TANGSELXPRESS – Polisi akan memeriksa panitia penyelenggara event drag race dan drag bike yang digelar di Jalan AP Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kotamobagu, Sulawesi Utara.
Pemeriksaan dilakukan setelah kecelakaan dalam ajang balap tersebut menewaskan delapan orang dan menyebabkan delapan lainnya mengalami luka berat pada Minggu (9/8/2026).
Tragedi terjadi setelah sebuah mobil Honda Jazz yang dikendarai pebalap Tian Ngantung dari tim Pangeran 05 McJoe mengalami kecelakaan sesaat setelah melewati garis finis.
Mobil tersebut kemudian keluar dari jalur lintasan dan menabrak sejumlah penonton yang berada di sisi lintasan.
Kasatreskrim Polres Kotamobagu, Iptu Ahmad Waafi seperti dilansir dari Beritasatu.com, mengatakan polisi telah mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan sebagai barang bukti.
“Barang bukti kendaraan sudah kita amankan di Polres Kotamobagu. Perkara ini masih dalam proses penyelidikan. Yang pastinya kami akan memeriksa semuanya yang terlibat, maupun panitia,” kata Ahmad Waafi.
Selain mengamankan kendaraan, polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap rangkaian kecelakaan tersebut.
Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi Dalami Aspek Keselamatan
Kepolisian masih mendalami penyebab kecelakaan, termasuk aspek keselamatan dalam penyelenggaraan kegiatan balap.
Pemeriksaan terhadap panitia menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengetahui bagaimana kendaraan dapat keluar dari lintasan hingga menghantam penonton.
Polisi juga mendalami sistem pengamanan lintasan serta posisi penonton ketika kecelakaan terjadi.
Olah TKP dan pemeriksaan saksi dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa, mulai dari kondisi kendaraan, lintasan hingga situasi di sekitar lokasi saat balapan berlangsung.
Penyelidikan tersebut juga akan menjadi dasar bagi kepolisian untuk menentukan apakah terdapat unsur kelalaian atau pelanggaran dalam penyelenggaraan kegiatan.
Ajang drag race dan drag bike tersebut digelar oleh Tidar bersama Muda Charaka.
Hingga Senin (10/8/2026) pagi, jumlah korban dalam kecelakaan tersebut tercatat sebanyak 16 orang. Delapan orang meninggal dunia, sementara delapan korban lainnya mengalami luka berat.







