TANGERANG SELATAN – Presenter ternama Melaney Ricardo akhirnya angkat bicara terkait kritik yang disampaikan kreator konten Eza Putra mengenai sistem pembayaran narasumber dalam podcast yang dikelolanya.
Belakangan, podcast milik Melaney menjadi perbincangan warganet setelah muncul tudingan bahwa sejumlah tamu yang hadir dalam program tersebut tidak menerima uang saku, meski kontennya berpotensi menghasilkan trafik tinggi dan pendapatan dari iklan.
Menanggapi hal itu, Melaney menjelaskan bahwa kebijakan pemberian honor kepada narasumber tidak berlaku secara seragam. Menurutnya, keputusan tersebut bergantung pada siapa tamu yang diundang serta materi yang dibahas dalam podcast.
Melalui akun Instagram pribadinya yang dikutip Beritasatu.com, Minggu, 7 Juni, Melaney menegaskan bahwa podcast yang ia jalankan merupakan proyek pribadi dan bukan milik sebuah perusahaan.
“Apakah tamu podcast dibayar atau tidak? Jawabannya tergantung untuk podcast aku. Untuk podcast aku. For your info podcast aku perorangan, bukan podcast perusahaan. Tergantung tamunya siapa dan isi materi kontennya apa,” ungkap Melaney.
Ia menjelaskan, tidak sedikit tamu yang hadir merupakan sahabat atau rekan sesama artis yang memiliki hubungan pertemanan dekat. Dalam situasi tersebut, kerja sama yang terjalin biasanya dilakukan secara timbal balik sebagai bentuk dukungan antarsesama.
“Ada beberapa tamu yang memang teman-teman artis, kita barter. Artinya karena basisnya friendship atau pertemanan, dan anytime dia mengundang ke podcast dia, I would love to support. Contoh yang baru-baru ini Ririn Ekawati, Citra Idol, enggak dibayar karena dasarnya pertemanan,” lanjutnya.
Meski demikian, Melaney menegaskan bahwa tidak semua narasumber hadir tanpa kompensasi. Ia mengaku tetap memberikan bayaran kepada tamu tertentu, bahkan melebihi biaya transportasi yang umumnya diberikan.
“Kalau kayak Calvin Dores dibayar enggak? Dibayar, bahkan lebih dari Rp 2 juta. Ada beberapa tamu yang aku berikan lebih dari uang transport,” jelas Melaney.
Melaney juga membantah anggapan bahwa dirinya hanya memanfaatkan kehadiran para narasumber untuk meraup keuntungan dari pendapatan iklan atau AdSense.
“Kalau aku dianggap hanya mengeruk AdSense dari tamu-tamu podcast aku, jawabannya aku rasa sih tidak ya. Apalagi untuk podcast yang ada brand, biasanya kita nego langsung sesuai dengan harga tamunya. Sekali lagi, kalau podcast itu dapat uang transport atau tidak, jawabannya tergantung. Itu kalau di podcast aku, enggak tahu di podcast orang lain,” tutupnya.







