JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meminta seluruh sekolah yang menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menyusun laporan harian terkait menu makanan yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kebijakan tersebut bertujuan memperkuat pengawasan sekaligus memastikan kualitas makanan yang diterima peserta didik tetap terjaga.
Permintaan itu disampaikan Abdul Mu’ti saat melakukan peninjauan pelaksanaan Program MBG di sejumlah sekolah di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat, 5 Juni. Salah satu sekolah yang dikunjungi adalah SMP Negeri 14 Balikpapan.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti menyempatkan diri berdialog dengan para siswa yang sedang menikmati makanan bergizi gratis. Ia juga mengingatkan pentingnya membiasakan perilaku disiplin setelah makan, termasuk merapikan ompreng atau wadah makan yang digunakan.
Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu membentuk karakter disiplin sekaligus mendukung kelancaran distribusi program MBG di lingkungan sekolah.
Setelah meninjau langsung pelaksanaan program, Abdul Mu’ti menilai menu yang disediakan secara umum telah memenuhi standar kebutuhan gizi siswa. Ia juga mengapresiasi variasi makanan yang disajikan setiap hari sehingga peserta didik tidak merasa jenuh.
“Saya kira sudah sesuai dan tadi saya tanya anak-anak juga suka karena setiap hari menunya berganti. Namun, mudah-mudahan bisa lebih diperbaiki lagi walaupun sudah sesuai, tetapi menurut saya memang masih ada yang perlu diperbaiki,” ujar Abdul Mu’ti dikutip Jumat, 5 Juni.
Meski memberikan penilaian positif, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa evaluasi dan penyempurnaan program tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini penting agar kualitas layanan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penerima manfaat di berbagai daerah.
Ia menjelaskan bahwa sesuai arahan Presiden, seluruh sekolah penerima manfaat MBG akan diminta menyusun laporan mengenai menu makanan yang diterima dari masing-masing SPPG setiap hari.
Laporan tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam memantau kualitas, variasi menu, serta kesesuaian kandungan gizi yang diterima siswa di seluruh Indonesia.
“Tadi saya lihat, saya kira variasinya sudah, tinggal nanti sesuai dengan arahan Pak Presiden yang disampaikan saat pertemuan beberapa hari yang lalu. Nanti sekolah-sekolah kami minta untuk memberikan laporan tentang menu yang disediakan oleh SPPG di sekolah-sekolah itu,” lanjutnya.
Menurut Abdul Mu’ti, sistem pelaporan ini akan membantu pemerintah memperoleh gambaran yang lebih rinci mengenai pelaksanaan Program MBG di lapangan, sekaligus menjadi dasar untuk melakukan perbaikan jika ditemukan kekurangan.
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program MBG di Kota Balikpapan yang telah berjalan sejak Agustus 2025. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari sejumlah kepala sekolah, program tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap tingkat kehadiran siswa.
Para peserta didik disebut semakin terbiasa mengonsumsi sarapan melalui program MBG sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar. Kondisi ini diyakini turut mendukung peningkatan kedisiplinan dan kehadiran siswa di sekolah.
Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, Program MBG juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran karena siswa dapat mengikuti pelajaran dalam kondisi yang lebih sehat dan siap menerima materi.
Pemerintah pun akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di berbagai daerah guna memastikan program prioritas nasional tersebut berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat optimal bagi peserta didik di seluruh Indonesia.







