TANGSELXPRESS – Konten kreator Brian akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah menjadi sorotan publik karena diduga meminta uang kepada seorang sales promotion girl (SPG) di ajang GIIAS 2026 yang memintanya menghapus video dari media sosial. Brian mengakui tindakannya tidak tepat dan berjanji akan lebih berhati-hati dalam membuat konten ke depannya.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Brian melalui video yang kemudian diunggah ulang oleh akun Instagram @lambe_turah dikutip Senin, 3 Agustus.
“Beberapa hari ini sedang ramai terjadinya kegaduhan. Sebelumnya saya Brian meminta maaf atas semua kesalahan yang timbul dari kelakuan saya, dan saya tidak membenarkan. Saya hanya meminta maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan,” ujar Brian.
Brian mengakui dirinya tidak semestinya menyampaikan permintaan biaya kepada pihak yang memintanya menghapus video yang telah diunggah.
“Saya seharusnya memang tidak mengatakan ada biaya produksi ataupun kata-kata lain yang saya sampaikan di kolom komentar. Lagi-lagi saya hanya meminta maaf dan mengklarifikasi semua tuduhan, semua narasi yang beredar di media sosial,” katanya.
Ia menegaskan tidak berniat membenarkan tindakannya, melainkan hanya ingin menjelaskan kronologi dari sudut pandangnya.
“Lagi-lagi saya tidak membenarkan diri. Saya memang salah, tetapi saya ingin mengklarifikasi dari saya,” tambahnya.
Dalam video tersebut, Brian juga menjelaskan bahwa konten yang dibuatnya selama ini berawal dari hobi berinteraksi dengan orang-orang yang ditemuinya di ruang publik.
“Sebelumnya, izinkan saya menggunakan bahasa yang lebih informal untuk menjelaskan situasi yang terjadi. Jadi awal bikin video itu saya iseng, suka kenal sama orang, kenal sama bule, kenal sama cewek, kenal sama om-om. Banyak banget dari komen saya yang bilang terima kasih,” tuturnya.
Sebelumnya, Brian menjadi viral setelah diduga meminta sejumlah uang kepada seorang SPG yang memintanya menghapus video yang menampilkan dirinya. Aksi tersebut menuai kritik dari warganet dan memicu perdebatan mengenai etika pembuatan konten di ruang publik serta penghormatan terhadap privasi orang lain.







