TANGSELXPRESS – Pada Minggu (31/12) pukul 20.34 WIB terjadi gempa bumi dengan magnitudo 4,8 yang pusatnya berada di darat pada kedalaman 5 km di sekira 2 km arah timur laut Kabupaten Sumedang.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi itu dirasakan di daerah Sumedang, Lembang, Subang, Bandung, dan Garut.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang menyampaikan bahwa gempa bumi menimbulkan kerusakan cukup parah di Tegalsari, Cipamengpeuk, dan Babakan Bukit.
“Kami langsung lakukan cek ricek dan kroscek lapangan. Ada dua area terdampak pertama RSU Sumedang dan Pakuwon. Kemudian kedua, area pemukiman yaitu Babakan Hurip, Tegalsari, Cipameungpeuk dan Cimalaka,” kata Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman dalam pernyataan resmi Pemkab Sumedang, Minggu (31/12/2023) malam.
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, gempa bumi berdampak pada 14 desa di wilayah Kabupaten Sumedang, menyebabkan 84 rumah rusak ringan.
Selain itu, pasien RSUD Sumedang dan Rumah Sakit Pakuwon harus dievakuasi ke luar rumah sakit supaya terhindar dari dampak gempa bumi.
“Kami putuskan semua pasien yang ada di 3 bangunan utama dievakuasi. Sebanyak 248 pasien rawat inap ditambah 83 pasien di IGD dievakuasi ke tempat aman, kami tempatkan di 5 tenda,” jelasnya.
“Prinsip kami jangan sampai menangani permasalahan kemudian ada ekses. Satu sisi kami harus evakuasi, tapi kami harus perhatikan juga keselamatan pasien karena warga sakit terutama yang kritis dan anak anak. Untuk kondisi saat ini aman terkendali, namun tetap waspada,” tambahnya.







