TANGERANG– Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Banten dan Tangerang selama Ramadan 1447 Hijriah. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat, angin kencang hingga gelombang tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, mengatakan potensi cuaca ekstrem tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga 10 Maret 2026.
Menurutnya, saat ini terpantau adanya Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia, tepatnya di selatan wilayah Banten–Jawa Barat. Bibit siklon tersebut memiliki peluang sedang hingga tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dan diperkirakan bergerak ke arah timur dalam 24 jam ke depan.
“Kondisi ini diperkuat oleh aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer Kelvin, gelombang frekuensi rendah serta labilitas lokal yang cukup kuat. Faktor-faktor ini mendukung proses konvektif sehingga meningkatkan peluang terjadinya cuaca signifikan dalam sepekan ke depan,” ujar Hartanto, Kamis (5/3/2026).
Selain potensi hujan lebat, BBMKG juga memprediksi angin kencang dengan kecepatan hingga 45 kilometer per jam yang berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Banten.
Keberadaan Bibit Siklon Tropis 90S juga diperkirakan memberi dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Banten hingga 8 Maret 2026. Masyarakat diminta mewaspadai potensi gelombang laut tinggi yang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Di sisi lain, fenomena fase bulan purnama yang terjadi pada 3 Maret 2026 juga berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Berdasarkan pemantauan data muka air laut dan prediksi pasang surut, banjir pesisir atau rob berpotensi terjadi pada periode 4 hingga 9 Maret 2026.
“BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah yang rawan bencana. Langkah antisipatif perlu dilakukan demi keselamatan,” kata Hartanto.
Ia juga mengingatkan masyarakat di Provinsi Banten agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan curah hujan hingga 10 Maret 2026. BBMKG memprakirakan beberapa fenomena atmosfer yang tengah aktif berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di sejumlah wilayah.
Potensi Hujan di Banten
Berdasarkan prakiraan BBMKG, pada 7 Maret 2026 hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, antara lain:
-
Kabupaten Tangerang bagian utara dan selatan
-
Kota Tangerang
-
Kota Tangerang Selatan
-
Kabupaten Serang bagian barat dan selatan
-
Kabupaten Pandeglang
-
Kabupaten Lebak bagian timur dan selatan
Sementara hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di:
-
Kabupaten Serang
-
Kota Serang
-
Kota Cilegon
-
Kabupaten Lebak bagian utara dan tengah
Adapun pada periode 8 hingga 10 Maret 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Pandeglang bagian barat dan selatan.
Prakiraan Cuaca Kota Tangerang
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, menyebutkan kondisi cuaca di Kota Tangerang diperkirakan mengalami perubahan dari awal hingga akhir pekan.
Memasuki Kamis hingga Minggu, intensitas hujan diprediksi mulai menurun dan cuaca cenderung didominasi kondisi berawan.
“Memasuki Kamis hingga Minggu, intensitas hujan diprediksi mulai menurun. Cuaca akan beralih menjadi dominan berawan,” kata Mahdiar.
Ia menjelaskan suhu udara selama periode tersebut diperkirakan berkisar antara 23 hingga 27 derajat Celsius sehingga terasa lebih sejuk.
Berikut prakiraan cuaca di Kota Tangerang:
Jumat, 6 Maret 2026
Berawan
Suhu 24–28 °C
Kelembapan 78–93%
Sabtu, 7 Maret 2026
Berawan
Suhu 23–27 °C
Kelembapan 78–95%
Minggu, 8 Maret 2026
Berawan
Suhu 23–30 °C
Kelembapan 69–95%
Mahdiar juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, seperti angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang.
“Masyarakat juga diminta memastikan saluran air di lingkungan masing-masing tidak tersumbat guna mengantisipasi genangan akibat hujan,” ujarnya.







