• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Selasa, 21 April, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Jarang Terungkap! Kisah Anak Raden Ajeng Kartini yang Hidup Penuh Duka dan Kontroversi

Aenna Rahman by Aenna Rahman
April 21, 2026
in NASIONAL, NEWS
Reading Time: 3min read
Jarang Terungkap! Kisah Anak Raden Ajeng Kartini yang Hidup Penuh Duka dan Kontroversi

Foto: Istimewa via Beritasatu.com

224
SHARES
2.5k
VIEWS

JAKARTA– Setiap 21 April, nama Raden Ajeng Kartini selalu dikenang sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia. Namun di balik sosok besarnya, terdapat kisah yang jarang dibahas, yakni perjalanan hidup anak tunggalnya, Soesalit Djojoadhiningrat, yang tumbuh dalam bayang-bayang kehilangan dan pergulatan panjang.

Kisah Soesalit Djojoadhiningrat memang tidak sepopuler ibunya. Padahal, hidupnya merekam dinamika sejarah Indonesia, mulai dari masa kolonial hingga pascakemerdekaan. Berikut kisahnya dilansir dari Beritasatu.com.

Lahir dalam Duka, Kehilangan Sejak Dini

Soesalit Djojoadhiningrat lahir pada 13 September 1904, hanya empat hari sebelum Raden Ajeng Kartini wafat pada 17 September 1904 dalam usia 25 tahun. Kartini diduga meninggal akibat eklampsia, kondisi serius yang ditandai dengan kejang pascamelahirkan.

Sejak lahir, Soesalit sudah harus hidup tanpa kehadiran seorang ibu. Duka itu bertambah ketika pada usia delapan tahun ia juga kehilangan ayahnya, Raden Adipati Djojoadhiningrat. Ia kemudian diasuh oleh neneknya, Ngasirah, serta kakak tirinya, Abdulkarnen Djojoadhiningrat.

BACA JUGA :  Selvi Gibran: Nilai Filosofi Raden Ajeng Kartini Jangan Sampai Hilang di Era Modern

Dalam pendidikan, Soesalit mengikuti jejak kalangan bangsawan. Ia mengenyam pendidikan di Europe Lagere School (ELS) dan lulus pada 1919, lalu melanjutkan ke Hogere Burger School (HBS) di Semarang hingga selesai pada 1925—sekolah yang dulu menjadi impian Kartini.

Ia sempat melanjutkan studi hukum di Rechtshoogeschool (RHS) Batavia, namun hanya bertahan satu tahun sebelum memilih berkarier di pemerintahan kolonial.

Karier Kolonial dan Pergulatan Batin

Karier Soesalit dimulai sebagai pegawai pamong praja, kemudian bergabung dengan Politieke Inlichtingen Dienst (PID), dinas intelijen Hindia Belanda. Pekerjaan ini menimbulkan dilema batin, karena ia bekerja untuk pemerintah kolonial di tengah kesadaran sebagai bagian dari bangsa terjajah.

Perubahan besar terjadi saat Jepang masuk ke Indonesia. Soesalit memilih bergabung dengan Pembela Tanah Air (PETA) dan kariernya meningkat hingga menjadi daidancho (setara mayor).

BACA JUGA :  Dua Kali Dibekuk Dortmund, PSG pun Gagal ke Final Liga Champions

Perjuangan di Masa Kemerdekaan

Pasca kemerdekaan, Soesalit bergabung dalam Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan aktif dalam berbagai pertempuran. Ia pernah menjabat sebagai panglima Divisi III dan Divisi I Diponegoro, serta terlibat dalam pertempuran di Gunung Sumbing saat Agresi Militer Belanda II.

Namun karier militernya tidak lepas dari kontroversi. Namanya sempat dikaitkan dengan peristiwa Pemberontakan PKI Madiun 1948, meski tuduhan tersebut tidak pernah terbukti. Situasi ini membuatnya mengalami penurunan pangkat dan sempat menjalani tahanan rumah, sebelum akhirnya dibebaskan oleh Soekarno.

Pengabdian di Jalur Sipil

Setelah karier militernya meredup, Soesalit tetap mengabdi kepada negara melalui jalur sipil. Ia pernah menjabat sebagai kepala penerbangan sipil pada 1950 dan menjadi penasihat Menteri Pertahanan Iwa Kusumasumantri pada era Kabinet Ali Sastroamodjojo I.

BACA JUGA :  Danantara dan BRI Terjun Langsung ke Lokasi Bencana Kab. Aceh Tamiang Salurkan Bantuan dan Dukung Pemulihan Pasca Bencana

Dalam kehidupan pribadi, ia menikah dengan Siti Loewijah dan memiliki seorang putra, Boedi Setyo Soesalit.

Akhir Hayat dan Warisan Sejarah

Soesalit Djojoadhiningrat wafat pada 17 Maret 1962 dan dimakamkan di kompleks makam Kartini di Desa Bulu, Kabupaten Rembang.

Perjalanan hidupnya mencerminkan kisah yang tidak sederhana—dari kehilangan orang tua sejak dini, pergulatan batin di masa kolonial, hingga lika-liku karier militer dan sipil.

Kisah Soesalit menunjukkan bahwa sejarah tidak hanya milik tokoh besar seperti Raden Ajeng Kartini, tetapi juga mereka yang hidup dalam bayangannya. Meski jarang dibicarakan, hidupnya menyimpan pelajaran tentang keteguhan, pengorbanan, dan kompleksitas zaman.

Tags: Kisah Anak Raden Ajeng KartiniRA KartiniSoesalit Djojoadhiningrat
Previous Post

Fakta Kopi Panas dan Dingin, Mana Lebih Baik untuk Kesehatan?

Next Post

Selvi Gibran: Nilai Filosofi Raden Ajeng Kartini Jangan Sampai Hilang di Era Modern

Related Posts

Disahkan di Hari Kartini, UU PPRT Jadi Tonggak Baru Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
NASIONAL

Disahkan di Hari Kartini, UU PPRT Jadi Tonggak Baru Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

April 21, 2026
2.1k
Rina Nose Blak-blakan Soal Operasi Plastik, Ini Alasan Sebenarnya
SELEBRITI

Rina Nose Blak-blakan Soal Operasi Plastik, Ini Alasan Sebenarnya

April 21, 2026
2.1k
Wamenkes Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Tangsel, Ingatkan Batas Maksimal Porsi
TANGERANG SELATAN

Wamenkes Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Tangsel, Ingatkan Batas Maksimal Porsi

April 21, 2026
2.6k
Hari Kartini 2026, Puan Maharani Tegaskan Perempuan Kunci Kemajuan Bangsa
NASIONAL

Hari Kartini 2026, Puan Maharani Tegaskan Perempuan Kunci Kemajuan Bangsa

April 21, 2026
2.1k
Update Harga Emas Hari Ini: Antam Tembus Rp2,88 Juta per Gram
EKONOMI

Update Harga Emas Hari Ini: Antam Tembus Rp2,88 Juta per Gram

April 21, 2026
2.1k
Selvi Gibran: Nilai Filosofi Raden Ajeng Kartini Jangan Sampai Hilang di Era Modern
NASIONAL

Selvi Gibran: Nilai Filosofi Raden Ajeng Kartini Jangan Sampai Hilang di Era Modern

April 21, 2026
2.8k
Next Post
Selvi Gibran: Nilai Filosofi Raden Ajeng Kartini Jangan Sampai Hilang di Era Modern

Selvi Gibran: Nilai Filosofi Raden Ajeng Kartini Jangan Sampai Hilang di Era Modern

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com