Latar Belakang Masalah
Perkembangan pasar investasi menunjukkan meningkatnya minat terhadap aset alternatif, termasuk jam tangan mewah sebagai collectible assets yang tidak hanya menjadi simbol status, tetapi juga memiliki potensi sebagai instrumen investasi. Rolex, Patek Philippe, dan Audemars Piguet dipilih karena dikenal memiliki reputasi kuat, tingkat kelangkaan tinggi, serta mampu mempertahankan bahkan meningkatkan nilai jualnya di pasar sekunder.
Nilai investasi ketiga merek tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti permintaan dan penawaran, kelangkaan produk, kekuatan merek, tren pasar koleksi, preferensi kolektor, serta nilai historis. Meskipun sejumlah penelitian telah membahas investasi barang koleksi, kajian yang membandingkan faktor-faktor pembentuk nilai investasi pada ketiga merek tersebut, khususnya pada periode 2023–2026, masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi nilai investasi, tingkat keuntungan, risiko, serta prospek investasi Rolex, Patek Philippe, dan Audemars Piguet melalui studi literatur.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan kami susun :
- Faktor-faktor apa saja yang memengaruhi nilai investasi jam tangan mewah pada pasar koleksi?
- Apakah investasi pada jam tangan mewah layak dan menguntungkan?
- Risiko apa saja yang melekat pada investasi jam tangan mewah?
- Bagaimana prospek investasi jam tangan mewah pada masa mendatang?
Pembahasan:
Gambaran Umum dan Karakteristik Jam Tangan Mewah
Jam tangan mewah merupakan produk horologi yang tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu, tetapi juga memiliki nilai seni, prestise, dan nilai ekonomi yang tinggi. Dengan kualitas produksi yang unggul, penggunaan material premium, teknologi inovatif, serta desain eksklusif, jam tangan mewah dikategorikan sebagai collectible assets yang berpotensi mempertahankan bahkan meningkatkan nilainya dari waktu ke waktu. Dalam beberapa tahun terakhir, jam tangan mewah juga berkembang sebagai alternatif investasi karena meningkatnya minat kolektor dan investor. Aktivitas pasar sekunder yang semakin dinamis serta apresiasi harga pada model-model tertentu dipengaruhi oleh keterbatasan produksi, tingginya permintaan, dan nilai historis yang dimiliki.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Investasi Jam Tangan Mewah
Nilai investasi jam tangan mewah tidak hanya ditentukan oleh fungsinya sebagai penunjuk waktu, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, karakteristik produk, kekuatan merek, serta perilaku konsumen dan kolektor. Menurut Hunsader et al. (2025), nilai aset koleksi terbentuk dari kombinasi kelangkaan, preferensi konsumen, nilai historis, dan persepsi eksklusivitas, sehingga setiap jam tangan mewah memiliki potensi investasi yang berbeda. Faktor-faktor utama yang memengaruhi nilai investasi meliputi :
Reputasi dan Kekuatan Merek (Brand Reputation)
Reputasi merek menjadi faktor utama karena mampu meningkatkan nilai produk melalui kepercayaan dan persepsi kualitas konsumen. Hasyim dan Barusman (2026) menyatakan bahwa brand equity berkontribusi terhadap tingginya nilai produk, sedangkan Okahara dan Nagasawa (2025) menunjukkan bahwa pengakuan pasar meningkatkan kesediaan konsumen membayar harga premium. Oleh karena itu, Rolex, Patek Philippe, dan Audemars Piguet memiliki nilai jual kembali yang relatif stabil.
Kelangkaan Produk (Scarcity)
Kelangkaan akibat produksi terbatas dan distribusi yang selektif meningkatkan nilai investasi karena permintaan lebih besar daripada pasokan. Chen et al. (2025) menegaskan bahwa produk yang sulit diperoleh cenderung mengalami apresiasi harga lebih tinggi, terutama model yang telah dihentikan produksinya (discontinued models).
Permintaan Pasar dan Minat Kolektor
Tingginya permintaan dari konsumen, kolektor, dan investor mendorong kenaikan harga, terutama ketika pasokan terbatas. EveryWatch (2025) menjelaskan bahwa perkembangan pasar sekunder, media sosial, dan platform perdagangan digital meningkatkan likuiditas serta mempercepat penyebaran informasi mengenai model yang sedang diminati.
