BANDUNG – Taufik Hidayat, yang menjadi terduga pelaku dalam kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan terhadap perempuan berinisial YTR, mengakui telah melakukan kekerasan terhadap korban. Pengakuan tersebut terekam dalam sebuah video pemeriksaan yang beredar luas di media sosial dan memuat sejumlah keterangan terkait tindakan yang dilakukannya.
Dalam rekaman interogasi yang diunggah akun Instagram @aditya_peratama, Taufik Hidayat mengakui telah memukul korban menggunakan helm hingga menyebabkan luka di bagian wajah.
“Itu bagian bibir korban kamu apain?” tanya polisi saat melakukan interogasi kepada Taufik Hidayat.
“Saya pukul pakai helm pak,” jawab Taufik Hidayat, dikutip dari Beritasatu Selasa, 23 Juni .
Petugas kemudian mempertanyakan kembali keterangan tersebut untuk memastikan kronologi yang terjadi.
“Ah, masa kamu pukul pakai helm?” tanya polisi lagi.
Menanggapi pertanyaan itu, Taufik Hidayat mengatakan pemukulan dengan helm dilakukan lebih dari satu kali dan berdampak cukup serius terhadap korban.
“Giginya copot satu, lalu kedua kali saya pukul lagi pakai helm,” ujarnya.
Selain mengakui tindakan kekerasan fisik, Taufik Hidayat juga membenarkan adanya ancaman yang ditujukan kepada korban agar tidak menceritakan atau melaporkan kejadian tersebut.
“Kamu juga melakukan pengancaman, benar atau tidak?” tanya polisi kepada pelaku.
“Iya pak,” jawab Taufik Hidayat sambil mengangguk.
Dalam pemeriksaan yang sama, polisi turut menanyakan kondisi mata korban yang diduga mengalami gangguan penglihatan permanen akibat kekerasan tersebut.
“Itu mata korban kenapa? Dicongkel sama kamu, ya?” ujar polisi.
“Tidak saya congkel pak, saya pukul pakai tangan bagian dalam,” tuturnya.
Menjelang akhir pemeriksaan, Taufik Hidayat menyampaikan penyesalannya atas tindakan yang telah dilakukan dan menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab.
“Saya siap tanggung jawab pak atas perbuatan saya. Saya menyesal pak,” tutupnya.
Hingga kini, kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan terhadap YTR masih ditangani aparat kepolisian. Proses penyidikan terus berjalan guna mengungkap seluruh fakta dan mendalami rangkaian peristiwa yang terjadi.







