• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Analisis Dinamika Pasar dan Strategi Pengembangan Bisnis Resale Nike Air Jordan

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Juli 8, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 8min read
Analisis Dinamika Pasar dan Strategi Pengembangan Bisnis Resale Nike Air Jordan
213
SHARES
2.5k
VIEWS

NIKE Air Jordan merupakan lini sepatu hasil kolaborasi antara Michael Jordan dan Nike yang pertama kali diluncurkan pada tahun 1985. Awalnya digunakan sebagai sepatu basket, Air Jordan kemudian berkembang menjadi simbol gaya hidup, prestise, koleksi, dan investasi karena desainnya yang ikonik serta strategi pemasaran yang efektif.

Popularitas Air Jordan mendorong munculnya pasar resale (jual kembali), yaitu pasar yang memperjualbelikan sneaker setelah dirilis secara resmi. Harga resale sering kali jauh lebih tinggi daripada harga retail karena jumlah produk yang terbatas (limited release) dan tingginya permintaan dari kolektor, sneakerhead, investor, maupun penggemar fashion.

Perkembangan pasar resale dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu kelangkaan produk, tingginya permintaan konsumen, pengaruh media sosial dan influencer, kemudahan transaksi melalui platform digital seperti StockX, GOAT, dan eBay, serta budaya koleksi dan investasi sneaker yang semakin berkembang. Beberapa model Air Jordan dengan nilai resale tertinggi antara lain Air Jordan 1 Retro High OG Chicago, Air Jordan 1 Dior, Air Jordan 1 Lost & Found, Air Jordan 4 Travis Scott, dan Air Jordan 11 Concord.

Harga model-model tersebut dapat meningkat berkali-kali lipat dari harga retail karena faktor eksklusivitas, kolaborasi, nilai historis, dan tingginya minat pasar. Dari sudut pandang ekonomi, harga resale dipengaruhi oleh hukum permintaan dan penawaran. Ketika permintaan lebih besar daripada jumlah produk yang tersedia, harga akan naik. Bisnis resale juga menawarkan profit margin yang tinggi, tetapi memiliki risiko seperti fluktuasi harga, perubahan tren, persaingan antar reseller, produk palsu, dan kebutuhan modal yang cukup besar.

Untuk mengembangkan bisnis resale Air Jordan, reseller perlu menerapkan strategi seperti memilih model yang berpotensi tinggi, memanfaatkan data historis harga, melakukan diversifikasi produk, mempercepat perputaran stok, menggunakan platform digital untuk pemasaran, serta membangun reputasi dan kepercayaan pelanggan melalui penjualan produk asli dan pelayanan yang baik.

Latar Belakang Masalah

Perkembangan industri fashion global telah mengalami perubahan yang sangat signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Produk fashion tidak lagi dipandang hanya sebagai kebutuhan primer untuk menunjang penampilan, tetapi juga telah berkembang menjadi simbol identitas, gaya hidup (lifestyle), bahkan sebagai instrumen investasi.

Salah satu produk fashion yang mengalami perkembangan pesat adalah sneaker. Awalnya sneaker hanya digunakan sebagai perlengkapan olahraga, namun kini telah menjadi bagian penting dari budaya populer (pop culture) yang diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga orang dewasa. Di antara berbagai merek sneaker yang beredar di pasaran, Nike Air Jordan merupakan salah satu produk yang memiliki popularitas dan nilai ekonomi paling tinggi.

Air Jordan pertama kali diperkenalkan oleh Nike pada tahun 1985 melalui kerja sama dengan pemain basket legendaris Michael Jordan. Keberhasilan kolaborasi tersebut tidak hanya mengubah industri sepatu olahraga, tetapi juga menciptakan fenomena baru dalam dunia pemasaran dan perilaku konsumen. Hingga saat ini, Air Jordan terus menjadi salah satu sneaker yang paling diminati oleh kolektor maupun masyarakat umum.

Meningkatnya popularitas Air Jordan menyebabkan munculnya pasar resale (pasar jual kembali), yaitu pasar yang memperjualbelikan sneaker setelah produk resmi dirilis oleh produsen. Dalam pasar resale, harga suatu sneaker sering kali jauh lebih tinggi dibandingkan harga retail. Bahkan beberapa model tertentu mengalami kenaikan harga hingga beberapa kali lipat karena jumlah produksinya yang terbatas serta tingginya permintaan konsumen.

