TANGSELXPRESS– Juru Bicara (Jubir) Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Troy Harold Yohanes Pantouw, ditemukan meninggal dunia di kamar tempat tinggalnya di Rumah Susun (Rusun) ASN 3, Tower 6, kamar 102, kawasan IKN, Kalimantan Timur, Sabtu (25/7/2026). Hingga kini, penyebab kematian masih dalam penyelidikan kepolisian yang menunggu hasil visum.
Kapolresta IKN Kombes Pol Supriyanto mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 14.15 Wita dari salah seorang staf korban. Setelah menerima laporan, polisi bersama tim identifikasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Iya benar mas, jadi kejadian itu tadi siang, sekitar jam 14.15 Wita. Kami menerima laporan dari salah satu staf beliau. Kami juga sudah meminta bantuan kepada Satreskrim Polres Penajam Paser Utara (PPU) untuk mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan,” kata Supriyanto seperti dikutip dari Beritasatu.com, Sabtu (25/7/2026).
Usai olah TKP, jenazah Troy dievakuasi ke Rumah Sakit Hermina IKN untuk menjalani visum. Hasil pemeriksaan medis tersebut akan menjadi dasar bagi kepolisian dalam memastikan penyebab kematian.
Supriyanto menjelaskan, tim Inafis Polres Penajam Paser Utara turut dilibatkan dalam proses penyelidikan. Apabila hasil visum tidak menemukan adanya unsur kekerasan atau dugaan tindak pidana, jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Iya, jadi kami meminta bantuan dari tim Inafis Polres PPU untuk membantu melakukan olah TKP. Untuk jenazahnya saat ini sudah berada di RS Hermina di IKN karena masih menjalani visum,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, termasuk staf pribadi korban, Troy diketahui sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya sehari sebelum ditemukan meninggal dunia. Namun, kepolisian belum dapat memastikan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan penyebab kematiannya.
Polisi menegaskan penyelidikan masih berlangsung dan meminta masyarakat tidak berspekulasi hingga hasil visum keluar.
Hingga berita ini ditulis, Otorita IKN belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait rencana pemakaman Troy Harold Yohanes Pantouw maupun penunjukan pejabat yang akan menjalankan tugas komunikasi publik yang selama ini diembannya.







