LITERASI keuangan sejak dini merupakan fondasi penting dalam membentuk perilaku finansial yang sehat di masa depan. Kebiasaan mengelola uang, menabung, serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan idealnya ditanamkan sejak anak masih berada di usia sekolah dasar, ketika pola pikir dan kebiasaan mereka masih dalam tahap pembentukan dan relatif mudah diarahkan.
Sayangnya, pendidikan mengenai pengelolaan keuangan masih sering dianggap sebagai topik yang terlalu berat untuk disampaikan kepada anak, sehingga jarang diajarkan secara terstruktur, baik di lingkungan keluarga maupun lembaga sosial.
Dompet Yatim dan Dhuafa Domyadhu, Rempoa, Tangerang Selatan, sebagai lembaga yang menaungi dan membina anak-anak yatim dan dhuafa, menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan program PKM ini. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Pamulang.

Mahasiswa Universitas Pamulang merancang sebuah program bertajuk “CERDAS (Cermat dan Sadar Finansial) bagi Anak dalam Pengelolaan Keuangan Sejak Dini”. Program ini sengaja dirancang tidak hanya menyampaikan materi secara konvensional melalui ceramah atau penyuluhan satu arah, tetapi juga menghadirkan aktivitas melukis celengan sebagai media edukasi yang interaktif.
Pendekatan ini dipilih dengan pertimbangan bahwa anak-anak usia dini cenderung lebih mudah menyerap nilai dan konsep abstrak, seperti menabung dan kedisiplinan finansial, melalui aktivitas yang konkret, visual, dan menyenangkan, dibandingkan hanya melalui penyampaian informasi secara lisan.
Kegiatan PKM ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak di Dompet Yatim dan Dhuafa Domyadhu mengenai konsep dasar pengelolaan keuangan, termasuk pentingnya menabung, kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta keterampilan merencanakan tujuan finansial secara sederhana.
Selain aspek pemahaman, kegiatan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan motivasi intrinsik anak agar mau menabung secara rutin melalui media celengan yang mereka buat dan hias sendiri, sehingga proses menabung tidak terasa sebagai kewajiban, melainkan sebagai bagian dari ekspresi diri. Lebih jauh, program ini berupaya memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan partisipatif, agar nilai-nilai literasi keuangan lebih mudah diinternalisasi oleh anak dan tidak sekadar dihafal sebagai materi yang abstrak.
Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran sejak dini bahwa kebiasaan finansial yang baik dapat berkontribusi terhadap masa depan yang lebih baik.
Kegiatan ini dilaksanakan di Dompet Yatim dan Dhuafa Rempoa, Tangerang Selatan, dengan sasaran utama anak-anak yang berusia 4-15 Tahun Sebanyak 15 Anak.
Sebelum aktivitas melukis dimulai, anak-anak terlebih dahulu diberikan sesi edukasi berupa penjelasan sederhana mengenai konsep dasar pengelolaan keuangan. Materi yang disampaikan meliputi pengertian dan manfaat menabung, perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, cara menyisihkan uang saku secara konsisten, serta pentingnya memiliki tujuan atau cita-cita yang ingin diwujudkan melalui kebiasaan menabung.
Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas inti, yaitu melukis celengan, yang berfungsi sebagai media edukasi interaktif untuk menjembatani aspek kognitif dan afektif anak secara bersamaan. Pada tahap ini, anak-anak diberi kebebasan untuk mengekspresikan kreativitas, impian, dan harapan mereka pada media celengan yang mereka lukis sendiri. Keterlibatan aktif dalam proses membuat dan menghias celengan ini menumbuhkan rasa kepemilikan.
Sebagai penutup kegiatan, tim PKM melakukan sesi tanya jawab ringan dan observasi partisipatif untuk menilai sejauh mana anak-anak memahami materi yang telah disampaikan. Sebagai bentuk refleksi sederhana atas proses belajar yang telah mereka lalui.
Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa edukasi literasi keuangan bagi anak-anak panti asuhan paling efektif dilakukan melalui pendekatan joyful learning yang menggabungkan unsur kreativitas dan edukasi. Metode learning by doing melalui media melukis celengan terbukti sangat efektif dalam menanamkan kebiasaan menabung sejak dini karena anak-anak mendapatkan pengalaman langsung yang membangun rasa kepemilikan dan ikatan emosional terhadap wadah tabungan mereka.
Selain itu, kegiatan ini berhasil mengawali transformasi pola pikir anak dari yang semula bersifat konsumtif menjadi lebih produktif dan berorientasi masa depan. Melalui praktik ini, anak-anak mulai memahami pentingnya menyisihkan uang secara konsisten guna menghadapi tantangan di masa depan, sehingga mentalitas mandiri dan disiplin finansial mulai tumbuh dalam diri mereka.
Penulis:
Siti Nur Fadhillah
Ferina Damayanti
Khairunnisa Ramadhani
R.A Nadia Indah Nur Septiani
Mahasiswa Prgram Studi Sarjana Akuntansi Universitas Pamulang