BACA JUGA :  Dari WhatsApp ke Website: Inovasi Sistem Informasi Kegiatan Karang Taruna RW 026 Dasana Indah

Fenomena tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti strategi pemasaran Nike melalui sistem limited release, kolaborasi dengan desainer maupun selebritas terkenal, perkembangan media sosial, hingga hadirnya platform digital seperti StockX, GOAT, eBay, dan berbagai marketplace lainnya. Platformplatform tersebut memberikan transparansi harga sekaligus mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai negara sehingga pasar resale berkembang semakin pesat. Selain menawarkan peluang keuntungan yang besar, bisnis resale sneaker juga memiliki berbagai tantangan. Harga sneaker dapat mengalami fluktuasi akibat perubahan tren, munculnya produk baru, hingga kondisi ekonomi global.

Selain itu, maraknya produk tiruan (fake sneakers) juga menjadi ancaman bagi reseller maupun konsumen. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memiliki pengetahuan mengenai dinamika pasar, analisis ekonomi, serta strategi bisnis agar mampu bersaing dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk membahas mengenai dinamika pasar resale Nike Air Jordan serta strategi yang dapat diterapkan untuk mengembangkan bisnis resale sneaker melalui makalah yang berjudul “Analisis Dinamika Pasar dan Strategi Pengembangan Bisnis Resale Nike Air Jordan.” 2. Profil Nike Air Jordan Nike Air Jordan merupakan lini sepatu basket yang diproduksi oleh Nike bekerja sama dengan legenda basket dunia, Michael Jordan.

Seri pertama Air Jordan diluncurkan pada tahun 1985 dan menjadi salah satu produk paling ikonik dalam sejarah industri olahraga. Awalnya, Air Jordan dirancang sebagai sepatu basket untuk menunjang performa Michael Jordan di lapangan. Namun, seiring berkembangnya tren fashion dan budaya populer, Air Jordan tidak hanya digunakan sebagai perlengkapan olahraga, tetapi juga menjadi simbol gaya hidup, prestise, dan investasi.

Keberhasilan Air Jordan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain desain yang inovatif, kualitas material yang tinggi, strategi pemasaran yang efektif, serta kolaborasi dengan berbagai tokoh terkenal dan rumah mode dunia. Nike juga menerapkan strategi limited release atau produksi terbatas pada beberapa seri sehingga meningkatkan nilai eksklusivitas produk. Saat ini Air Jordan telah memiliki lebih dari tiga puluh seri utama beserta berbagai edisi kolaborasi yang terus diminati oleh kolektor dan masyarakat di seluruh dunia.

Dinamika Pasar Resale Nike Air Jordan

Pasar resale merupakan pasar sekunder yang memperjualbelikan sneaker setelah dirilis secara resmi oleh produsen. Dalam beberapa tahun terakhir, bisnis resale sneaker mengalami pertumbuhan yang sangat pesat karena tingginya minat masyarakat terhadap sneaker edisi terbatas.

1. Kelangkaan Produk (Scarcity)

Nike menerapkan strategi pemasaran berupa limited release, yaitu memproduksi sneaker dalam jumlah terbatas. Strategi ini menciptakan kelangkaan sehingga permintaan lebih besar dibandingkan jumlah produk yang tersedia. Akibatnya, harga jual kembali mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

2. Tingginya Permintaan Pasar

Permintaan Air Jordan berasal dari berbagai kalangan, seperti kolektor, sneakerhead, investor, atlet, hingga masyarakat umum yang mengikuti tren fashion. Tingginya permintaan tersebut membuat pasar resale terus berkembang dari tahun ke tahun.

3. Pengaruh Media Sosial dan Influencer

Media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan X (Twitter) memiliki peran penting dalam membangun popularitas Air Jordan. Review, unboxing, dan konten dari influencer maupun selebriti sering kali meningkatkan minat masyarakat terhadap model tertentu sehingga harga resale ikut meningkat.

BACA JUGA :  Feminisme dalam film The Drover's Wife: The Legend of Molly Jhonson

4. Peran Platform Digital

Platform seperti StockX, GOAT, eBay, serta berbagai marketplace lainnya memberikan kemudahan bagi penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi. Selain itu, platform tersebut menyediakan informasi harga pasar secara transparan sehingga membantu reseller menentukan harga jual.

