• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home MOTIVASI & INSPIRASI

Ketika Mata Hanya Melihat Dunia, Tapi Lupa Membaca Makna

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Mei 19, 2026
in MOTIVASI & INSPIRASI, NEWS
Reading Time: 2min read
Ketika Mata Hanya Melihat Dunia, Tapi Lupa Membaca Makna

Catatan Harian ASA. Foto: Istimewa

224
SHARES
2.4k
VIEWS

Catatan Harian ASA

APA yang Paling Utama dalam Hidup, yang justru Tak Terlihat oleh Mata?

Kapankah terakhir kali, kita tersenyum bahagia bisa menarik nafas dengan lega?

Kapankah kita terakhir bersyukur bahagia, bisa duduk dengan nyaman tanpa nyeri atau berjalan tanpa rasa sakit?.

Seringkali karena sibuknya dunia, kita kehilangan kemampuan untuk benar-benar hidup. Kita bagaikan seonggok mesin yang diberi nyawa.

Kita sibuk bekerja, sibuk belajar, sibuk mengejar cita-cita, bahkan sibuk beribadah dan menghadiri berbagai undangan kehidupan.

Namun diam-diam, kesibukan itu membuat hati perlahan menjadi bising.

Kita memakai mata hanya untuk melihat tampilan luar manusia. Melihat gedung-gedung tinggi, melihat keramaian kota, melihat kendaraan berlalu-lalang, melihat barang baru yang memanjakan mata.

Tetapi kita lupa melihat maknanya.

Kita memakai telinga hanya untuk mendengar suara dunia. Suara rapat, suara kendaraan, suara percakapan sehari-hari, suara manusia yang saling berbicara tanpa benar-benar saling memahami.

Namun kita lupa mendengar suara hati sendiri.

BACA JUGA :  Kelakar Trump: Harris Lebih Mudah Dikalahkan Ketimbang Biden

Padahal seringkali, yang paling penting dalam hidup justru tidak terlihat mata dan tidak terdengar telinga.

Ilmu psikologi modern menjelaskan bahwa manusia sebenarnya mampu menangkap “frekuensi emosional” dari orang lain melalui ekspresi mikro, intonasi suara, gerak tubuh, pola tatapan, hingga energi emosional yang dipancarkan secara tidak sadar. Otak manusia memiliki sistem yang disebut mirror neuron, yaitu kemampuan saraf untuk membaca dan merasakan keadaan emosional orang lain meski tanpa banyak kata.

Karena itu terkadang kita bisa merasakan, ada orang yang tampak tersenyum namun hatinya lelah, ada orang yang terlihat sederhana tetapi auranya menenangkan, dan ada pula orang yang terlihat hebat namun batinnya penuh kegelisahan.

Mata batin bukan sekadar mistik sebagaimana dipahami sebagian orang.

Ia adalah kepekaan rasa, kepekaan jiwa, dan kejernihan hati dalam membaca kehidupan.

Seseorang tidak selalu terbaca dari pakaiannya, jabatannya, atau cara bicaranya.

BACA JUGA :  Bus Transjakarta Tabrak Halte Dukuh Atas, Sopir Diduga Hilang Fokus

Tetapi lebih sering terbaca dari frekuensi rasa yang dipancarkannya.

Dari tatapan matanya. Dari caranya memperlakukan orang kecil. Dari ketulusan diamnya. Dan dari energi yang hadir saat ia berada di dekat kita.

Kita juga jarang mengapresiasi kehidupan sehari-hari. Padahal setiap hari sesungguhnya adalah anugerah yang luar biasa.

Bangun tidur adalah keajaiban. Bisa bernapas lega adalah nikmat besar. Bisa duduk tanpa rasa sakit adalah karunia yang tidak ternilai.

Saya pernah merasakan bagaimana sulitnya duduk karena nyeri yang luar biasa. Saat itu saya memahami satu hal sederhana: kadang duduk tanpa rasa sakit saja sudah terasa seperti kemewahan hidup.

Kita sering menganggap biasa apa yang sebenarnya luar biasa.

Padahal di luar sana ada orang yang berjuang hanya untuk bernapas. Ada yang sulit berjalan. Ada yang ingin hidup lebih lama namun waktunya terbatas.

Sedangkan kita masih diberi pagi. Masih diberi kesempatan melihat langit. Masih diberi kesempatan memperbaiki diri dan berbagi kebaikan dan cinta kasih.

BACA JUGA :  Libur Nataru 2025/2026, Ragunan Prediksi Kunjungan Wisatawan Capai 80 Ribu Orang

Tetapi semua itu sering lewat begitu saja tanpa makna.
Karena terlalu sibuk mengejar kehidupan, kita lupa menikmati kehidupan itu sendiri.

Padahal setiap hari adalah peristiwa besar. Setiap hari membawa hikmah.

Setiap hari membawa pelajaran yang sebenarnya mampu mendewasakan jiwa.

Hari ini bukan hari biasa. Ia mungkin terlihat sederhana, tetapi sesungguhnya ia tidak akan pernah terulang dengan cara yang sama.

Dan sangat disayangkan bila semua itu hanya lewat menjadi rutinitas tanpa kesadaran.

Mungkin hidup bukan tentang siapa yang paling cepat sampai. Tetapi siapa yang paling mampu memahami makna di setiap perjalanan.

Karena pada akhirnya, yang tinggal bukan hanya harta atau jabatan, melainkan hikmah, amal, dan jejak kebaikan yang terus hidup bahkan saat kita telah tiada.

Salam Hangat.

ASA | Asrulsani Abu, S.E., M.M.
Penulis Buku, Pengurus APINDO/ALFI SULSELBAR

Previous Post

Gubernur BI Yakin Rupiah akan Stabil di Tengah Tekanan Dolar AS

Next Post

Peningkatan Literasi Keuangan Gen Z melalui Edukasi Digital Berbasis Media Sosial

Related Posts

Hari Santri 2026, Kemenag Luncurkan 5 Program Prioritas: Ada Satgas Anti-Kekerasan hingga Dakwah Digital
NASIONAL

Hari Santri 2026, Kemenag Luncurkan 5 Program Prioritas: Ada Satgas Anti-Kekerasan hingga Dakwah Digital

Oktober 22, 2026
2.5k
Pemkot Tangsel Latih Ibu-Ibu Manfaatkan AI, Gandeng Pakar Teknologi Onno W. Purbo
TANGERANG SELATAN

Pemkot Tangsel Latih Ibu-Ibu Manfaatkan AI, Gandeng Pakar Teknologi Onno W. Purbo

Oktober 22, 2026
2.4k
Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan
ADVERTORIAL

Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan

Oktober 22, 2026
2.4k
Konten Karhutla Hilang di Meta dan TikTok? Warga Silakan Lapor
NASIONAL

Konten Karhutla Hilang di Meta dan TikTok? Warga Silakan Lapor

Oktober 22, 2026
2.4k
hujan ringan
TANGERANG SELATAN

Cuaca Tangsel Kamis 22 Oktober: 6 Kecamatan Hujan Ringan, Setu Perlu Waspada

Oktober 22, 2026
2.4k
Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
Next Post
Peningkatan Literasi Keuangan Gen Z melalui Edukasi Digital Berbasis Media Sosial

Peningkatan Literasi Keuangan Gen Z melalui Edukasi Digital Berbasis Media Sosial

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com