menarik perhatian audiens. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemasaran yang kreatif serta mampu berkomunikasi dengan baik untuk membedakan citra suatu merek dengan para pesaingnya.
Dalam konteks ini, digital marketing dan public speaking menjadi dua kemampuan yang dapat saling melengkapi. Digital marketing berperan dalam menentukan strategi pemasaran serta menjangkau audiens melalui media digital. Sedangkan public speaking membantu menyampaikan pesan secara jelas, menarik, dan menyakinkan. Perpaduan kedua kemampuan tersebut dapat menjadi strategi yang efektif untuk membangun kepercayaan konsumen, meningkatkan keterlibatan audiens, serta mendukung pencapaian tujuan pemasaran di era digital.
PEMBAHASAN
Pengertian Public Speaking
Public speaking merupakan keterampulan berbicara dihadapan khalayak untuk menyampaikan informasi, memberikan hiburan, serta mempengaruhi audiens. Meskipun sering dianggap sebagai aktivitas yang mudah dilakukan, namun sebenarnya public speaking membutuhkan persiapan, latihan, dan penguasaan teknik informasi yang tepat agar pesan yang disampaikan jelas dan efektif.
Pengertian public speaking menurut beberapa ahli:
Menurut Mustamu, R.H. (2012)
Public speaking merupakan kemampuan menyampaikan gagasan, pendapat, dan informasi dihadapan public secara jelas dan terstruktur. Keterampilan ini membutuhkan penguasaan teknik komunikasi yang baik agar pesan mudah dipahami, menarik, perhatian, dan mampu mempengaruhi audiens.
Menurut Dunar, H. (2015)
Public speaking merupakan kemampuan berbicara di hadapan public secara tepat agar pesan dapat dipahami dan tujuan komunikasi tercapat. Keterampilan ini mencakup penyampaian ide dan gagasan secara jelas sehingga informasi dapat diterima dengan baik oleh audiens.
Menurut Nikita, A. (2011)
Public speaking merupakan proses atau keterampilan berbicara dihadapan audiens untuk menyampaukan informasi, gagasan, maupun presentasi. Kemampuan ini dibutuhkan dalam berbagai situasi, seperti memperkenalkan diri, menyampaikan pendapat, dan mempresentasikan materi, sehingga tidak terbatas pada profesi pembicara publik saja.
Menurut Zarefsky (2011)
Public speaking merupakan proses komunikasi yang berlangsung secara berkelanjutan antara pembicara dan pendengar, dengan pesan yang disampaikan secara lisan maupun melalui komunikasi non-verbal. Proses ini bertujuan agar informasi dapat diterima dan dipahami oleh audiens.
Berdasarkan beberapa pengetian tersebut, dapat disimpulkan bahwa public speaking merupakan keterampilan komunikasi untuk menyampaikan ide, gagasan, pendapat, dan informasi kepada audiens secara jelas, terstruktur, dan efektif. Kemampuan ini membutuhkan persiapan, latihan, serta terknik komunikasi yang tepat agar pesan mudah dipahami, menarik perhatian, dan mampu, mempengaruhi audiens. Public speaking juga penting dalam berbagai bidang kehidupan termasuk Pendidikan, pekerjaan, dan digital marketing.
Pengertian Digital Marketing
Digital marketing dalam bahasa Indonesia adalah pemasaran digital. Digital marketing merupakan pemanfaatan teknologi digital dan perangkat yang terhubung dengan internet untuk mencapai sasaran pemasaran. Penerapannya dapat dilakukan melalui berbagai saluran digital, seperti media social, website, mesin pencari, dan platform online lainnya. Penggunaan teknologi tersebut membantu Perusahaan dalam menjangkau konsumen yang sesuai dengan target pasa, menyampaikan informasi produk, serta membangun interaksi dengan pelanggan secara lebih efektif.
Beberapa pengertian digital marketing menurut para ahli:
Menurut Ridwan Sanjaya dan JosuaTarigan (2009)
Digital marketing merupakan kegitaan pemasaran dan pembangunan merek yang memanfaatkan berbagai media digital, seperti blog, website, email, mesin pencari, dan media social. Penggunaan media tersebut memungkinkan Perusahaan untuk memperkenalkan produk atau jasa secara lebih luas kepada Masyarakat.
Menurut Kleindl dan Burrow (2005)
Digital marketing merupakan proses perencanaan dan pelaksanaan strategi pemasaran yang mencakup penentuan konsep produk, penetapan harga, kegitan promosi , hingga distribusi. Penerapan digital marketing tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga pada upaya membangun dan memelihara hubungan yang saling menguntungkan antara Perusahaan dan konsumen.
