DI tengah ketidakpastian ekonomi global dan pesatnya arus digitalisasi, banyak perusahaan terjebak pada persepsi bahwa jawaban atas tantangan bisnis selalu ada di luar. Mereka berlomba-lomba merekrut talenta siap pakai (plug-and-play talent) dari luar dengan kompensasi fantastis. Namun, strategi ini ibarat memoles bagian luar bangunan yang fondasi dalamnya rapuh. Padahal, aset paling berharga berada tepat di depan mata: talenta internal organisasi itu sendiri.
Mengembangkan talenta internal bukan sekadar program rutin HR atau kewajiban administratif, melainkan strategi bisnis krusial yang berdampak langsung pada daya saing perusahaan. Strategi ini bertumpu pada tiga pilar utama:
- Pelatihan Berkelanjutan (Continuous Learning): Fondasi utama untuk upskilling dan reskillingkaryawan agar relevan dengan kebutuhan masa depan, seperti literasi data, pemahaman kecerdasan buatan (AI), hingga metodologi kerja Agile.
- Rotasi Jabatan (Job Rotation): Penawar ampuh untuk meruntuhkan mentalitas silo (bekerja sendiri-sendiri). Langkah ini memberikan perspektif menyeluruh (helicopter view) dan membentuk T-Shaped Talent—SDM yang ahli di satu bidang tetapi juga memahami fungsi bisnis lain.
- Coaching dan Mentoring: Menyentuh sisi humanis dengan mengasah soft skills, kecerdasan emosional, serta kemampuan mengambil keputusan di tengah situasi ambigu.
Penerapannya memang memiliki tantangan, seperti keterbatasan anggaran, kurangnya dukungan atasan, resistensi karyawan terhadap perubahan, hingga risiko talenta dibajak kompetitor. Namun, manfaatnya jauh melampaui risikonya. Pengembangan internal terbukti memangkas waktu adaptasi (time-to-value), menjaga pengetahuan organisasional (institutional knowledge) yang tersirat, serta membangun employer branding dan tingkat retensi yang kuat.
Studi Kasus: Transformasi Digital PT Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Sebagai contoh nyata, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pernah menghadapi tantangan besar dalam melakukan transformasi digital di seluruh lini operasinya. Dibandingkan bergantung sepenuhnya pada rekrutmen tenaga IT luar yang mahal dan belum tentu cocok dengan budaya kerja perbankan, BRI memilih mengembangkan potensi talenta internalnya secara masif.
Melalui BRI Corporate University, mereka meluncurkan berbagai program pengembangan spesifik seperti BRILiaN IT Transformation Program. Karyawan dari latar belakang operasional diberikan kesempatan untuk belajar analisis data, metodologi Agile, hingga keamanan siber. Hasilnya, BRI sukses meluncurkan dan mengelola aplikasi Super Apps BRImo yang kini digunakan oleh puluhan juta nasabah. Strategi memupuk kekuatan dari dalam ini terbukti berhasil mempercepat inovasi, menekan angka turnover, serta meningkatkan loyalitas karyawan karena mereka melihat adanya jalur karier yang jelas.
Kesimpulan
Pada akhirnya, keunggulan bersaing sejati tidak terletak pada teknologi tercanggih atau modal finansial terbesar, melainkan pada manusia di dalamnya. Teknologi dan produk bisa dibeli atau ditiru oleh kompetitor dalam hitungan bulan, tetapi kultur pengembangan talenta internal yang solid, kapabilitas karyawan yang terus terasah, serta ekosistem kepemimpinan yang matang adalah aset yang sangat rumit dan hampir mustahil untuk dijiplak. Organisasi yang berani berkomitmen menumbuhkan manusianya dari dalam adalah organisasi yang tidak hanya sanggup bertahan melewati berbagai krisis, tetapi juga akan memimpin barisan terdepan dalam persaingan bisnis masa depan.
Daftar Pustaka
Anam, K. (2023, 26 Desember). Canggih! BRI Hadirkan Platform Training Virtual BRISMARTVERSE. CNBC Indonesia. Diakses dari https://www.cnbcindonesia.com/tech/20231226141606-37-500342/canggih-bri-hadirkan-platform-training-virtual-brismartverse
Vien, C. (2025, 6 Maret). Upskilling is as important to the talent picture as hiring. CFO Brew. Diakses dari https://www.cfobrew.com/stories/2025/03/06/upskilling-is-as-important-to-the-talent-picture-as-hiring
Yoga, P. (2019, 30 Juli). Tingkatkan Kualitas SDM, BRI Digitalisasi CorpU. Infobanknews. Diakses dari https://infobanknews.com/tingkatkan-kualitas-sdm-bri-digitalisasi-corpu
Referensi
Lestari, D. (2026). Talent Management. Tangerang Selatan: Universitas Pamulang.
Penulis:
- Juwita Ike Maylani (231010500872)
- Dwian Eldam Valentino (231010501220)
- Maulidina (231010500824)
- Febia Nur Cahyanti (231010501031)
- Anggy Ananda (231010501157)
Mahasiswa Universitas Pamulang







