JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Hal itu karena produksi dan distribusi BBM terus berjalan guna memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai standar stok operasional yang telah ditetapkan pemerintah.
Bahlil menjelaskan bahwa kapasitas tangki penyimpanan BBM di dalam negeri memang memiliki keterbatasan.
“Dengan keterbatasan daya tampung tangki timbun (BBM) kita yang ada, kapasitas tampung kita itu tidak lebih dari 25 hari. Sementara yang tersedia stok yang ada kapasitasnya hingga 23 hari. Tetapi bukan berarti 23 hari ini habis. Bukan itu maksudnya. Itu daya tampungnya,” ujar Bahlil dalam podcast Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dikutip Kamis, 12 Maret.
Ia menegaskan bahwa angka stok BBM yang setara dengan 23 hari tersebut hanya menggambarkan kapasitas penyimpanan yang tersedia pada satu waktu, bukan berarti persediaan akan habis dalam jangka waktu tersebut.
Ketua Umum Partai Golkar itu kemudian memberi gambaran sederhana mengenai sistem pasokan BBM. Menurutnya, mekanisme pengisian stok BBM mirip dengan toren air di rumah yang akan kembali terisi saat volumenya berkurang.
“Jika stok BBM tiga hari keluar, maka produksi di kilang kita juga keluar untuk mengisi stok yang ada. Masuk lagi, isi lagi, seperti toren air di rumah. Dipakai mandi, habis itu mesinnya langsung memompa lagi. Jadi jangan dipikir 21 hari itu minyak kita habis,” jelasnya.
Bahlil menambahkan bahwa stok BBM bersifat dinamis. Setiap hari BBM didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara pada saat yang sama pasokan baru juga terus masuk, baik dari produksi kilang dalam negeri maupun dari impor.
Selain produksi domestik, ketersediaan BBM juga diperkuat melalui pasokan dari berbagai negara. Bahlil menyebut impor BBM tidak hanya bergantung pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga berasal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Dengan sumber pasokan yang beragam, ia memastikan ketersediaan BBM nasional tetap aman dan tidak bergantung pada situasi di Selat Hormuz.
Sebagai langkah jangka panjang sesuai arahan Prabowo Subianto, pemerintah juga berencana meningkatkan kapasitas penyimpanan energi nasional. Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur tangki baru yang mampu menampung cadangan BBM hingga tiga bulan, sesuai standar nasional.
Di akhir pernyataannya, Bahlil mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan BBM serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Tidak usah panik buying. Insya Allah BBM kita, LPG kita aman, negara akan hadir,” tegasnya.







