BANGLADESH – Seekor kerbau albino berjuluk “Donald Trump” menjadi perhatian publik di Bangladesh setelah batal disembelih untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Hewan unik tersebut akhirnya dikembalikan ke peternakannya usai pemerintah turun tangan menghentikan rencana penyembelihannya.
Kerbau yang dipelihara di sebuah peternakan dekat ibu kota Dhaka itu viral dalam beberapa pekan terakhir karena memiliki bulu pirang yang dianggap mirip dengan gaya rambut khas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Popularitas kerbau berbobot hampir 700 kilogram tersebut membuat banyak warga berdatangan setiap hari untuk berfoto. Hewan itu pun ramai diperbincangkan di media sosial hingga menarik perhatian media internasional.
Sebelumnya, kerbau tersebut telah dijual kepada seorang pembeli untuk dijadikan hewan kurban pada perayaan Iduladha di Bangladesh yang mayoritas penduduknya Muslim.
Namun, media lokal Channel 24 melaporkan Kementerian Dalam Negeri Bangladesh meminta pihak berwenang menghentikan penyembelihan setelah popularitas kerbau itu semakin meluas di seluruh negeri.
Setelah intervensi dilakukan, kerbau tersebut akhirnya dikembalikan ke peternakan asalnya. Meski demikian, pemerintah tidak memberikan penjelasan rinci terkait alasan penghentian penyembelihan itu.
Pemilik peternakan, Ziauddin Mridha, sebelumnya mengungkapkan nama “Donald Trump” diberikan oleh adiknya karena adanya sehelai rambut pucat di bagian dahi kerbau tersebut.
Ia juga menyebut kerbau albino termasuk sangat langka di Bangladesh karena mayoritas kerbau di negara itu berwarna gelap. Menurutnya, hewan tersebut memiliki sifat tenang dan menjadi daya tarik tersendiri menjelang Iduladha.
Fenomena hewan kurban viral dengan nama yang terinspirasi tokoh terkenal disebut semakin marak dalam budaya pasar ternak Iduladha di Bangladesh dalam beberapa tahun terakhir.







