BOGOR– Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menerima berbagai masukan dari pelaku industri plastik nasional saat melakukan kunjungan ke PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) di Citeureup, Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, pelaku industri menepis isu kelangkaan bahan baku plastik. Mereka memastikan pasokan masih dalam kondisi aman meskipun terjadi konflik global yang sempat memengaruhi distribusi.
Director PT AKPI, Jimmy Tjahjanto, mengakui sempat terjadi gangguan pasokan, khususnya dari kawasan Timur Tengah pada awal konflik.
“Kami sempat kehilangan pasokan dari Arab Saudi, namun segera beralih ke sumber lain. Kami memiliki suplai dari ASEAN, China, dan Rusia sehingga kondisi kembali normal,” ujarnya.
Ia menegaskan, produksi industri tetap berjalan lancar hingga saat ini. Namun, tantangan utama justru datang dari lonjakan harga bahan baku di pasar global.
“Harga bahan baku meningkat tajam hingga hampir dua kali lipat. Meski begitu, kami tetap berkomitmen memenuhi kebutuhan pelanggan domestik,” katanya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Biaxially Oriented Films Indonesia, Santoso Samudra Tan, menilai persepsi kelangkaan bahan baku plastik cenderung berlebihan.
Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh gangguan pasokan di awal serta respons pasar yang berlebihan.
“Dampak terbesar justru pada kenaikan biaya produksi, bukan kelangkaan bahan baku. Ketersediaan masih aman dan produksi tetap berjalan lancar,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar kebijakan pemerintah tidak merugikan industri hilir dalam negeri. Pasalnya, impor produk jadi dinilai berpotensi melemahkan daya saing industri nasional.
Menanggapi hal tersebut, Wamenperin Faisol Riza memastikan pemerintah telah memperoleh gambaran langsung kondisi di lapangan. Ia menegaskan bahwa ketersediaan bahan baku plastik saat ini masih sangat memadai.
“Bahan baku plastik tersedia sangat memadai di dalam negeri. Karena itu, pelaku industri tidak perlu khawatir,” katanya.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus memastikan distribusi bahan baku berjalan lancar hingga ke sektor hilir, termasuk bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) serta UMKM di seluruh Indonesia.
“Tugas pemerintah memastikan akses bahan baku mudah dan harga tetap bersaing. Kami juga mengimbau industri untuk mengutamakan produksi dalam negeri,” ujarnya.