5. Budaya Koleksi dan Investasi Sneaker

Saat ini banyak orang membeli Air Jordan bukan hanya untuk digunakan, tetapi juga sebagai barang koleksi maupun investasi. Beberapa model bahkan mengalami kenaikan harga setiap tahun sehingga dianggap memiliki potensi keuntungan jangka panjang.

Perkembangan Harga Nike Air Jordan

Perkembangan harga Air Jordan menunjukkan bahwa sneaker ini mengalami peningkatan nilai dari waktu ke waktu. Pada tahun 1985, Air Jordan 1 Chicago dirilis dengan harga retail US$65 dan saat itu pasar resale belum berkembang. Pada tahun 2013, Air Jordan 1 Retro High OG Chicago memiliki harga retail US$140 dengan harga resale sekitar US$400–800.

Pada tahun 2015, Air Jordan 1 Chicago (Rerelease) dijual dengan harga retail US$160 dan harga resale meningkat menjadi sekitar US$800–2.000. Pada tahun 2020, Air Jordan 1 Dior dirilis dengan harga retail sekitar US$2.000 dan harga resale mencapai sekitar US$8.000–15.000. Pada tahun 2022, Air Jordan 1 Lost & Found dijual dengan harga retail US$180 dan harga resale sekitar US$250–350. Memasuki tahun 2026, berbagai seri Air Jordan Limited Edition memiliki harga resale berkisar US$900–2.000 atau lebih.

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar seri Air Jordan mengalami kenaikan nilai setelah dirilis karena kelangkaan, tingginya permintaan, dan eksklusivitas produk.

Model Air Jordan dengan Nilai Resale Tertinggi

Beberapa model Air Jordan memiliki harga jual kembali yang sangat tinggi karena diproduksi dalam jumlah terbatas dan memiliki nilai historis maupun eksklusivitas yang tinggi.

1. Air Jordan 1 Retro High OG Chicago

Model ini merupakan salah satu seri paling legendaris dalam sejarah Air Jordan. Desain klasiknya menjadikan sneaker ini selalu diminati kolektor sehingga harga resale terus mengalami peningkatan.

2. Air Jordan 1 Dior Air

Jordan 1 Dior merupakan hasil kolaborasi Nike dengan rumah mode mewah Dior. Produksinya sangat terbatas sehingga harga resale dapat mencapai puluhan ribu dolar Amerika dan menjadi salah satu sneaker paling mahal di dunia.

3. Air Jordan 1 Lost & Found

Model ini dirilis pada tahun 2022 dengan konsep vintage yang mengingatkan pada Air Jordan klasik. Permintaan yang tinggi membuat harga resale meningkat tidak lama setelah peluncuran.

4. Air Jordan 4 Travis Scott

Kolaborasi dengan penyanyi Travis Scott menjadikan model ini memiliki nilai eksklusif yang tinggi. Selain desain yang unik, jumlah produksinya yang terbatas menyebabkan harga resale terus meningkat.

5. Air Jordan 11 Concord

Air Jordan 11 Concord merupakan salah satu seri yang pernah digunakan oleh Michael Jordan. Model ini memiliki nilai historis yang tinggi sehingga selalu diminati oleh kolektor maupun penggemar sneaker.

Analisis Ekonomi Resale Sneaker

Bisnis resale sneaker dapat dijelaskan melalui berbagai konsep ekonomi, mulai dari mekanisme pasar hingga perilaku konsumen.

1. Hukum Permintaan dan Penawaran

BACA JUGA :  Edukasi Menabung Melalui Media Poster dan Cerita dalam Membedakan Kebutuhan dan Keinginan Sejak Dini

Menurut teori ekonomi, harga suatu barang ditentukan oleh interaksi antara permintaan dan penawaran. Dalam pasar resale Air Jordan, jumlah produk yang terbatas menyebabkan penawaran lebih sedikit dibandingkan permintaan sehingga harga jual kembali meningkat. Sebagai contoh, sneaker yang dijual dengan harga retail sekitar US$180 dapat memiliki harga resale lebih dari US$1.000 apabila permintaan pasar sangat tinggi.

