JAKARTA – Seorang bocah berinisial I (4) meninggal dunia setelah terjebak selama kurang lebih empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Minggu dini hari, 28 Juni.
Korban sempat berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan saat perjalanan menuju rumah sakit.
“Kondisi korban balita tidak tertolong,” kata Kapolsek Tebet AKP Ischak dikutip Minggu, 28 Juni.
Menurut Ischak, korban masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat berhasil dikeluarkan dari lubang proyek. Namun kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia sebelum mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Kepala Sektor Tebet Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Kusnanto, mengatakan petugas pemadam kebakaran turut membantu proses penyelamatan hingga mengantarkan korban ke rumah sakit.
“Anggota saya yang melakukan evakuasi dan juga disaksikan oleh warga setempat, masih kondisi hidup. Jadi tidak tertolongnya dalam perjalanan ke rumah sakit,” kata Kusnanto.
Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab korban bisa terjatuh ke dalam lubang proyek tersebut.
Peristiwa bermula ketika polisi menerima laporan dari warga mengenai seorang anak yang terperosok ke dalam lubang proyek di Taman RW 04, Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, pada Minggu, 28 Juni sekitar pukul 23.40 WIB.
Saat kejadian, korban diketahui sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar lokasi proyek. Tanpa diduga, korban terjatuh ke dalam lubang sedalam sekitar 3,5 hingga 4 meter dengan diameter sekitar 30 x 30 sentimeter.
Teman-teman korban kemudian meminta bantuan kepada petugas Pos Komando Taktis (Poskotis) Manggarai. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada personel piket Polsek Tebet yang langsung mendatangi lokasi kejadian.
Pada tahap awal, petugas berupaya mengevakuasi korban secara manual dengan menurunkan personel bertubuh kecil ke dalam lubang. Namun, upaya itu belum berhasil karena ukuran lubang yang sangat sempit serta kondisi korban yang mengalami trauma.
Selanjutnya, petugas berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Gulkarmat, Puskesmas Tebet, RSUD Tebet, serta mengerahkan alat berat untuk mempercepat proses penyelamatan.
Dua unit ekskavator kemudian diterjunkan untuk melakukan penggalian secara hati-hati. Petugas terlebih dahulu membuat jalur aman di sisi lubang guna mencegah terjadinya longsor selama proses evakuasi berlangsung.
Polisi juga memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk mengamankan area sekaligus menghindari kerumunan warga yang dapat menghambat proses penyelamatan.
Setelah proses evakuasi berlangsung sekitar empat jam, korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari dalam lubang sekitar pukul 03.55 WIB. Korban kemudian segera dilarikan ke RSCM untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.







