• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home EKONOMI

Kisah Rosyidah, Purna Pekerja Migran Indonesia yang Berhasil Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Pesisir Indramayu berkat Pelatihan dari BRI Peduli

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Juli 20, 2026
in EKONOMI, EKONOMI BISNIS, NEWS
Reading Time: 3min read
Kisah Rosyidah, Purna Pekerja Migran Indonesia yang Berhasil Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Pesisir Indramayu berkat Pelatihan dari BRI Peduli

Foto: Dok. BRI

228
SHARES
2.8k
VIEWS

INDRAMAYU- Empat tahun bekerja sebagai pekerja migran di Malaysia menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Rosyidah. Namun, ketika masa perantauan itu usai, ia memilih kembali ke tempat asalnya di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, dengan membawa lembar harapan yang baru.

Sekembalinya ke Indonesia, Rosyidah melihat potensi yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir. Hasil laut tersedia dalam jumlah melimpah, tetapi sebagian besar belum diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Di balik kondisi tersebut, ia melihat sebuah peluang yang layak diperjuangkan.

Berbekal keberanian, Rosyidah mulai merintis usaha olahan hasil laut dengan merek C’milzea. Usaha ini juga menjadi cara baginya untuk membuka kesempatan bagi para ibu nelayan di sekitar lingkungannya untuk ikut berkarya dan memperoleh tambahan penghasilan.

“Saya melihat sumber daya alam di sekitar sangat melimpah, tetapi belum memiliki nilai jual. Dari situ saya memberanikan diri mengolahnya menjadi produk sekaligus membuka peluang kerja untuk ibu-ibu nelayan di sekitar,” ujarnya.

Perjalanan membangun usaha tentu tidak selalu berjalan mulus. Tantangan terbesar yang dihadapi Rosyidah justru datang dari proses membangun kepercayaan diri sebagai seorang pelaku usaha. Ia harus belajar mengubah pola pikir, bangkit dari berbagai keraguan, hingga memahami cara memasarkan produknya agar semakin dikenal masyarakat.

BACA JUGA :  Keripik Kentang Albaeta, UMKM yang Berkembang Pesat karena Pemberdayaan BRI

Keinginan untuk terus berkembang membawanya mengikuti Pelatihan Purna Pekerja Migran yang diselenggarakan oleh BRI. Program tersebut menjadi ruang belajar baru bagi Rosyidah untuk memperkuat kemampuan berwirausaha sekaligus memperluas wawasan mengenai pengembangan usaha.

Bagi Rosyidah, pelatihan tersebut telah membuka kesempatan untuk bertemu dan bertukar pengalaman dengan sesama pelaku usaha. Dari sana, ia memperoleh perspektif baru yang membantunya melihat usahanya dengan cara yang berbeda.

“Pelatihan ini sangat membantu saya dalam memperbaiki mindset sebagai pelaku usaha. Selain itu, saya juga mendapatkan jejaring baru yang sangat bermanfaat untuk pengembangan usaha,” tuturnya.

Ilmu yang diperoleh selama pelatihan kemudian ia terapkan secara bertahap dalam usahanya. Salah satunya melalui pengembangan olahan ikan menjadi produk baru yang memiliki nilai tambah sehingga mampu memperluas pilihan produk yang ditawarkan kepada konsumen. “Alhamdulillah, setelah mengikuti pelatihan saya mendapatkan banyak ilmu, terutama dalam mengolah ikan, seperti membuat kerupuk ikan. Ilmu tersebut sangat membantu dalam mengembangkan usaha yang saya jalankan,” kata Rosyidah.

Selain memperoleh pendampingan melalui pelatihan, Rosyidah juga memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebagai tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku, menambah stok produk, serta memenuhi kebutuhan operasional sehingga ia dapat memenuhi permintaan pelanggan dengan lebih optimal.

BACA JUGA :  Jual Obat Keras ke Remaja, Toko Ponsel di Cinere Digerebek Polisi

“Alhamdulillah, dana KUR yang saya terima benar-benar saya gunakan untuk mengembangkan usaha, mulai dari membeli bahan baku hingga menambah stok produk. Dengan adanya KUR, saya tidak lagi kesulitan saat membutuhkan modal untuk memenuhi permintaan pelanggan. Saya sangat bersyukur karena usaha saya semakin berkembang dan penjualan pun meningkat,” ungkapnya.

Perubahan tersebut turut berdampak pada perkembangan usahanya. Jika sebelumnya penjualan C’milzea rata-rata hanya mencapai sekitar 50 kemasan, kini meningkat menjadi sekitar 70 hingga 100 kemasan. Selain itu, produk yang awalnya terbatas kini berkembang menjadi tiga variasi produk.

Bagi Rosyidah, perjalanan dari negeri rantau hingga membangun usaha di kampung halaman menjadi bukti bahwa kesempatan untuk bertumbuh selalu terbuka bagi siapa saja yang mau belajar. Dukungan melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan fasilitas KUR BRI menjadi salah satu langkah yang memperkuat keyakinannya untuk terus mengembangkan usaha sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

BACA JUGA :  Selama Periode Libur Idul Adha, Nasabah BRI Tetap Dapat Bertransaksi Melalui Layanan Digital hingga Layanan Weekend Banking

Pada kesempatann terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa BRI Peduli selaku payung dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyelenggarakan program pemberdayaan bagi Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI). Program ini dirancang untuk membekali para purna pekerja dengan berbagai keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan guna membangun penguatan ekonomi, baik melalui pengembangan usaha maupun peningkatan peluang kerja di dalam negeri.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan purna migran dalam mengembangkan usaha, sekaligus membekali mereka dengan kemampuan perencanaan dan pengelolaan bisnis yang berkelanjutan.

Melalui program ini, peserta didorong untuk memulai maupun mengembangkan usaha produktif yang sesuai dengan potensi dan peluang di daerah masing-masing. Selain itu, peserta juga akan memperoleh pendampingan bisnis secara intensif guna mendukung pertumbuhan usaha yang lebih optimal, berdaya saing dan berkelanjutan.

“Kisah Rosyidah menjadi bukti bahwa pelatihan yang diberikan BRI Peduli memberikan manfaat nyata bagi purna pekerja membangun dan mengembangakan usaha.  Dengan dukungan mentor yang berpengalaman, pelatihan yang diberikan dapat membantu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan purna pekerja migran, sekaligus berkontribusi secara aktif dalam mendorong pembangunan ekonomi masyarakat,” jelas Dhanny.

Tags: BBRIBRIBRI Pedulipekerja migran Indonesia
Previous Post

Industri Mikrodrama China Dikuasai AI, Aktor Xu Peng Beralih Jual Sayur di Pasar

Next Post

Kisah UMKM di Cimahi, Omzet Meningkat Berkat Pelatihan Sertifikasi Halal BRI Peduli

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.5k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Kisah UMKM di Cimahi, Omzet Meningkat Berkat Pelatihan Sertifikasi Halal BRI Peduli

Kisah UMKM di Cimahi, Omzet Meningkat Berkat Pelatihan Sertifikasi Halal BRI Peduli

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com