2. Profit Margin Reseller

Keuntungan reseller berasal dari selisih harga retail dengan harga resale. Contoh: • Harga retail : Rp3.000.000 • Harga resale : Rp6.500.000 • Keuntungan : Rp3.500.000 Besarnya selisih harga tersebut menunjukkan bahwa bisnis resale sneaker memiliki potensi keuntungan yang cukup besar apabila reseller mampu memperoleh produk saat peluncuran resmi.

3. Brand Equity Nike dan Michael Jordan

Nike merupakan salah satu perusahaan olahraga terbesar di dunia, sedangkan Michael Jordan dikenal sebagai legenda basket internasional. Reputasi keduanya memberikan nilai tambah terhadap Air Jordan sehingga konsumen bersedia membayar harga yang lebih tinggi dibandingkan harga retail.

4. Pengaruh Hype dan Tren Pasar

Media sosial, influencer, selebriti, dan komunitas sneaker berperan besar dalam membentuk tren pasar. Ketika suatu model menjadi viral, permintaan meningkat sehingga harga resale ikut naik. Fenomena ini dikenal sebagai hype market, yaitu kenaikan nilai produk akibat popularitasnya.

5. Risiko Bisnis Resale Sneaker

Walaupun menawarkan keuntungan yang besar, bisnis resale sneaker juga memiliki berbagai risiko, antara lain: • Fluktuasi harga akibat perubahan tren pasar. • Persaingan yang semakin ketat antar reseller. • Maraknya produk palsu (fake sneakers). • Modal awal yang cukup besar. • Risiko penurunan permintaan apabila tren sneaker berubah. Oleh karena itu, reseller harus melakukan analisis pasar secara berkala, memahami perilaku konsumen, serta memastikan seluruh produk yang dijual merupakan produk asli agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.

Strategi Pengembangan Bisnis Resale Nike Air Jordan

Untuk mengembangkan bisnis resale sneaker, diperlukan strategi yang tepat agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

1. Memilih Model dengan Potensi Keuntungan Tinggi

Reseller perlu memilih seri Air Jordan yang memiliki permintaan tinggi dan diproduksi dalam jumlah terbatas sehingga peluang keuntungan menjadi lebih besar.

2. Menggunakan Data Historis Harga

Data harga dari platform seperti StockX dan GOAT dapat digunakan untuk memprediksi tren kenaikan maupun penurunan harga sehingga keputusan pembelian menjadi lebih tepat.

3. Diversifikasi Inventori

Selain menjual Air Jordan, reseller dapat menambah koleksi sneaker premium lainnya untuk mengurangi risiko kerugian apabila permintaan terhadap satu produk menurun.

4. Mempercepat Perputaran Stok

Penjualan pada waktu yang tepat dapat mempercepat perputaran modal sehingga keuntungan dapat diperoleh secara lebih optimal.

5. Memanfaatkan Platform Digital

Promosi melalui media sosial, marketplace, dan komunitas sneaker dapat memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan penjualan.

6. Membangun Reputasi dan Kepercayaan Pelanggan

Menjual produk original, memberikan pelayanan yang baik, menyediakan bukti keaslian produk, serta menjaga komunikasi dengan pelanggan merupakan faktor penting dalam membangun loyalitas konsumen dan keberlangsungan bisnis.

 

Penulis:

Angginy Giordany – 231010505350
Sherly Puspita Anggraini – 231010505392
Ummu Nurhasanah – 231010504045
Mata Kuliah Manajemen Investasi
Mahasiswa Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas Pamulang
Previous Post

Jangan Diabaikan, 3 Kebiasaan Pagi Hari yang Diam-diam Bisa Merusak Ginjal

Next Post

Berantas Judi Online, OJK Instruksikan Pemblokiran Lebih dari 36 Ribu Rekening

Related Posts

Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 22, 2026
2.3k
SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?
DUNIA KAMPUS

SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?

Oktober 22, 2026
2.5k
Peran Public Speaking dalam Membangun Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Peran Public Speaking dalam Membangun Kepercayaan Diri

Oktober 22, 2026
2.5k
Tips Sukses Menggunakan Marketplace
DUNIA KAMPUS

Strategi Penetapan Harga Produk pada UMKM di Tengah Kenaikan Biaya Marketplace di Indonesia

Oktober 22, 2026
2.4k
Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Berantas Judi Online, OJK Instruksikan Pemblokiran Lebih dari 36 Ribu Rekening

Berantas Judi Online, OJK Instruksikan Pemblokiran Lebih dari 36 Ribu Rekening

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com