• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home TANGERANG RAYA TANGERANG SELATAN

BMKG Prediksi Puncak Kemarau Tangsel September 2026, Warga Diminta Hemat Air

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Agustus 12, 2026
in NEWS, TANGERANG SELATAN
Reading Time: 4min read
Ribuan Hektare Sawah di Serang Kekeringan
288
SHARES
2.9k
VIEWS

TANGSELXPRESS- Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diprediksi menghadapi puncak musim kemarau pada September 2026. Curah hujan yang rendah berpotensi meningkatkan risiko kekeringan sekaligus mengurangi ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, mengatakan seluruh wilayah Banten telah memasuki musim kemarau. Puncak musim kemarau di sejumlah wilayah Banten diprediksi berlangsung hingga September 2026.

“Prediksi puncak musim kemarau 2026 di wilayah Banten berada pada bulan Juli hingga September 2026,” ujar Hartanto, Rabu (12/8/2026).

Berdasarkan pemetaan BMKG, Tangerang Selatan berada di Zona Musim (ZOM) 168 yang juga mencakup wilayah selatan Kota Tangerang dan tenggara Kabupaten Tangerang.

Wilayah yang berada di zona tersebut diprediksi mencapai puncak musim kemarau pada September.

Rendahnya curah hujan di Banten turut dipengaruhi kondisi atmosfer regional. Aktivitas konvektif atmosfer diperkirakan mengalami penurunan sehingga pertumbuhan awan hujan dan peluang terjadinya hujan ikut berkurang.

“Kondisi atmosfer regional berkontribusi terhadap penurunan curah hujan di wilayah Indonesia termasuk wilayah Banten,” jelas Hartanto.

“Kondisi ini mengurangi aktivitas konvektif di atmosfer sehingga pertumbuhan awan konvektif dan potensi hujan cenderung menurun,” lanjutnya.

Pada dasarian II dan III Agustus, curah hujan di Banten diprediksi berada dalam kategori rendah, yakni sekitar 0–20 milimeter. Kondisi serupa diperkirakan masih berlanjut hingga September.

BMKG Ingatkan Potensi El Nino

BMKG meminta masyarakat mulai mengantisipasi dampak musim kemarau, terutama berkurangnya ketersediaan air bersih.

BACA JUGA :  PBNU Sebut Kekerasan di Lembaga Pendidikan Dikategorikan Perbuatan Haram

Hartanto juga mengingatkan adanya potensi penguatan fenomena El Niño yang dapat semakin menekan curah hujan.

“Masyarakat di Provinsi Banten diimbau untuk mewaspadai potensi penurunan curah hujan seiring dengan menguatnya kondisi El Niño,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memperpanjang musim kemarau dan meningkatkan risiko kekeringan meteorologis.

Dampaknya antara lain berkurangnya ketersediaan air serta penurunan debit sungai.

“Masyarakat diharapkan melakukan penghematan penggunaan air, menjaga sumber-sumber air bersih,” ujarnya.

“Masyarakat juga perlu mengoptimalkan irigasi dan distribusi air untuk lahan pertanian,” lanjut Hartanto.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara terbuka selama kondisi kemarau.

Sejumlah Wilayah Banten Alami Hari Tanpa Hujan Panjang

Selain Tangsel, sejumlah wilayah Banten telah mengalami periode hari tanpa hujan yang cukup panjang.

Wilayah pesisir utara dan selatan Banten didominasi kategori sangat panjang, dengan periode tanpa hujan mencapai 31–60 hari.

Bahkan, kategori ekstrem dengan periode tanpa hujan lebih dari 60 hari tercatat di sejumlah wilayah Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Lebak.

BMKG juga mengingatkan potensi peningkatan kecepatan angin di Banten bagian selatan. Kondisi tersebut berpotensi memicu gelombang tinggi lebih dari 2,5 meter.

Potensi gelombang tinggi perlu diwaspadai di Selat Sunda bagian barat Pandeglang serta perairan selatan Pandeglang dan Lebak.

BACA JUGA :  Mahasiswa UNPAM Tanamkan Budaya Menabung Sejak Dini di RA Ummul Arqam Lewat Cara yang Seru dan Kreatif

Sementara itu, pesisir utara Kabupaten Tangerang juga diminta mewaspadai potensi banjir pesisir atau rob.

Kekeringan Mulai Dirasakan Warga Keranggan

Dampak kemarau mulai dirasakan masyarakat di Kampung Keranggan, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan.