Keaslian dan Kondisi Jam Tangan
Keaslian produk, kelengkapan dokumen resmi, serta kondisi fisik yang terjaga berpengaruh besar terhadap nilai investasi. Codignola et al. (2026) menyatakan bahwa sertifikat keaslian, kotak asli, kartu garansi, dan riwayat servis meningkatkan kepercayaan pembeli dan harga jual kembali.
Kondisi Ekonomi dan Perkembangan Pasar Barang Mewah
Faktor makroekonomi seperti inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi turut memengaruhi permintaan barang mewah (Li, 2024). Meskipun demikian, merek dengan reputasi kuat umumnya lebih mampu mempertahankan nilai investasinya karena didukung loyalitas konsumen dan posisi merek yang kuat di pasar global.
Analisis Kelayakan dan Keuntungan Investasi Jam Tangan Mewah
Kinerja Investasi Rolex
Rolex merupakan merek jam tangan mewah dengan pangsa pasar terbesar di dunia, mencatat penjualan lebih dari CHF 10,5 miliar per tahun (Morgan Stanley & LuxeConsult). Model seperti Daytona, Submariner, dan GMT-Master II memiliki likuiditas tinggi serta sering diperdagangkan di atas harga ritel karena tingginya permintaan di pasar sekunder (Grand View Research, 2026). Salah satu contoh keberhasilan investasinya adalah Rolex Cosmograph Daytona milik Paul Newman yang terjual seharga USD 17,75 juta pada 2017, menunjukkan bahwa model langka dengan nilai historis dapat menghasilkan keuntungan investasi yang sangat tinggi.
Kinerja Investasi Patek Philippe
Patek Philippe dikenal memiliki tingkat eksklusivitas tinggi melalui produksi yang terbatas sehingga menciptakan kelangkaan di pasar. Model Nautilus secara konsisten diperdagangkan di atas harga ritel akibat tingginya permintaan kolektor (Grand View Research, 2026). Reputasi merek, nilai historis, dan kemampuan mempertahankan nilai (value retention) menjadikan Patek Philippe sebagai aset investasi jangka panjang dengan volatilitas harga yang relatif rendah.
Kinerja Investasi Audemars Piguet
Audemars Piguet, khususnya seri Royal Oak, memiliki prospek investasi yang baik karena didukung produksi terbatas dan tingginya permintaan kolektor global. Menurut Grand View Research (2026), banyak model Royal Oak diperdagangkan dengan harga premium di pasar sekunder, terutama referensi yang sulit diperoleh melalui distributor resmi.
Secara keseluruhan, jam tangan mewah memiliki potensi sebagai investasi alternatif karena mampu mempertahankan bahkan meningkatkan nilainya. Nilai pasar jam tangan mewah bekas diperkirakan meningkat dari USD 32,3 miliar pada 2025 menjadi USD 85,4 miliar pada 2033 dengan CAGR 13,3%, yang menunjukkan prospek pertumbuhan pasar yang positif. Meski demikian, potensi keuntungan tidak berlaku pada semua model. Keberhasilan investasi umumnya terkonsentrasi pada model unggulan yang memiliki reputasi merek kuat, tingkat kelangkaan tinggi, dan nilai historis, sebagaimana tercermin pada berbagai lelang internasional. Bain & Company (2024) juga mencatat adanya penurunan penjualan sekitar 5–7% serta koreksi harga di pasar sekunder, sehingga investor perlu mempertimbangkan risiko dan memilih model secara selektif.
Risiko Investasi Jam Tangan Mewah
Meskipun jam tangan mewah memiliki potensi memberikan keuntungan jangka panjang, investasi ini tetap mengandung berbagai risiko yang dapat memengaruhi nilai aset. Risiko-risiko tersebut meliputi :
Risiko Fluktuasi Harga Pasar
Nilai jam tangan mewah tidak selalu meningkat, tetapi dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan dinamika pasar. Setelah lonjakan harga pada masa pandemi COVID-19, indeks harga jam tangan mewah bekas dilaporkan turun lebih dari 30% dari puncaknya pada 2022 (Morgan Stanley & WatchCharts). Salah satu contohnya adalah Patek Philippe Nautilus Ref. 5711, yang sempat diperdagangkan di atas USD 200.000, namun kemudian mengalami koreksi harga seiring meredanya euforia pasar.
