TANGERANG SELATAN – Di tengah padatnya aktivitas sehari-hari, banyak orang memilih menyantap makanan dengan terburu-buru agar dapat segera melanjutkan pekerjaan atau kegiatan lainnya. Meski terlihat praktis, kebiasaan makan terlalu cepat ternyata dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan yang patut diwaspadai.
Melansir Healthline, terdapat sejumlah risiko yang dapat muncul akibat kebiasaan makan dengan tempo yang terlalu cepat.
1. Mengganggu Sistem Pencernaan
Makan dalam waktu singkat dapat meningkatkan risiko berbagai masalah pencernaan, mulai dari gastritis hingga naiknya asam lambung. Selain itu, saat seseorang makan terlalu cepat, lebih banyak udara yang ikut masuk ke saluran pencernaan sehingga memicu perut kembung, gas berlebih, hingga iritasi pada usus besar.
Mengunyah makanan secara perlahan dan menyeluruh menjadi langkah penting dalam proses pencernaan karena membantu tubuh mempersiapkan dan mengaktifkan tahapan pencernaan berikutnya secara optimal.
2. Memicu Makan Berlebihan dan Berat Badan Naik
Kebiasaan makan cepat juga dapat membuat seseorang mengonsumsi makanan melebihi kebutuhan tubuh. Pasalnya, otak membutuhkan waktu untuk menerima sinyal kenyang. Ketika makanan dikonsumsi terlalu cepat, sinyal tersebut belum sempat diproses dengan baik.
Akibatnya, risiko kelebihan berat badan hingga obesitas menjadi lebih tinggi. Selain itu, dorongan untuk ngemil di luar jam makan dapat meningkat sehingga asupan kalori harian menjadi sulit dikendalikan.
3. Membuat Kadar Gula Darah Kurang Stabil
Mengonsumsi makanan dengan kecepatan normal diketahui mampu memberikan respons gula darah yang lebih baik. Sebaliknya, kebiasaan makan cepat berkaitan dengan meningkatnya risiko resistensi insulin dan sindrom metabolik.
Kondisi tersebut dapat membuka peluang terjadinya berbagai penyakit serius, seperti diabetes, penyakit jantung, hingga stroke. Karena itu, para ahli menyarankan untuk mengunyah makanan secara perlahan, setidaknya 20 hingga 30 kali setiap suapan, agar proses penyerapan glukosa berlangsung lebih bertahap dan membantu mencegah lonjakan gula darah yang drastis.







