TANGSELXPRESS– Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menegaskan bahwa ketahanan ekonomi nasional hanya dapat dibangun melalui pembenahan mendasar terhadap berbagai hambatan yang masih membelenggu sektor riil. Pesan tersebut menjadi benang merah dalam pembukaan Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) APINDO XXXV yang berlangsung di Hotel Claro Makassar dan dihadiri jajaran pimpinan nasional, pemerintah daerah, dunia usaha, serta mitra internasional.
Ketua Umum APINDO, Shinta Widjaja Kamdani, menegaskan bahwa tantangan dunia usaha saat ini tidak hanya datang dari gejolak global, tetapi juga dari berbagai persoalan struktural di dalam negeri yang masih menghambat pertumbuhan investasi dan penciptaan lapangan kerja.
Menurutnya, dunia usaha harus mampu beradaptasi menghadapi dinamika geopolitik, perubahan kebijakan perdagangan internasional, disrupsi rantai pasok, hingga volatilitas harga energi dan komoditas. Namun di sisi lain, persoalan seperti tingginya biaya produksi, mahalnya logistik dan energi, keterbatasan bahan baku, birokrasi yang belum efisien, serta produktivitas tenaga kerja masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Jika kita sungguh ingin mencegah PHK, kita tidak boleh hanya sibuk berdebat di hilir. Kita harus berani memperbaiki permasalahan hulunya. Setiap hambatan berusaha yang tidak terselesaikan akan memutus efek berantai yang seharusnya mampu menciptakan investasi, menggerakkan produksi, dan membuka lapangan kerja,” tegas Shinta di hadapan peserta Rakerkonas.
Dihadiri Pimpinan Nasional dan Daerah
Pembukaan Rakerkonas APINDO XXXV menjadi momentum penting karena dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang, para anggota DPR RI, duta besar negara sahabat, mitra internasional, pengurus APINDO seluruh Indonesia, serikat pekerja, KADIN Indonesia, serta para kepala daerah dari berbagai wilayah.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam menjaga iklim investasi dan memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Kawal 14 Isu Strategis Dunia Usaha
Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap perbaikan iklim usaha, APINDO membentuk Task Force Debottlenecking Hambatan Berusaha, sebuah mekanisme khusus untuk mengidentifikasi, memetakan, mengawal, dan memastikan penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi dunia usaha.
Saat ini APINDO mengawal lebih dari 14 isu strategis, mulai dari kepastian pasokan bahan baku industri, harga gas, logistik, kebijakan nutri-level, tata ruang, kewajiban pelaporan keuangan, RKAB mineral dan batu bara, sertifikasi halal, pengelolaan sampah dan EPR, ekspor komoditas, regulasi sektor pariwisata, hingga penyempurnaan RUU Ketenagakerjaan.
“Bagi kami, setiap hambatan yang berhasil diselesaikan adalah simpul yang terurai agar kapal kembali berlayar. Setiap langkah yang memudahkan dunia usaha akan membuka lebih banyak harapan dan lapangan kerja,” lanjut Shinta.
Pemerintah Tegaskan Komitmen Perkuat Ekosistem Investasi
Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa Sulawesi Selatan terus memperkuat daya tarik investasi melalui pembangunan infrastruktur yang masif, mulai dari jalan, irigasi hingga fasilitas kesehatan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menekankan pentingnya swasembada pangan sebagai fondasi kedaulatan bangsa melalui reformasi regulasi, penguatan produktivitas pertanian dan perikanan, serta pembangunan ekosistem desa yang terintegrasi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global. Pemerintah terus memperkuat iklim investasi melalui deregulasi, pengembangan kawasan ekonomi khusus, transisi energi, serta kemitraan strategis bersama dunia usaha.
Sedangkan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan komitmen DPR RI dalam menjaga kepastian hukum, stabilitas politik, serta mendorong terciptanya iklim usaha yang semakin kondusif bagi investor.
Perkuat Investasi, Konektivitas, dan Budaya Literasi
Rangkaian Rakerkonas APINDO XXXV juga diisi dengan berbagai agenda strategis, termasuk APINDO Business Investment Expo yang sebelumnya dibuka oleh Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla. Selain itu, diselenggarakan pula Business Matching Session yang mempertemukan para duta besar dan perwakilan internasional dengan pemerintah daerah serta pelaku usaha untuk menjajaki berbagai peluang investasi di Indonesia.
Di sela-sela rangkaian kegiatan tersebut, Ketua Bidang Hubungan Internasional dan Humas APINDO Sulawesi Selatan, Asrul Sani Abu, memberikan apresiasi kepada Ketua Umum APINDO, Shinta Widjaja Kamdani, dengan menyerahkan buku Catatan Harian ASA. Penyerahan buku tersebut didampingi Ketua PEMBIS (Pengusaha Menulis Buku Indonesia) sebagai simbol bahwa dunia usaha tidak hanya bertumbuh melalui investasi dan inovasi, tetapi juga melalui literasi, kepemimpinan, serta semangat berbagi gagasan yang mampu menginspirasi lahirnya kolaborasi dan perubahan.
Melalui Rakerkonas APINDO XXXV, dunia usaha kembali menegaskan bahwa ketahanan ekonomi nasional merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan. APINDO akan merumuskan berbagai rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia sebagai masukan bagi arah kebijakan ekonomi nasional ke depan.
Dengan semangat kolaborasi, reformasi, dan inovasi yang berkelanjutan, APINDO optimistis Indonesia mampu memperkuat daya saing, memperluas investasi, membuka lapangan kerja yang berkualitas, serta membangun masa depan ekonomi yang semakin tangguh dan inklusif.







