• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Ketimpangan Pendidikan: Ketika Konstitusi Kalah oleh Geografi

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Juni 25, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 3min read
Ketimpangan Pendidikan: Ketika Konstitusi Kalah oleh Geografi
223
SHARES
2.4k
VIEWS

ADA pemandangan yang kontras di negeri ini. Di sebuah sekolah menengah Jakarta, siswa belajar coding menggunakan laptop terbaru, berinteraksi dengan smartboard canggih, dan mengakses internet tanpa hambatan.

Sementara di pedalaman pedalaman kabupaten yang jauhh dari pemerintah, para siswa masih bergulat dengan hal yang jauh lebih mendasar: jaringan internet tidak stabil, kurikulum yang sulit berjalan, dan orang tua siswa yang belum melihat pendidikan sebagai prioritas.

Ironinya, dua realita itu hidup berdampingan di bawah satu konstitusi yang sama.

Konstitusi yang Tidak Mengenal Batas Wilayah

Pasal 31 UUD 1945 sangat tegas: setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, dan negara wajib membiayainya. Tidak ada pengecualian untuk anak-anak yang tinggal jauh dari ibu kota. Tidak ada klausul yang menyebut hak itu baru berlaku jika wilayahnya sudah ada sinyalnya.

Namun kenyataan berkata lain. Data Kementerian Pendidikan mencatat sekitar 10.000 sekolah di daerah 3T mengalami kerusakan fisik, dan sekitar 4.000 di antaranya tidak memiliki listrik yang stabil. Artinya, setiap hari ada ribuan anak Indonesia yang hak konstitusionalnya tergadaikan  bukan karena negara tidak punya undang-undang, melainkan karena undang-undang itu belum sanggup menembus batas geografis.

BACA JUGA :  Kondisi Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Setelah Kegagalan Meikarta

Di sinilah letak ironinya: konstitusi kita modern, tetapi jangkauannya masih kalah oleh medan yang sulit.

Digitalisasi Tanpa Fondasi

Pemerintah tahun ini memang tidak tinggal diam. Program digitalisasi pendidikan diperluas, anggaran digenjot, dan Mendikdasmen secara langsung menyatakan komitmen memprioritaskan pembangunan sekolah baru di daerah 3T pada 2026. Langkah ini patut diapresiasi.

Namun ada pertanyaan yang perlu dijawab lebih jujur: bagaimana mungkin digitalisasi bisa berjalan ketika fondasi paling dasar saja belum terpenuhi? Smartboard yang dikirim ke sekolah tanpa listrik bukan solusi  ia hanya jadi simbol kebijakan yang dirancang dari kenyamanan ruang rapat di Jakarta, bukan dari realita kelas di NTT atau Papua. 

BACA JUGA :  Mahasiswa UNPAM Edukasi Anak-Anak di Ciledug tentang Kewirausahaan Lewat Kreasi Gelang Manik-Manik

Maka dari itu yang perlu di benahi dan di penuhi Adalah hak mendasar yang memang benar-benar yang akan berguna dan bermanfaat bagi para siswa, bukan hanya sekedar fasilitas yang di gaungkan ke publik namun pada relatianya fasilitas tersebut tidak sebermanfaat itu bagi para siswa di pedalaman.

Ini bukan soal niat yang buruk. Ini soal cara pandang yang perlu dikoreksi.

Keadilan yang Sesungguhnya

persoalan ini bukan sekadar masalah infrastruktur. Kesenjangan pendidikan antara kota dan daerah 3T adalah cerminan dari seberapa serius kita mendefinisikan kesetaraan sebagai nilai bangsa. Apakah kesetaraan berarti semua anak mendapat sekolah? Atau semua anak mendapat pendidikan yang benar-benar bermakna?

Ada siswa-siswa di pelosok yang tetap hadir di sekolah meski harus berjalan kaki berjam-jam menembus hutan atau menyeberangi sungai setiap paginya. Mereka adalah bukti bahwa semangat belajar tidak pernah padam, bahkan di tengah keterbatasan yang paling berat sekalipun. Tapi semangat saja tidak cukup  negara tidak boleh bersandar pada ketabahan anak-anak itu untuk menutupi kegagalan sistemnya.

BACA JUGA :  Pesan Rektor UNPAM di Hari Guru Nasional 2023: Harus Miliki Kompetensi dan Daya Saing Internasional

Yang dibutuhkan bukan program baru yang lebih banyak, melainkan perubahan cara pandang: dari kebijakan yang mengejar angka dan statistik, menuju kebijakan yang benar-benar hadir di hadapan anak-anak yang paling terpinggirkan.

Karena kemajuan pendidikan sebuah bangsa tidak diukur dari sekolah terbaiknya. Ia diukur dari sekolah terburuknya  dan apakah anak di sana masih punya harapan yang sama dengan anak di ibu kota.

Selama konstitusi masih kalah oleh geografi, mimpi Indonesia Emas 2045 akan terus terasa jauh bagi sebagian anak bangsa.

Sumber: Data Kementerian Pendidikan, dikutip dalam “Kesenjangan Pendidikan di Daerah 3T: Legislasi dan Kebijakan,” ProJabar, 8 Desember 2025.

 

Penulis:

Endang Dwiyanto

Mahasiswa Universitas Pamulang

Tags: Ketika Konstitusi Kalah oleh GeografiKetimpangan Pendidikan
Previous Post

Tantangan Manajemen Kompensasi dalam Menghadapi Ekspektasi Generasi Z di Dunia Kerja

Next Post

Persepsi Karyawan terhadap Transparansi Informasi Keuangan Perusahaan dalam Negosiasi Upah Bersama Serikat Pekerja

Related Posts

SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?
DUNIA KAMPUS

SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?

Oktober 22, 2026
2.4k
Peran Public Speaking dalam Membangun Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Peran Public Speaking dalam Membangun Kepercayaan Diri

Oktober 22, 2026
2.4k
Tips Sukses Menggunakan Marketplace
DUNIA KAMPUS

Strategi Penetapan Harga Produk pada UMKM di Tengah Kenaikan Biaya Marketplace di Indonesia

Oktober 22, 2026
2.4k
Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat
DUNIA KAMPUS

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Persepsi Karyawan terhadap Transparansi Informasi Keuangan Perusahaan dalam Negosiasi Upah Bersama Serikat Pekerja

Persepsi Karyawan terhadap Transparansi Informasi Keuangan Perusahaan dalam Negosiasi Upah Bersama Serikat Pekerja

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com