TANGERANG SELATAN – Pertanyaan soal apakah makan telur rebus bisa menambah berat badan kerap muncul, terutama di kalangan orang yang sedang berusaha menaikkan berat badan secara sehat. Jawabannya: bisa, tetapi bukan karena telur punya “efek khusus” membuat gemuk.
Pada dasarnya, berat badan akan naik ketika jumlah kalori yang masuk ke tubuh lebih besar dibandingkan kalori yang dibakar. Dalam hal ini, telur rebus hanya menjadi salah satu sumber kalori dan nutrisi yang dapat membantu menciptakan surplus kalori tersebut.
Telur rebus dikenal sebagai makanan tinggi nutrisi. Satu butir telur mengandung sekitar 70–75 kalori, lengkap dengan protein berkualitas tinggi, lemak sehat, serta vitamin penting seperti vitamin B dan D.
Kandungan ini membuat telur menjadi pilihan praktis untuk mendukung penambahan berat badan, terutama jika dikombinasikan dengan makanan lain.
Namun, mengandalkan telur rebus saja tentu tidak cukup. Agar berat badan naik, tubuh tetap membutuhkan asupan karbohidrat, protein, dan lemak sehat dalam jumlah seimbang. Misalnya, telur rebus bisa dikombinasikan dengan nasi, roti gandum, alpukat, atau susu untuk menambah total kalori harian.
Masih ada anggapan bahwa makan telur mentah lebih cepat membuat berat badan naik. Faktanya, hal itu tidak sepenuhnya benar. Protein dari telur matang justru lebih mudah diserap tubuh dibandingkan telur mentah, sehingga manfaatnya lebih optimal.
Selain itu, telur mentah juga memiliki risiko kesehatan. Mengutip Everyday Health, telur mentah berpotensi mengandung bakteri Salmonella yang bisa memicu gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, hingga demam.
Karena itu, jika ingin menjadikan telur sebagai bagian dari program menaikkan berat badan, pilihan terbaik adalah mengonsumsinya dalam kondisi matang, seperti direbus. Selain lebih aman, nutrisinya juga lebih efektif diserap tubuh.
Pada akhirnya, telur rebus memang bisa membantu menambah berat badan, tetapi kuncinya tetap ada pada pola makan secara keseluruhan. Konsistensi dalam memenuhi kebutuhan kalori harian dan menjaga keseimbangan nutrisi jauh lebih penting dibanding bergantung pada satu jenis makanan saja.







