TANGERANG SELATAN – Konflik pascaperceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan. Melalui kuasa hukumnya, Ruben mengungkapkan kekecewaannya karena merasa haknya untuk bertemu anak-anak selama dua hingga tiga hari setiap pekan tidak terpenuhi.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menjelaskan bahwa kliennya sengaja menghentikan pemberian nafkah sejak Desember 2025 sebagai bentuk protes atas kondisi tersebut.
“Ruben berpikir, ‘Kewajibanku kubayar terus bahkan melampaui seharusnya, tapi hakku nggak dapat’. Dia ingin menunjukkan aksi protesnya. Baru 6 bulan (stop nafkah) sudah teriak, padahal Ruben bertahun-tahun menafkahi itu apa namanya?” ujar Minola Sebayang di Jakarta Selatan, Minggu, 31 Mei.
Minola juga mengungkapkan sejumlah pengeluaran yang selama ini ditanggung Ruben, mulai dari asuransi mantan istri hingga berbagai kebutuhan rumah tangga. Namun, menurutnya, pengorbanan tersebut terasa sia-sia karena Ruben merasa tidak mendapatkan kesempatan yang cukup untuk bersama anak-anaknya.
“Uang kantong plastik sampah saja 9 juta per bulan dibayar Ruben. Tapi apakah hak Ruben untuk berkumpul dengan anaknya dua sampai tiga hari dalam seminggu diberikan? Tidak. Ruben berjuang untuk anak, tapi jangan sampai anaknya jadi benci dan durhaka karena informasi yang salah,” katanya.
Pernyataan pihak Sarwendah yang menyarankan Ruben untuk langsung menghubungi anak-anak jika ingin bertemu juga mendapat kritik dari Minola. Ia menilai sikap tersebut justru mempersulit komunikasi.
“Jawaban S selalu ‘langsung saja ke anaknya’. Artinya S cuci tangan. Ketika minta uang biaya pendidikan dia tidak menyuruh anaknya, dia yang minta. Tapi pas Ruben mau ketemu, dilempar ke anak. Padahal handphone anak tidak selalu aktif, kadang berhari-hari baru dibalas,” ungkapnya.
Di sisi lain, tim kuasa hukum Sarwendah membantah tuduhan tersebut. Pengacara Chris Sam Siwu menegaskan bahwa kliennya tidak pernah menghalangi Ruben untuk bertemu dengan anak-anak mereka.
“Ribut-ribut di media dibilang dipersulit, mana buktinya? Komunikasikan dong. Pernah nggak Ruben WA ke klien kami meminta anak? Klien kami tidak pernah menutup satu hari pun untuk bapaknya datang, tapi bapaknya pernah datang nggak untuk menjemput? Nggak pernah ada!” tantang Chris Sam Siwu.
Sementara itu, pengacara lainnya, Abraham Simon, menyebut bahwa sejak akhir 2025 hingga saat ini, seluruh kebutuhan anak-anak ditanggung oleh Sarwendah.
“Faktanya klien kami sejak akhir tahun 2025 sampai 2026 justru yang membiayai sekolah, les, hingga biaya dokter jika anak sakit. Di akta sudah diatur tanggung jawab RO, tapi pada pelaksanaannya yang melakukan adalah Sarwendah,” kata Abraham Simon.
Ruben yang mengikuti jalannya konferensi pers dari kejauhan kemudian menjelaskan alasan dirinya memilih menggunakan jalur kuasa hukum. Menurutnya, komunikasi langsung dengan mantan istrinya tidak lagi berjalan baik dan kerap berakhir dengan konflik emosional.
“Saya sudah mencoba berkomunikasi lewat WhatsApp, tapi kenapa harus lewat pengacara? Karena komunikasi langsung ujung-ujungnya tidak baik, saling menyakitkan. Saya lakukan ini supaya tidak saling menyakitkan dan mengambil jalan tengahnya,” ucap Ruben Onsu.
Presenter tersebut juga mengungkapkan cara yang dilakukannya untuk mengatasi kerinduan terhadap kedua putrinya, Talia dan Thania. Ruben mengaku sering mengunjungi panti asuhan sebelum menjalani siaran langsung agar bisa merasakan suasana bersama anak-anak dan menenangkan dirinya.
“Saya biar tidak jadi melow, saya datang ke panti asuhan anak sebelum pergi live. Saya pengen ada suasana anak-anak agar saya lumayan tenang. Saya tidak mau suasana sedih saya bawa di acara live yang saya lakukan,” tutup Ruben Onsu.







