JAKARTA – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta sejak Sabtu malam, 7 Maret hingga Minggu pagi, 8 Maret, menyebabkan genangan air di berbagai ruas jalan. Kondisi tersebut berdampak pada operasional layanan Transjakarta yang harus melakukan penyesuaian rute untuk menjaga keselamatan perjalanan.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa sejumlah halte sementara tidak dapat melayani aktivitas naik dan turun penumpang karena genangan air serta adanya pengalihan jalur.
Menurut Ayu, curah hujan yang tinggi menyebabkan genangan di beberapa titik sehingga operasional harus disesuaikan demi keamanan dan kenyamanan pelanggan. Akibat kondisi tersebut, sembilan halte untuk sementara tidak melayani penumpang.
Penyesuaian layanan terjadi pada beberapa koridor Bus Rapid Transit (BRT). Di Koridor 2A rute Pulogadung 1–Rawa Buaya, perjalanan dipersingkat hanya sampai Halte Damai akibat banjir di kawasan Pulo Nangka.
Perubahan juga terjadi pada Koridor 3 rute Kalideres–Monas. Layanan di koridor ini diperpendek menjadi Damai–Monas untuk dua arah perjalanan karena adanya genangan air serta robohnya pembatas jalan (MCB).
Sejumlah halte pada koridor tersebut sementara tidak melayani penumpang, yaitu Jembatan Gantung, Pulo Nangka, Rawa Buaya, Sumur Bor, Jembatan Baru, Pesakih, Kalideres, dan Taman Kota.
Sementara itu, Koridor 6 rute Ragunan–Galunggung dialihkan karena genangan yang terjadi di sekitar kolong underpass Mampang.
Koridor 9 rute Pinang Ranti–Pluit juga mengalami perubahan jalur. Bus dialihkan melalui Tol Slipi 1 setelah genangan air lebih dari 30 sentimeter terpantau di sekitar Halte Grogol.
Dampaknya, sejumlah halte di koridor ini tidak melayani pelanggan untuk sementara waktu, di antaranya Tanjung Duren Pluit, Kota Bambu Pluit, Kemanggisan Pluit, Jembatan Dua, Jembatan Besi, dan Kali Grogol Pluit.
Penyesuaian rute juga diterapkan pada Koridor 13E rute Puribeta–Kuningan yang dialihkan melalui jalur atas akibat genangan di underpass Mampang.
Selain layanan BRT, penyesuaian juga terjadi pada layanan Mikrotrans. Dua rute, yakni JAK.04 (Grogol–Jembatan Dua) dan JAK.30 (Meruya–Citraland), untuk sementara tidak beroperasi karena banjir di jalur lintasan.
Rute JAK.85 (Bintara–Cipinang Indah) juga mengalami pemendekan perjalanan akibat genangan setinggi 25 hingga 35 sentimeter di Jalan Komplek Cipinang Indah II.
Beberapa rute Mikrotrans lainnya harus dialihkan, antara lain JAK.108 (Kramat Jati–Bambu Apus), JAK.37 (Cililitan–Condet), JAK.53 (Grogol–Pos Pengumben), JAK.71 (Kampung Rambutan–Pinang Ranti), JAK.75 (Kampung Pulo–Cililitan), JAK.78A (Benda–Penjaringan), serta JAK.93 (Jeruk Purut–Kebayoran Lama).
Penyesuaian juga terjadi pada layanan integrasi. Rute 1C (Blok M–Pesanggrahan) dialihkan karena genangan sekitar 50 sentimeter di Jalan Ciledug Raya.
Sementara itu, layanan Non-BRT rute 3E (Sentraland Cengkareng–Puri Kembangan) untuk sementara dihentikan operasinya akibat genangan air di Simpang Kapuk.
Pihak Transjakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Masyarakat juga diimbau untuk tetap berhati-hati dan memantau informasi terbaru mengenai layanan melalui aplikasi TJ: Transjakarta maupun kanal media sosial resmi Transjakarta.







