TANGERANG SELATAN – Tim promosi film horor Aku Harus Mati akhirnya angkat bicara terkait polemik yang muncul di ruang publik. Perwakilan produser, Iwet Ramadhan, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas keresahan yang dirasakan masyarakat.
“Kami dari PH sangat memahami berbagai respons yang muncul dari masyarakat terkait film ini,” ujar Iwet dalam pernyataan melalui sambungan video, dikutip Selasa, 7 April.
Ia mengakui bahwa cara promosi yang dilakukan telah menimbulkan ketidaknyamanan, khususnya dari materi yang ditampilkan di ruang publik.
“Kami menyesalkan sekali ketidaknyamanan yang ditimbulkan, khususnya dari bagaimana film ini diperkenalkan,” lanjutnya.
Sebagai langkah konkret, pihak rumah produksi langsung menurunkan seluruh materi promosi berupa baliho dan billboard yang tersebar di 36 titik di berbagai kota besar di Indonesia. “Kami sudah melakukan penyesuaian, termasuk inisiatif menurunkan materi billboard sejak 4 April,” tegas Iwet.
Ia juga menjelaskan alasan keterlambatan dalam memberikan klarifikasi. Menurutnya, pihak produksi memilih untuk bertindak terlebih dahulu sebelum menyampaikan pernyataan resmi kepada publik.
“Kami tidak ingin memberikan statement yang hanya berupa rencana, tapi setelah semuanya kami lakukan,” jelasnya.
Proses pencopotan billboard tersebut diakui tidak bisa dilakukan secara instan karena harus melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait perizinan.
“Banyak pihak yang terlibat, sehingga butuh waktu untuk menurunkan semua materi promosi,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Iwet menyampaikan apresiasi atas kritik dan masukan dari masyarakat. “Ini jadi pelajaran berharga bagi kami. Terima kasih atas kritik, masukan, dan perhatian yang diberikan,” tutupnya.







