TANGSELXPRESS – Minum teh setelah makan menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Rasanya yang segar membuat teh kerap dipilih sebagai pendamping makanan, baik saat sarapan, makan siang maupun makan malam.
Namun, kebiasaan tersebut ternyata perlu diperhatikan. Minum teh terlalu dekat dengan waktu makan dapat memengaruhi penyerapan sejumlah nutrisi, terutama zat besi dari makanan.
Dilansir dari Alodokter, teh mengandung tanin yang dapat mengikat zat besi dari makanan sehingga penyerapannya oleh tubuh menjadi kurang optimal. Kondisi ini terutama perlu diperhatikan ketika sumber zat besi berasal dari makanan nabati.
Zat besi merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk membantu pembentukan sel darah merah. Mineral tersebut juga berperan dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Jika penyerapan zat besi terus-menerus terganggu, kebutuhan zat besi tubuh bisa tidak terpenuhi dan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi atau anemia.
Selain zat besi, senyawa yang terdapat dalam teh juga dapat menghambat penyerapan mineral tertentu, seperti seng dan magnesium. Akibatnya, nutrisi yang diperoleh dari makanan berpotensi tidak diserap tubuh secara optimal.
Kelompok yang Perlu Lebih Waspada
Dampak tersebut perlu mendapat perhatian lebih dari orang yang sudah mengalami anemia atau memiliki masalah terkait penyerapan zat besi.
Anak-anak, remaja, serta ibu hamil juga termasuk kelompok yang memiliki kebutuhan nutrisi tertentu lebih tinggi sehingga waktu konsumsi teh perlu diperhatikan.
Bukan hanya penyerapan nutrisi, konsumsi teh setelah makan juga dapat menimbulkan keluhan pencernaan pada sebagian orang.
Kandungan kafein dalam teh, misalnya, dapat memicu keluhan seperti kembung, mual hingga nyeri ulu hati pada orang yang sensitif.
Kafein juga memiliki efek diuretik ringan yang dapat membuat seseorang lebih sering buang air kecil. Karena itu, air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Bisa Memicu Sembelit
Kandungan tanin dalam teh juga memiliki sifat yang dapat memengaruhi sistem pencernaan. Pada sebagian orang, konsumsi teh secara berlebihan dapat berkontribusi terhadap gangguan buang air besar, termasuk konstipasi.
Orang yang memiliki masalah lambung atau sensitif terhadap asam lambung juga sebaiknya memperhatikan konsumsi teh. Teh yang terlalu kental atau dikonsumsi dalam kondisi sangat panas dapat memperburuk keluhan pada sebagian orang.
Berapa Lama Jeda Minum Teh Setelah Makan?
Untuk mengurangi kemungkinan terganggunya penyerapan nutrisi, konsumsi teh sebaiknya tidak dilakukan tepat setelah makan.
Dilansir dari Halodoc, jeda antara waktu makan dan minum teh dapat diberikan sekitar 30 menit hingga dua jam.
Sebagai alternatif, air putih dapat menjadi pilihan setelah makan karena tidak mengganggu penyerapan zat besi seperti teh.
Sementara itu, jus buah yang mengandung vitamin C justru dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan. Namun, konsumsi jus sebaiknya tidak disertai tambahan gula secara berlebihan.
Dengan mengatur waktu konsumsi teh dan memilih minuman yang sesuai, tubuh dapat menyerap nutrisi dari makanan secara lebih optimal.







