TANGERANG SELATAN – Cegukan merupakan kondisi yang hampir pernah dialami setiap orang. Meski umumnya berlangsung singkat dan tidak berbahaya, banyak orang masih bertanya-tanya mengapa cegukan bisa terjadi.
Mengutip AI Care, cegukan muncul akibat kontraksi diafragma yang terjadi secara tidak disengaja. Kontraksi tersebut menyebabkan pita suara menutup secara tiba-tiba sehingga menghasilkan bunyi khas “hik”.
Pada umumnya, cegukan hanya berlangsung beberapa menit. Namun, dalam kondisi tertentu, cegukan dapat bertahan lebih lama dan berkaitan dengan masalah kesehatan yang memerlukan penanganan medis.
Berikut beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya cegukan.
1. Makan Terlalu Cepat
Makan dengan tergesa-gesa membuat seseorang cenderung menelan lebih banyak udara. Udara yang masuk ke lambung dapat menyebabkan organ tersebut mengembang dan memberikan tekanan pada diafragma.
Tekanan tersebut memicu kontraksi mendadak yang akhirnya menyebabkan cegukan. Hal serupa juga kerap terjadi pada orang yang makan sambil berbicara.
2. Mengonsumsi Minuman Bersoda
Minuman berkarbonasi mengandung gas karbon dioksida yang dapat meningkatkan jumlah gas di dalam lambung.
Penumpukan gas tersebut membuat lambung mengembang dan merangsang diafragma, sehingga memicu terjadinya cegukan setelah minum soda atau minuman bersoda lainnya.
3. Makan Terlalu Banyak
Mengonsumsi makanan dalam porsi berlebihan dapat membuat lambung meregang lebih dari kondisi normal.
Peregangan ini dapat mengiritasi saraf yang terhubung dengan diafragma sehingga memicu kontraksi yang tidak terkendali dan menyebabkan cegukan.
Kondisi ini sering dialami setelah makan dalam jumlah besar atau saat menghadiri jamuan makan.
4. Perubahan Suhu yang Mendadak
Beralih dari makanan atau minuman yang sangat panas ke yang sangat dingin, atau sebaliknya, dapat memengaruhi saraf di sekitar kerongkongan dan lambung.
Perubahan suhu yang ekstrem terkadang memicu refleks tubuh yang menyebabkan diafragma berkontraksi dan menimbulkan cegukan.
5. Emosi yang Intens
Perasaan seperti stres, cemas, gugup, terlalu gembira, hingga tertawa terbahak-bahak dapat memengaruhi pola pernapasan dan aktivitas sistem saraf.
Perubahan tersebut dapat memicu kontraksi diafragma secara tiba-tiba sehingga menyebabkan cegukan.
Karena itu, tidak sedikit orang yang mengalami cegukan ketika sedang tertawa keras atau berada dalam situasi emosional tertentu.
Meski umumnya tidak berbahaya, cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam atau sering kambuh tanpa penyebab yang jelas sebaiknya diperiksakan ke dokter. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem saraf, saluran pencernaan, atau penyakit lain yang memerlukan penanganan medis.







