TANGERANG SELATAN – Vitamin D selama ini lebih dikenal sebagai suplemen yang dikonsumsi dalam bentuk tablet. Namun, penelitian terbaru menunjukkan cara pemberian yang berbeda, yakni melalui hirupan langsung ke paru-paru, berpotensi menjadi alternatif terapi bagi penderita penyakit paru kronis.
Dilansir The Independent, COPD Foundation menyebut vitamin D yang diberikan melalui inhalasi memiliki potensi untuk meningkatkan fungsi paru-paru sekaligus mengurangi risiko kekambuhan pada pasien penyakit paru kronis.
Berdasarkan data American Lung Association, lebih dari 35 juta penduduk Amerika Serikat hidup dengan berbagai penyakit paru, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), fibrosis kistik, hingga asma.
Para peneliti menjelaskan bahwa kadar vitamin D yang rendah diketahui dapat meningkatkan risiko infeksi, memperburuk fungsi paru-paru, serta memicu kekambuhan penyakit. Meski demikian, peningkatan kadar vitamin D melalui suplemen oral ternyata belum tentu memberikan manfaat optimal bagi kesehatan paru.
Hal tersebut diduga berkaitan dengan proses penyerapan vitamin D di dalam tubuh. Setelah dikonsumsi, vitamin D akan diproses terlebih dahulu di hati sebelum diedarkan melalui aliran darah. Dalam perjalanannya menuju paru-paru, vitamin tersebut diduga dapat kehilangan aktivitasnya sebelum mencapai jaringan saluran pernapasan.
“Vitamin D oral berpotensi dinonaktifkan oleh enzim di pembuluh darah paru-paru sehingga tidak sampai ke saluran napas,” kata Kevin Schichlein dari University of North Carolina at Chapel Hill.
Menurut Schichlein, pemberian vitamin D secara langsung ke paru-paru berpotensi menjadi metode yang lebih efektif dibandingkan konsumsi oral.
Penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukkan vitamin D hirup mampu membantu melindungi paru-paru dari paparan debu, polusi, maupun patogen. Kendati demikian, Schichlein bersama timnya menegaskan bahwa metode tersebut masih harus melalui pengujian pada manusia untuk memastikan efektivitas sekaligus menentukan dosis yang aman.
Ilona Jaspers, profesor pediatri di UNC School of Medicine, mengatakan pemberian vitamin D secara topikal atau hirup sudah diteliti untuk penyakit saluran napas atas. Data praklinis dan uji klinis awal menunjukkan hasil yang menjanjikan.
Selain itu, pemberian vitamin D langsung ke paru-paru juga dinilai memiliki potensi untuk menekan peradangan. Manfaat ini dinilai penting mengingat banyak penyakit paru berat berkaitan dengan proses inflamasi yang dapat merusak jaringan paru dan menghambat aliran udara.
Meski memberikan harapan baru, para peneliti menegaskan bahwa vitamin D hirup belum dapat digunakan sebagai terapi tunggal. Efektivitas serta keamanan penggunaannya masih harus dibuktikan melalui uji klinis pada manusia sebelum dapat diterapkan secara luas.