Warga RT 12/RW 05 dilaporkan mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih sejak pertengahan Juli 2026. Kondisi tersebut mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangsel menyalurkan bantuan air bersih.

Sarpras PMI Kota Tangsel, Sutikno Yusuf, mengatakan proses distribusi air menghadapi kendala akses jalan. Jalan menuju RT 12/RW 05 cukup sempit sehingga mobil tangki berukuran besar tidak dapat masuk.

“Untuk RT 12/RW 05 memang tidak bisa masuk mobil tangki besar. Makanya kita menggunakan mobil pickup PMI Tangsel dengan kapasitas toren 1.000 liter,” kata Sutikno.

Air bersih kemudian diangkut menggunakan mobil pickup PMI yang telah dilengkapi toren dan disalurkan secara bertahap ke permukiman warga.

Proses distribusi bahkan sempat terkendala ketika kendaraan PMI terperosok saat melewati akses jalan sempit.

Petugas terpaksa mengosongkan air dalam toren sebelum kendaraan dapat dievakuasi.

“Mobil ini dikosongkan terlebih dahulu airnya, baru kita upayakan pengangkatan. Karena jalannya sempit, kendaraan tidak bisa leluasa bergerak,” ujar Sutikno.

Meski menghadapi kendala, PMI tetap berupaya memenuhi kebutuhan air warga. Dalam sehari, sekitar 4.000 liter air bersih disalurkan ke wilayah tersebut.

Air ditampung dalam dua toren milik warga yang masing-masing berkapasitas 2.000 liter. Sementara toren pada kendaraan PMI hanya memiliki kapasitas 1.000 liter.

BACA JUGA :  Prakiraan Cuaca Tangsel 30 Juni 2026: Dominan Cerah dan Cerah Berawan

Kondisi tersebut membuat petugas harus beberapa kali melakukan perjalanan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.

“Sehari sekitar 4.000 liter yang kita distribusikan. Karena kapasitas toren di mobil 1.000 liter, pengangkutannya memang harus beberapa kali,” jelas Sutikno.

PMI Minta Respons Penanganan Kekeringan Dipercepat

Sutikno mengatakan kekeringan di Keranggan telah berlangsung sejak pertengahan Juli 2026. Jika musim kemarau terus berlanjut, wilayah yang mengalami kesulitan air bersih dikhawatirkan semakin meluas.

PMI Tangsel meminta pihak kelurahan dan kecamatan meningkatkan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.

“Untuk sementara imbauan dari PMI lebih kepada pihak kelurahan dan kecamatan agar lebih sering memantau wilayahnya,” katanya.

Menurut Sutikno, kecepatan respons menjadi faktor penting dalam penanganan krisis air bersih. Ia meminta proses administrasi tidak sampai menghambat distribusi bantuan kepada warga.

“Kalau ada pengajuan air bersih, jangan sampai terhambat surat-menyurat. Dahulukan airnya, surat bisa menyusul,” tegasnya.

Ia berharap koordinasi antara masyarakat, kelurahan, kecamatan, BPBD, dan PMI terus diperkuat agar bantuan dapat segera dikirim ketika warga mulai mengalami kesulitan air.

Bagi warga Keranggan, pasokan air bersih menjadi kebutuhan mendesak di tengah musim kemarau. Distribusi bantuan air diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama periode kekeringan.

Tags: Air bersih Tangselbantuan air bersih TangselBMKG TangselBPBD Tangselcuaca Tangselcurah hujan BantenEl Nino BantenKekeringan Tangselkemarau Tangsel September 2026Krisis Air Bersih Tangselmusim kemarau BantenPmi tangselpuncak kemarau Tangsel 2026Setu TangselTangerang Selatanwarga Keranggan kekurangan airZOM 168
Previous Post

Transjakarta Buka Rute Baru Bundaran Senayan–Ancol Khusus CFD, Cek Jadwal dan Tarifnya

Next Post

MUI Desak Polisi Usut Promosi Miras Berkedok Hafalan Surat Ad-Dhuha di The Sounds Project

Related Posts

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.4k
Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
MUI Desak Polisi Usut Promosi Miras Berkedok Hafalan Surat Ad-Dhuha di The Sounds Project

MUI Desak Polisi Usut Promosi Miras Berkedok Hafalan Surat Ad-Dhuha di The Sounds Project

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com