JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan kembali berada dalam kondisi stabil.
“Yakin stabil,” ujar Perry usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Selasa, 19 Mei.
Meski demikian, Perry belum dapat memastikan kapan nilai tukar rupiah akan kembali bergerak stabil.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa kondisi ekonomi nasional dinilai masih kuat dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berada dalam kondisi aman untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah.
Selain itu, ia menilai fondasi fiskal Indonesia saat ini cukup solid. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan disebut akan memperkuat komunikasi kepada pasar modal dan investor.
“Kondisi ekonomi bagus, anggaran juga bagus enggak ada masalah, fondasi ekonomi betul-betul bagus. Cuma nanti sosialisasi-sosialisasi lebih bagus ke pasar, ke investor juga seperti apa,” kata Purbaya.
Ia juga mengungkapkan pemerintah telah masuk ke pasar obligasi guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Secara bertahap, pemerintah akan meningkatkan investasi pada surat utang agar aliran modal asing kembali masuk ke Indonesia dan memperkuat posisi rupiah.
Selain itu, Purbaya menyebut pemerintah dalam waktu dekat akan menyampaikan strategi fiskal sesuai arahan Presiden Prabowo.
Sementara itu, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini tercatat melemah menjadi Rp17.668 per dolar AS dibanding sebelumnya Rp17.597 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga turun ke level Rp17.666 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.496 per dolar AS.







