HOKKAIDO – Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Suli Rahayu (21) meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman di Kota Chitose, Prefektur Hokkaido, Jepang. Aparat kepolisian setempat telah mengamankan seorang pria asal Indonesia yang diduga sebagai pelaku dalam kasus tersebut.
Polisi Hokkaido mengungkap identitas tersangka sebagai Mahamudi Agung Laksana Aji (27), seorang pekerja paruh waktu yang tinggal di Prefektur Chiba. Awalnya, pria tersebut ditahan atas dugaan percobaan pembunuhan. Namun, status kasus kemudian ditingkatkan menjadi dugaan pembunuhan setelah korban dinyatakan meninggal dunia.
Insiden berdarah itu terjadi pada Jumat (5/6) sekitar pukul 21.15 waktu setempat di kawasan Shinano, Kota Chitose. Korban mengalami luka tusuk serius di bagian perut akibat serangan menggunakan senjata tajam.
Suli Rahayu sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Namun, kondisinya tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.
Dalam peristiwa tersebut, seorang anggota polisi dan seorang kenalan korban turut mengalami luka saat berusaha menghentikan aksi pelaku. Keduanya saat ini masih menjalani perawatan medis.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa korban dan tersangka saling mengenal sebelum kejadian. Polisi juga telah mengamankan dua bilah pisau yang diduga digunakan dalam penyerangan sebagai barang bukti.
Saat diperiksa penyidik, tersangka mengakui perbuatannya.
“Saya menikamnya dengan maksud untuk membunuhnya,” kata tersangka kepada penyidik, dikutip dari International Press, Minggu, 7 Juni.
Menyusul meninggalnya korban, kepolisian Jepang secara resmi meningkatkan status penyelidikan menjadi kasus dugaan pembunuhan.
Lokasi kejadian diketahui berada di area permukiman yang berjarak sekitar 1,8 kilometer di sebelah barat laut Stasiun JR Chitose.
Seorang warga setempat berusia sekitar 50 tahun mengaku melihat seorang perempuan tergeletak di jalan setelah insiden terjadi. Ia juga menyaksikan petugas medis melakukan resusitasi jantung paru (RJP) sebelum korban dievakuasi ke rumah sakit.
Hingga kini, Kepolisian Hokkaido masih mendalami motif serta rangkaian peristiwa yang berujung pada aksi penikaman tersebut. Penyidik juga terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti tambahan guna mengungkap secara menyeluruh hubungan antara korban dan pelaku, serta latar belakang terjadinya tindak kekerasan yang merenggut nyawa korban.







