JAKARTA – Operasional Kereta Cepat Jakarta–Bandung Whoosh menghadapi potensi gangguan serius akibat aktivitas bermain layang-layang dan masuknya benda asing ke jalur lintasan kereta. Kondisi ini diperkirakan meningkat menjelang musim libur sekolah dan memasuki musim kemarau.
Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, mengatakan aktivitas bermain layang-layang di sekitar trase kereta cepat dapat mengancam keselamatan perjalanan Whoosh. Oleh karena itu, KCIC terus meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar jalur operasional.
“Menyambut libur sekolah dan kemarau, kami melihat adanya potensi bahaya dan gangguan pada perjalanan Whoosh akibat layang-layang,” ujar Emir Monti kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
Menurut Emir, gangguan akibat layang-layang paling sering ditemukan di lintasan Padalarang hingga Tegalluar. Kawasan tersebut merupakan salah satu koridor utama operasional Kereta Cepat Whoosh yang memiliki tingkat perjalanan cukup tinggi setiap harinya.
Dalam sejumlah kejadian, perjalanan kereta bahkan harus dihentikan sementara untuk memastikan keamanan perjalanan dan keselamatan seluruh penumpang.
Emir menjelaskan, mayoritas gangguan terjadi pada sore hari saat aktivitas bermain layang-layang meningkat. Meski dimainkan cukup jauh dari jalur kereta, benang layang-layang yang putus dapat terbawa angin dan masuk ke area lintasan.
“Banyak kasusnya terjadi pada sore hari. Meskipun mereka bermain sekitar dua kilometer dari jalur kereta cepat, ketika layangannya putus dan benangnya menjuntai, maka bisa terbawa angin hingga masuk ke jalur Whoosh,” jelasnya.
Selain layang-layang, KCIC juga mencatat sejumlah gangguan lain yang berpotensi menghambat operasional kereta cepat. Salah satunya berasal dari satwa liar seperti biawak yang melintasi area trase kereta.
Untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan tersebut, KCIC secara rutin melakukan inspeksi dan pengecekan jalur. Langkah ini dilakukan guna memastikan lintasan tetap aman dan bebas dari hambatan yang dapat memengaruhi perjalanan kereta.
Emir menegaskan bahwa KCIC tidak melarang masyarakat bermain layang-layang. Namun, pihaknya terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami risiko yang dapat ditimbulkan terhadap keselamatan perjalanan kereta cepat.
“Untuk layang-layang, kami memberikan edukasi kepada masyarakat, bukan berarti melarang, tetapi menjelaskan dampaknya. Petugas juga rutin melakukan pengecekan jalur karena ada potensi gangguan lain seperti biawak di sepanjang jalur Padalarang hingga Purwakarta,” pungkasnya.
KCIC mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas bermain layang-layang di sekitar jalur kereta cepat dan bersama-sama menjaga keselamatan operasional Whoosh demi kenyamanan serta keamanan seluruh pengguna layanan.







