Pertanyaan dari Sofia, Tangerang Selatan
Saya ditipu saat melakukan transaksi jual beli online dan telah mentransfer uang, tetapi barang tidak dikirim dan kontak saya diblokir. Bukti apa saja yang perlu saya kumpulkan untuk membuat laporan ke kepolisian?
Terima kasih.
Jawaban Xpress Law
Oleh: TURNYA, S.H., M.H.
Advokat dan Dosen Hukum
Ibu Sofia yang kami hormati,
Kasus penipuan dalam transaksi jual beli online saat ini semakin sering terjadi seiring meningkatnya aktivitas perdagangan melalui media sosial, marketplace, maupun aplikasi pesan instan. Apabila seseorang telah menerima pembayaran tetapi tidak mengirimkan barang yang dijanjikan, kemudian memutus komunikasi atau memblokir korban, maka terdapat indikasi perbuatan yang dapat mengarah pada dugaan tindak pidana penipuan.
Namun sebelum membuat laporan ke kepolisian, sangat penting untuk mengumpulkan dan mengamankan seluruh bukti yang berkaitan dengan transaksi tersebut.
Bukti yang Perlu Dikumpulkan
1. Bukti Transfer Pembayaran
Simpan seluruh bukti pembayaran yang telah dilakukan, antara lain:
- Bukti transfer bank;
- Bukti pembayaran melalui e-wallet;
- Mutasi rekening;
- Riwayat transaksi digital.
Bukti ini akan menunjukkan bahwa memang telah terjadi penyerahan uang kepada pihak yang diduga pelaku.
2. Percakapan dengan Penjual
Simpan seluruh komunikasi yang terjadi sebelum dan sesudah transaksi, seperti:
- Chat WhatsApp;
- Telegram;
- Instagram;
- Facebook Messenger;
- Email;
- SMS.
Jangan menghapus percakapan meskipun pelaku sudah memblokir kontak Anda.
Screenshot seluruh percakapan yang berisi:
- Penawaran barang;
- Harga barang;
- Kesepakatan transaksi;
- Nomor rekening tujuan;
- Janji pengiriman barang.
3. Identitas Akun Penjual
Dokumentasikan seluruh identitas yang diketahui, seperti:
- Nama akun media sosial;
- Username;
- Nomor telepon;
- Alamat email;
- Link marketplace;
- Foto profil;
- Nomor rekening penerima.
Informasi sekecil apa pun dapat membantu proses penyelidikan.
4. Bukti Iklan atau Penawaran Barang
Jika transaksi berasal dari:
- Marketplace;
- Instagram;
- Facebook;
- TikTok Shop;
- Website tertentu;
segera simpan:
- Screenshot iklan;
- Deskripsi produk;
- Harga yang ditawarkan;
- Profil penjual.
Karena tidak jarang akun pelaku akan dihapus setelah menerima uang dari korban.
5. Bukti Bahwa Barang Tidak Pernah Dikirim
Misalnya:
- Tidak ada nomor resi pengiriman;
- Resi palsu;
- Bukti pelacakan paket yang tidak valid;
- Pengakuan pelaku yang terus menunda pengiriman.
Bukti ini penting untuk menunjukkan bahwa kewajiban pengiriman barang tidak pernah dipenuhi.
Bagaimana Cara Melapor ke Polisi?
Apabila bukti-bukti tersebut telah dikumpulkan, Ibu dapat membuat laporan ke:
- Polsek;
- Polres;
- Polda;
- Atau Direktorat Reserse Siber apabila terdapat unsur kejahatan melalui media elektronik.
Dokumen yang sebaiknya dibawa:
- KTP pelapor;
- Bukti transfer;
- Screenshot percakapan;
- Identitas akun pelaku;
- Bukti iklan atau penawaran;
- Kronologi kejadian secara tertulis.
Semakin lengkap bukti yang disampaikan, semakin mudah bagi penyidik untuk melakukan penelusuran.
Apakah Pelaku Bisa Dipidana?
Apabila terbukti bahwa sejak awal pelaku memang berniat mengambil uang korban tanpa mengirimkan barang yang dijanjikan, maka perbuatannya dapat mengandung unsur:
Penipuan
Sebagaimana diatur dalam Pasal 492 UU 1/2023 .
Kejahatan Melalui Sistem Elektronik
Apabila transaksi dilakukan melalui media elektronik, penyidik juga dapat menelusuri kemungkinan penerapan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan terkait transaksi elektronik sesuai fakta yang ditemukan dalam penyidikan.
Penentuan pasal yang digunakan nantinya menjadi kewenangan penyidik berdasarkan alat bukti yang diperoleh.
Tips Agar Tidak Menjadi Korban Penipuan Online
Sebelum melakukan transaksi online:
- Periksa reputasi penjual.
- Hindari transfer langsung kepada pihak yang tidak dikenal.
- Gunakan marketplace yang menyediakan rekening bersama atau fitur perlindungan pembeli.
- Jangan mudah tergiur harga yang jauh di bawah harga pasar.
- Simpan seluruh bukti transaksi sejak awal.
Kesimpulan
- Simpan seluruh bukti transfer pembayaran.
- Screenshot seluruh percakapan dengan penjual.
- Dokumentasikan identitas akun dan nomor rekening pelaku.
- Simpan bukti iklan atau penawaran barang.
- Buat laporan polisi dengan membawa seluruh bukti tersebut.
- Semakin lengkap bukti yang dimiliki, semakin besar peluang penyidik mengungkap identitas pelaku.
Pesan Hukum Xpress Law
“Di era digital, bukti elektronik memiliki nilai hukum yang sangat penting. Jangan terburu-buru menghapus chat, rekening tujuan, atau screenshot transaksi. Sering kali bukti-bukti sederhana tersebut justru menjadi kunci utama untuk mengungkap pelaku penipuan online.”
Xpress Law
“Membumikan Hukum, Mencerdaskan Masyarakat.”
Kirimkan pertanyaan hukum Anda ke Rubrik Tanya Jawab Hukum Xpress Law untuk mendapatkan edukasi hukum yang mudah dipahami masyarakat.