Risiko Likuiditas
Berbeda dengan saham, jam tangan mewah tidak dapat diperjualbelikan dengan cepat karena bergantung pada ketersediaan pembeli. Kleine et al. (2024) menyatakan bahwa aset koleksi memiliki tingkat likuiditas yang lebih rendah dibandingkan instrumen keuangan tradisional, sehingga penjualan dapat memerlukan waktu lebih lama atau dilakukan dengan harga yang lebih rendah.
Risiko Pemalsuan Produk (Counterfeit)
Maraknya jam tangan palsu dan frankenwatch meningkatkan risiko investasi. Federation of the Swiss Watch Industry (FH) memperkirakan jumlah jam tangan palsu yang beredar secara global bahkan melebihi produksi jam tangan Swiss asli, sehingga pembelian produk tidak autentik dapat menghilangkan hampir seluruh nilai investasinya.
Risiko Kerusakan dan Biaya Perawatan
Sebagai aset fisik, jam tangan mewah rentan terhadap kerusakan akibat penggunaan maupun penyimpanan yang kurang tepat. Nilai investasi juga dipengaruhi oleh kondisi fisik, kelengkapan dokumen, serta biaya servis berkala yang pada merek seperti Rolex, Patek Philippe, dan Audemars Piguet dapat mencapai ratusan hingga ribuan dolar Amerika Serikat.
Risiko Perubahan Tren dan Preferensi Kolektor
Nilai jam tangan mewah sangat dipengaruhi oleh perubahan selera kolektor dan tren pasar. Wang et al. (2024) menyatakan bahwa faktor emosional dan sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap nilai aset koleksi, sehingga model yang sempat mengalami lonjakan harga akibat popularitas atau media sosial dapat mengalami penurunan ketika minat pasar berkurang.
Prospek Investasi Jam Tangan Mewah
Rolex
Rolex memiliki prospek investasi yang paling stabil di antara merek jam tangan mewah, didukung pangsa pasar sekitar 30,3% dan penjualan lebih dari CHF 10 miliar per tahun (Morgan Stanley & LuxeConsult, 2024). Model seperti Submariner, Daytona, GMT-Master II, dan Datejust memiliki likuiditas tinggi serta mampu mempertahankan nilai jual kembali, bahkan beberapa masih diperdagangkan di atas harga ritel (WatchCharts). Dengan reputasi merek yang kuat, jaringan distribusi global, dan basis kolektor yang luas, Rolex menjadi pilihan yang sesuai bagi investor yang mengutamakan stabilitas dan likuiditas.
Patek Philippe
Patek Philippe menawarkan prospek investasi jangka panjang yang kuat karena produksi yang terbatas sehingga menciptakan kelangkaan dan nilai koleksi yang tinggi. Model Nautilus Ref. 5711 tetap diperdagangkan jauh di atas harga ritel meskipun mengalami koreksi setelah lonjakan harga. Selain itu, Grandmaster Chime Ref. 6300A-010 yang terjual sekitar USD 31 juta menunjukkan tingginya apresiasi kolektor terhadap merek ini. Dengan reputasi dan eksklusivitas yang kuat, Patek Philippe lebih sesuai bagi investor jangka panjang dengan kapasitas finansial yang besar.
Audemars Piguet
Audemars Piguet, khususnya seri Royal Oak, memiliki prospek investasi yang menjanjikan karena didukung produksi terbatas, distribusi selektif, dan tingginya minat kolektor. Menurut Morgan Stanley & LuxeConsult (2024), Audemars Piguet menguasai sekitar 8–9% pangsa pasar jam tangan Swiss global. Meskipun harga Royal Oak cenderung lebih volatil dibandingkan Rolex, banyak modelnya masih diperdagangkan di atas harga ritel setelah koreksi pasar, sehingga tetap menarik sebagai investasi bagi kolektor yang mengutamakan eksklusivitas dan potensi apresiasi nilai..
