JAKARTA – Komisi IX DPR RI berencana memanggil Badan Gizi Nasional (BGN) terkait polemik pengadaan motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemanggilan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 13 April 2026.
Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, mengaku pihaknya terkejut dengan munculnya informasi terkait pengadaan puluhan ribu motor listrik tersebut. Ia menyebut DPR tidak mendapat informasi sebelumnya mengenai kebijakan tersebut.
“Kami cukup terkejut dengan beredarnya video di media sosial yang menunjukkan adanya pengadaan motor listrik dalam jumlah besar oleh BGN dari luar negeri,” ujarnya di Kompleks DPR/MPR, Kamis, 8 April dikutip dari http://beritasatu.com.
Menurutnya, pengadaan tersebut dinilai tidak sejalan dengan tujuan utama program makan bergizi gratis (MBG). Selain itu, ia juga menyoroti harga unit motor listrik yang dianggap melebihi harga pasar, terutama jika dibandingkan dengan produk serupa di dalam negeri.
“Kalau mengacu pada harga di pasar lokal, seharusnya nilainya tidak sampai Rp40 juta per unit. Karena itu, pengadaan sekitar 20.000 unit ini menurut kami tidak tepat,” tegasnya.
Charles menilai perlu ada penjelasan menyeluruh terkait dasar, tujuan, serta urgensi pengadaan tersebut. Ia menegaskan Komisi IX akan mendalami persoalan ini dalam rapat mendatang.
“Kami ingin mengetahui secara jelas apa dasar kebijakannya, apa urgensinya, dan bagaimana proses pengadaannya,” katanya.
Dalam rapat yang dijadwalkan pekan depan, Komisi IX DPR juga akan mengundang sejumlah instansi terkait untuk membahas tata kelola program MBG secara menyeluruh, termasuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.