Menurut Heidrick dan Struggles (2009)
Digital marketing merupakan pemanfaatan perkembangan teknologi digital untuk mendukung kegiatan periklanan dan pemasaran. Strategi ini memungkinkan Perusahaan mempromosikan produk atau jasa melalui berbagai saluran digital tanpa harus selalu menggunakan pendekatan penjualan secara langsung.
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, digital marketing merupakan kegiatan pemasaran yang memanfaatkan teknologi dan media digital untuk mempromosikan produk, menjangkau konsumen, membangun hubungan dengan pelanggan, serta mencapai tujuan pemasaran secara efektif.
Peran Public Speaking dalam Strategi Digital Marketing
Public speaking memiliki peran penting dalam strategi pemasaran digital karena membantu komunikator menyampaikan informasi dan promosi kepada audiens secara terstruktur, komunikatif, dan persuasif. Dalam pemasaran digital, kemampuan ini tidak hanya digunakan saat berbicra secara langsung, tetapi juga melalui berbagai media seperti video pemasaran, live streaming, live shopping, podcast, webinar, dan ulasan produk. Melalui media tersebut Perusahaan dapat memperkenalkan produk, menjelaskan manfaat dan keunggulannya, serta membangun hubungan dengan calon konsumen.
Penerapan public speaking dalam pemasaran digital membutuhkan kemampuan menyampaikan pesan secara jelas, menarik, dan sesuai dengan target audiens. Penggunaan bahasa, intonasi, dan ekspresi yang tepat dapat membangun kepercayaan konsumen terhadap merek. Selain itu, interaksi melalui komentar, sesei tanya jawab, dan siaran langsung membantu konsumen memahami produk dengan lebih baik. Dengan demikian, public speaking menjadi bagian dari strategi komunikasi digital untuk menarik perhatian, membangun kepercayaan, dan mendorong keputusan pembelian.
Cara Mengintegrasikan Public Speaking dengan Digital Marketing
Integrasi public speaking dengan digital marketing dapat dilakukan melalui berbagai strategi komunikasi digital yang memanfaatkan kemampuan berbicara untuk menyampaikan pesan pemasaran secara menarik dan persuasif. Salah satu penerapannya adalah melalui pembuatan video promosi yang menjelaskan manfaat, keunggulan, dan cara penggunaan produk. Dalam menyampaikan informasi, komunikator perlu menggunakan bahasa yang mudah dipahami, intonasi yang sesuai, serta ekspresi yang mendukung agar audiens tertarik untuk menyimak konten tersebut.
Selain itu, public speaking dapat diterapkan melalui live streaming dan live shopping, yang memungkinkan penjual berkomunikasi secara langsung dengan calon konsumen. Melalui kegiatan ini, penjual dapat memperkenalkan produk, menjawab pertanyaan, memberikan demonstrasi, dan menjelaskan penawaran yang tersedia. Strategi lainnya adalah menggunakan storytelling, yaitu menyampaikan cerita yang berkaitan dengan produk, pengalaman pelanggan, atau proses terbentuknya suatu merek. Cerita yang relevan dapat membuat pesan pemasaran lebih menarik dan membantu membangun kedekatan emosional dengan audiens.
Integrasi tersebut juga dapat dilakukan melalui komunikasi interaktif di media sosial, seperti membalas komentar, membuat sesi tanya jawab, dan menanggapi masukan konsumen. Komunikasi yang responsif membantu perusahaan memahami kebutuhan audiens sekaligus membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan. Dengan demikian, penggabungan public speaking dan digital marketing perlu memperhatikan pemilihan media, cara penyampaian pesan, serta karakteristik target pasar agar kegiatan pemasaran dapat berjalan secara efektif.
Contoh Penerapan dalam Dunia Bisnis
Salah satu contoh penerapan public speaking dalam digital marketing dapat ditemukan pada bisnis produk kecantikan yang memasarkan produknya melalui Shopee atau TikTok. Penjual dapat membuat video promosi dengan menjelaskan fungsi produk, keunggulan, cara pemakaian, dan hal-hal yang perlu diketahui konsumen sebelum membeli. Dalam video tersebut, penjual perlu menyampaikan informasi secara jelas dan menarik agar calon pembeli memahami manfaat produk tanpa merasa hanya sedang ditawari barang.
Penerapan lainnya terlihat dalam kegiatan live shopping. Misalnya, penjual lip matte dapat menunjukkan warna produk, menjelaskan teksturnya, memperlihatkan hasil pemakaian, serta menjawab pertanyaan konsumen mengenai pilihan warna dan cara penggunaan. Kemampuan berbicara secara komunikatif membantu penjual memberikan penjelasan yang lebih meyakinkan. Penjual juga dapat menyampaikan promosi yang sedang berlangsung tanpa mengabaikan kejelasan informasi produk.