Penutup (Kesimpulan)
Berdasarkan kajian literatur, nilai investasi jam tangan mewah dipengaruhi oleh reputasi merek, kelangkaan produk, permintaan pasar dan minat kolektor, keaslian serta kondisi fisik, dan kondisi ekonomi. Rolex, Patek Philippe, dan Audemars Piguet menjadi merek yang paling dominan karena memiliki reputasi kuat, produksi terbatas, dan permintaan tinggi di pasar sekunder, sehingga mampu mempertahankan nilai investasinya.
Meskipun demikian, investasi jam tangan mewah tetap memiliki risiko, seperti fluktuasi harga, likuiditas yang rendah, pemalsuan produk, biaya perawatan, dan perubahan tren kolektor. Secara keseluruhan, pertumbuhan pasar dan meningkatnya minat terhadap aset koleksi menunjukkan bahwa ketiga merek tersebut masih memiliki prospek investasi yang positif dalam jangka panjang bagi investor yang memahami karakteristik pasar koleksi.
Daftar Pustaka
Ash-Shiddiqy, M. (2025). Analisis tentang teori permintaan dan penawaran dalam ekonomi global. Journal Actual Organization of Economic, 6(3), 194–210.
Bain & Company. (2024). Luxury in transition: Securing future growth. Bain & Company.
Chen, H., Yang, Z., & Lyu, T. (2025). Empirical investigation of digital collectibles purchase intention: The roles of value, risks, identification, and scarcity. International Journal of Human–Computer Interaction, 41(16), 9861–9880.
Codignola, F., Benedan, L., & Mariani, P. (2026). Framing collectible design: A Delphi study on an emerging cultural-economic field. Quality & Quantity, 1–24.
D’Arpizio, C., Levato, F., Steiner, A., & de Montgolfier, J. (2025). Luxury in transition: Securing future growth. Bain & Company & Fondazione Altagamma.
Dimson, E., Pukthuanthong, K., & Vorsatz, B. (2026). Emotional yields of collectibles. Financial Analysts Journal, 82(2), 19–45.
EveryWatch. (2025). Secondary market movements report—Year 2025. In Europa Star. https://www.europastar.com/time-business/1004115823-everywatch-secondary-watch-market-reached-16-73.html
Grand View Research. (2025). Pre-owned luxury watches market size, share & trends analysis report. Grand View Research.
Hasyim, B. A., & Barusman, A. R. P. (2026). Kontribusi brand image dan brand awareness terhadap pembentukan brand equity Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan, 5(1).
Hunsader, K. J., Lawrey, C., & Affuso, E. (2025). Evaluating collectibles as alternative investments: A hedonic pricing analysis of vintage Hot WheelsTM. Review of Behavioral Finance, 17(3), 462–481.
Kleine, J., Peschke, T., & Wagner, N. (2024). Beyond financial wealth: The experienced utility of collectibles. The Quarterly Review of Economics and Finance, 97, 101865. https://doi.org/10.1016/j.qref.2024.101865
Köstlmeier, S., & Röder, K. (2025). Diversification benefits of luxury watches and day-of-the-week effects in a seven-day traded market. SSRN.
Li, D. (2024). The impact of macroeconomic climate on luxury marketing strategy. Highlights in Business, Economics and Management, 43, 563–568.
Morgan Stanley Research, & LuxeConsult. (2024). Swiss watch industry report 2024. Morgan Stanley Research & LuxeConsult.
Morgan Stanley. (2024, March 1). Swiss watch industry report 2024 [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=RZphxZTlNps
Okahara, K., & Nagasawa, S. (2025). Analyses of the impact of brand value on prices in the luxury watch industry. Transactions of Japan Society of Kansei Engineering, 24(2), 219–227.
Wang, X., Sung, B., & Phau, I. (2024). How rarity and exclusivity influence types of perceived value for luxury. Journal of Brand Management, 31(6), 576–592.
Penulis:
Ridho Farhad – 231010504457
Selviana Maylani – 231010503796
Wulandari – 231010505314







