TANGSELXPRESS – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 1.527 kasus influenza positif di Indonesia hingga akhir September 2026. Kasus tersebut paling banyak ditemukan di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan influenza A yang saat ini beredar memang memiliki strain baru. Namun, berdasarkan kondisi yang dipantau pemerintah, penyakit tersebut belum menunjukkan karakteristik yang membahayakan.
“Yang nama influenza A itu, jenis strainnya memang strain baru, tetapi tidak berbahaya, belum ada kematian yang dicatat akibat influenza A tersebut,” ujar Dante di Gedung Bakom RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Dante menjelaskan, influenza A termasuk penyakit yang pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya atau self-limiting disease. Dengan demikian, pada kondisi tertentu, pasien dapat pulih tanpa memerlukan pengobatan khusus.
Menurutnya, pola penyebaran influenza A juga masih mengikuti tren musiman yang selama ini terjadi. Kasus biasanya mengalami peningkatan menjelang musim hujan, kemudian menurun sekitar Februari hingga Maret sebelum kembali mengikuti pola musiman berikutnya.
“Trennya masih sama, di tingkat global, di tingkat nasional, itu masih sama,” katanya.
Dante meminta masyarakat tidak berlebihan dalam menyikapi peningkatan kasus influenza A. Ia menilai informasi mengenai penyakit tersebut perlu disampaikan secara proporsional agar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan.
“Jangan ini digoreng dan menjadikan berita yang viral, sehingga seolah-olah menakutkan, padahal enggak sama sekali. Influenza A ini biasa saja, kayak influenza biasa,” ujarnya.
Kemenkes Ingatkan Jangan Panic Buying Obat
Di tengah meningkatnya kasus influenza, Kemenkes juga mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying, termasuk membeli obat antivirus oseltamivir secara berlebihan tanpa rekomendasi dokter.
Pemerintah menegaskan bahwa influenza pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya. Penggunaan oseltamivir secara sembarangan tanpa resep dan penilaian medis juga tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan efek samping, terutama pada anak-anak.
Masyarakat diminta tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala yang berat atau kondisi kesehatan memburuk.
Dengan jumlah kasus yang tercatat hingga akhir September, Jakarta, Jawa Barat, dan Banten menjadi tiga wilayah dengan temuan influenza positif terbanyak. Pemerintah terus memantau perkembangan kasus sekaligus mengingatkan masyarakat agar tetap waspada tanpa menimbulkan kepanikan.







