JAKARTA – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin membagikan tips membakar sate agar tetap aman dan sehat saat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Menurut Budi, proses pembakaran sate dapat menghasilkan senyawa karsinogenik pemicu kanker, terutama pada bagian daging yang gosong.
Ia menjelaskan bagian hitam pada sate yang terbakar mengandung HCA dan PAH, dua senyawa kimia berbahaya yang memiliki sifat karsinogenik.
Dikutip dari Hello Sehat, senyawa karsinogenik merupakan zat pemicu kanker yang terbentuk secara alami saat daging atau ikan dimasak pada suhu tinggi.
“Risiko ini juga paling rentan terjadi jika kalian membakar lemak daging karena bagian itu cepat gosong sehingga jadi senyawa karsinogen. Walaupun jujur itu yang paling enak sih,” kata Budi dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (28/5/2026).
Untuk mengurangi risiko tersebut, Menkes menyarankan masyarakat menggunakan bumbu kuning seperti kunyit atau serai sebelum membakar sate.
Menurutnya, penggunaan bumbu tersebut terbukti mampu mengurangi pembentukan senyawa karsinogen hingga 90 persen.
Selain itu, ia juga menyarankan teknik pre-cook atau merebus daging terlebih dahulu sebelum dibakar.
“Direbus sebentar lalu dipanggang sebentar di akhir proses untuk sekadar mendapatkan aromanya. Bagian putih namanya lemak, jangan dibakar lemak karena cepat gosong dan jadi karsinogenik, walau jujur ini paling enak,” ujarnya.
Budi mengakui sajian olahan daging saat Iduladha memang menggugah selera. Namun, ia mengingatkan masyarakat tetap bijak dalam mengatur pola konsumsi dan cara memasak agar kesehatan tetap terjaga.
“Kita memang akan dihadapkan pada godaan makanan-makanan yang akan disajikan ketika Iduladha nanti. Mulai dari sate dengan karsinogen dan natrium kecap tinggi, tongseng kuah santan kental dengan kecap dan garam tinggi, hingga rendang dengan minyak yang banyak,” katanya.
“Semua itu memang enak-enak sih. Tapi ya, kita harus tetap cerdas mengontrol porsi dan cara masaknya,” lanjut Budi.







