TANGERANG SELATAN – Anggapan bahwa menyemprotkan parfum ke area leher dapat menyebabkan kanker, khususnya kanker tiroid, masih kerap beredar di tengah masyarakat. Namun, klaim tersebut dipastikan tidak benar oleh kalangan medis.
Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi RS Pondok Indah, dr. Diani Kartini, Sp.B, Subsp.Onk.(K), menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara penggunaan parfum di leher dengan munculnya kanker tiroid.
“Semprotkan parfum ke leher sebabnya kanker tiroid, itu hoaks ya,” ungkap dr. Diani dalam diskusi media dikutip Jumat 29 Mei 2026.
Kanker tiroid merupakan penyakit yang terjadi ketika sel-sel abnormal pada kelenjar tiroid tumbuh secara tidak terkendali hingga membentuk tumor ganas. Hingga saat ini, penyebab pasti kanker tiroid belum diketahui, namun terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risikonya.
Salah satu faktor yang telah diketahui adalah paparan radiasi, terutama pada area kepala dan leher. Risiko tersebut umumnya berkaitan dengan paparan radiasi medis pada masa kanak-kanak, yang dampaknya bisa baru muncul 10 hingga 20 tahun kemudian.
Menurut dr. Diani, paparan parfum yang hanya mengenai permukaan kulit tidak memiliki kaitan dengan pembentukan kanker tiroid. Namun, kondisi berbeda dapat terjadi apabila seseorang terpapar zat tertentu pada area tubuh yang sebelumnya pernah menerima paparan radiasi.
“Memang ada beberapa karsinogenesis itu yang menyebabkan kanker, tapi tentunya tergantung jenisnya juga dan bagaimana cara kerjanya. Misalnya, paparannya di area yang terkena radiasi, nah itu bisa kena cancer,” jelasnya.
“Kalau misal tersemprot di kulit (saja), bisa sebabkan kanker tiroid, itu hoaks ya,” tambahnya.
Selain paparan radiasi, faktor keturunan atau genetik juga dapat meningkatkan risiko kanker tiroid. Di samping itu, kekurangan yodium yang memicu pembesaran kelenjar tiroid atau gondok disebut dapat membuat folikel tiroid lebih rentan mengalami gangguan.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi kesehatan yang belum terbukti secara ilmiah dan selalu merujuk pada sumber medis yang terpercaya.







