TANGSELXPRESS – Rangkaian kualifikasi Piala Dunia 2030 dipastikan mulai bergulir pada September 2027. Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf) menjadi konfederasi pertama yang secara resmi mengumumkan jadwal sekaligus format babak kualifikasi menuju turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Sementara itu, konfederasi lain seperti Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) masih menyusun mekanisme kualifikasi. Hingga kini, kedua konfederasi tersebut belum menetapkan jadwal secara resmi.
Concacaf Mulai Kualifikasi pada September 2027
Concacaf memastikan putaran pertama kualifikasi akan berlangsung pada paruh pertama jendela FIFA September–Oktober 2027.
Sebanyak 22 negara yang menempati peringkat ke-14 hingga ke-35 di kawasan Concacaf akan saling berhadapan menggunakan sistem kandang dan tandang. Sebanyak 11 tim pemenang akan lolos ke putaran kedua untuk bergabung dengan 13 negara berperingkat teratas, sehingga total terdapat 24 peserta.
Putaran kedua akan dimulai pada paruh kedua jendela FIFA September–Oktober 2027, kemudian dilanjutkan pada November 2027 dan Maret 2028.
Pada fase ini, 24 negara dibagi ke dalam enam grup, dengan masing-masing tim memainkan enam pertandingan menggunakan sistem kandang dan tandang.
Enam Wakil Concacaf Berpeluang Lolos Langsung
Juara dan runner-up dari setiap grup akan melaju ke putaran akhir sehingga tersisa 12 negara. Selanjutnya, peserta dibagi menjadi tiga grup yang masing-masing berisi empat tim.
Putaran akhir dijadwalkan berlangsung pada Juni 2028 serta September–Oktober 2029.
Tiga juara grup dan tiga runner-up akan memperoleh enam tiket langsung ke putaran final Piala Dunia 2030.
Sementara itu, dua peringkat ketiga terbaik akan mengikuti babak play-in pada November 2029. Tim yang keluar sebagai pemenang akan mewakili Concacaf pada play-off antarkonfederasi FIFA untuk memperebutkan satu tiket tambahan ke putaran final.
UEFA Siapkan Format Kualifikasi Baru
Di kawasan Eropa, UEFA tengah menyiapkan format baru yang disebut menyerupai Swiss system, seperti yang kini diterapkan pada fase liga Liga Champions.
Format tersebut dirancang untuk mengurangi pertandingan yang dinilai terlalu timpang sekaligus meningkatkan daya saing selama babak kualifikasi.
Meski demikian, UEFA belum mengumumkan jadwal resmi pelaksanaannya. Kualifikasi diperkirakan dimulai pada akhir 2027 atau awal 2028, setelah penyesuaian kalender internasional menjelang putaran final Piala Eropa 2028.
Apabila format Piala Dunia tetap diikuti 48 negara, zona Eropa diperkirakan kembali memperoleh 16 kuota. Karena Spanyol dan Portugal sudah lolos otomatis sebagai tuan rumah, maka 14 tiket akan diperebutkan melalui babak kualifikasi.
Zona Afrika Tunggu Kepastian Format
Sementara itu, CAF diperkirakan memulai kualifikasi pada jendela FIFA September–Oktober 2027, setelah berakhirnya Piala Afrika 2027.
Maroko telah memastikan satu tempat di putaran final sebagai tuan rumah. Jika alokasi kuota tidak berubah, delapan tiket langsung akan diperebutkan negara-negara anggota CAF.
Namun hingga kini, CAF masih menyusun format kompetisi, termasuk pembagian grup dan mekanisme penentuan tim yang lolos ke Piala Dunia.
Enam Tuan Rumah Lolos Otomatis
Piala Dunia 2030 akan menjadi edisi istimewa karena digelar di tiga benua sebagai bagian dari peringatan 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia.
Tiga negara tuan rumah utama adalah Spanyol, Portugal, dan Maroko, sedangkan Argentina, Uruguay, dan Paraguay masing-masing akan menjadi tuan rumah satu pertandingan pembuka peringatan seabad Piala Dunia.
Keenam negara tersebut dipastikan lolos otomatis ke putaran final.
FIFA juga telah menjadwalkan pertandingan peringatan 100 tahun Piala Dunia pada 8–9 Juni 2030, sebelum pembukaan resmi turnamen di Spanyol, Portugal, dan Maroko yang berlangsung pada 13–14 Juni 2030.
Sementara itu, partai final Piala Dunia 2030 dijadwalkan digelar pada 21 Juli 2030, menandai berakhirnya turnamen bersejarah yang akan berlangsung di enam negara dan tiga benua.