Selain melalui video dan siaran langsung, pelaku usaha dapat menerapkan storytelling dengan menceritakan alasan pemilihan bahan, proses pengembangan produk, atau pengalaman konsumen saat menggunakannya. Cerita tersebut dapat disampaikan melalui video pendek maupun konten media sosial. Jika dikombinasikan dengan visual yang menarik dan informasi yang relevan, pendekatan ini dapat meningkatkan perhatian audiens, membangun kepercayaan terhadap merek, dan mendorong konsumen mempertimbangkan pembelian. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kualitas produk, ketepatan informasi, harga, dan kebutuhan konsumen.
Tantangan dan Solusi
Penerapan public speaking dalam digital marketing memiliki sejumlah tantangan yang dapat memengaruhi efektivitas komunikasi pemasaran. Salah satunya adalah kurangnya rasa percaya diri ketika berbicara di depan kamera. Kondisi ini dapat membuat penyampaian pesan menjadi kaku, terbata-bata, atau kurang meyakinkan. Untuk mengatasinya, komunikator dapat berlatih secara rutin, membuat catatan berisi poin-poin utama, dan melakukan rekaman percobaan sebelum konten dipublikasikan. Dengan latihan yang konsisten, kemampuan berbicara dapat berkembang dan penyampaian pesan menjadi lebih alami.
Tantangan berikutnya adalah kesulitan menyampaikan pesan yang menarik di tengah banyaknya konten digital. Audiens cenderung menemukan berbagai informasi dalam waktu singkat sehingga komunikator perlu menyampaikan inti pesan sejak awal. Solusinya adalah menggunakan pembukaan yang menarik, memilih bahasa yang sederhana, serta menyusun informasi secara terarah. Penjelasan mengenai manfaat dan keunggulan produk juga sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan target pasar agar konten terasa relevan dan tidak sekadar berisi promosi.
Selain itu, membangun interaksi dengan audiens juga menjadi tantangan tersendiri. Konten yang hanya berisi penjelasan satu arah dapat membuat audiens kurang tertarik untuk berpartisipasi. Oleh karena itu, komunikator perlu mendorong keterlibatan melalui pertanyaan, jajak pendapat, sesi tanya jawab, serta respons terhadap komentar dan masukan konsumen. Setiap pertanyaan sebaiknya dijawab dengan jelas, sopan, dan sesuai fakta agar kepercayaan audiens tetap terjaga.
Tantangan lainnya adalah menjaga kredibilitas dalam menyampaikan informasi produk. Penyampaian yang terlalu berlebihan atau klaim yang tidak sesuai kenyataan dapat menurunkan kepercayaan konsumen. Untuk menghindarinya, pelaku usaha perlu memastikan informasi yang disampaikan akurat, memberikan penjelasan secara transparan, dan tidak menjanjikan manfaat yang belum terbukti. Dengan mengatasi berbagai tantangan tersebut, public speaking dapat digunakan secara lebih optimal untuk mendukung strategi digital marketing, memperkuat hubungan dengan konsumen, dan meningkatkan kualitas komunikasi pemasaran.
KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa public speaking dan digital marketing merupakan dua hal yang saling melengkapi dalam mendukung keberhasilan pemasaran di era digital. Public speaking membantu pelaku usaha menyampaikan informasi produk secara jelas, menarik, dan meyakinkan melalui berbagai platform digital. Penerapannya dapat dilakukan melalui video promosi, live streaming, storytelling, dan komunikasi interaktif dengan audiens. Meskipun terdapat tantangan seperti kurangnya rasa percaya diri dan kesulitan menarik perhatian konsumen, hal tersebut dapat diatasi melalui latihan dan strategi komunikasi yang tepat. Dengan mengintegrasikan public speaking dan digital marketing, pelaku usaha dapat membangun kepercayaan konsumen, meningkatkan interaksi dengan audiens, serta mendukung tercapainya tujuan pemasaran.
REFERENSI
Aziz, R. A. (2020). E-book digital marketing content. Amikomsolo. Ac. Id.
Basuki, C. D. (2026). Komunikasi Persuasif Public Speaking sebagai Kapabilitas Relasional dalam Pemasaran Digital: Sebuah Model Konseptual. Educational Studies and Research Journal, 3(2), 154-169.
Febri, F. Y., Permatasari, D., Kurniafitra, I. I., & Islamiah, W. (2022). Pelatihan digital marketing sebagai upaya pengembangan strategi pemasaran produk umkm batik Di kelurahan gedog Kota blitar. Transformasi Dan Inovasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 60-72.
Raflina, R. (2024). Public speaking untuk pemula. CV Eureka Media Aksara.
Zainal, A. G. (2022). Public Speaking: Cerdas Saat Berbicara di Depan Umum.
Penulis:
Ika Sulistiowati
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen Universitas Pamulang







