TANGSELXPRESS– Polda Metro Jaya mengungkap kronologi meninggalnya warga bernama Bambang Setiawan saat kerusuhan terjadi di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026) malam.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, Bambang awalnya ditemukan dalam kondisi pingsan di sekitar lokasi kerusuhan.
Petugas kemudian melakukan evakuasi setelah memastikan situasi di lokasi cukup aman untuk proses penyelamatan.
“Berawal dari adanya informasi masyarakat kepada pihak kepolisian, kita mengetahui bahwa di lokasi itu masih terjadi kerusuhan, sehingga Polri untuk melakukan evakuasi harus melihat, menghitung apakah evakuasi tersebut aman bagi petugas,” kata Budi.
Bambang selanjutnya dievakuasi oleh tim Biddokkes Polda Metro Jaya ke Rumah Sakit (RS) Mintohardjo untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, setelah menjalani perawatan di rumah sakit, Bambang dinyatakan meninggal dunia.
Jenazah kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, sekitar pukul 23.30 WIB hingga tengah malam untuk menjalani proses identifikasi dan pemeriksaan visum.
“Namun, pada saat penanganan di rumah sakit, yang bersangkutan meninggal dunia. Selanjutnya dibawa sekitar pukul 23.30 WIB atau 24.00 WIB menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan identifikasi,” ujar Budi.
Polisi Ajukan Autopsi
Polda Metro Jaya kemudian mengajukan permohonan autopsi terhadap jenazah Bambang untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.
Namun, permintaan tersebut ditolak oleh pihak keluarga.
Budi mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan anak kandung Bambang. Keluarga menyatakan tidak bersedia jenazah dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan terkait penolakan tersebut.
“Tadi pagi kami juga bertemu dengan pihak anak kandung almarhum. Yang bersangkutan tidak bersedia untuk dilakukan autopsi,” kata Budi.
“Kami tetap melakukan, mengajukan permohonan untuk dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian. Ini juga ditolak oleh pihak keluarga dan sudah mengeluarkan surat pernyataan,” lanjutnya.
Hingga kini, polisi belum meminta keterangan lebih lanjut dari keluarga Bambang. Penyidik mempertimbangkan kondisi psikologis keluarga yang masih berduka.
“Kami masih melihat bahwa satu sisi empati, satu sisi duka keluarga, sehingga pihak penyidik belum bisa untuk meminta keterangan lebih lanjut,” ujar Budi.
Polisi: Keselamatan Masyarakat Harus Jadi Perhatian
Budi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Bambang atas peristiwa tersebut.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pembelajaran bahwa keselamatan masyarakat sekitar harus tetap menjadi perhatian dalam situasi aksi maupun kerusuhan.
“Dengan adanya peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa menciptakan ruang aman bukan hanya bagi penyampai aspirasi, ada masyarakat-masyarakat lain yang harus dilindungi, dijaga harkat martabat, jiwa, dan keselamatan,” kata Budi.
Hingga saat ini, berdasarkan keterangan polisi tersebut, penyebab pasti kematian Bambang belum dapat disimpulkan karena keluarga menolak dilakukan autopsi. Polisi masih menghormati keputusan keluarga yang tengah berduka.







