JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah konflik, menyusul memanasnya perang antara Israel dan Iran yang turut melibatkan Amerika Serikat.
Menurut Oleh Soleh, konflik bersenjata tersebut telah memasuki hari keenam dengan eskalasi yang terus meningkat. Kondisi ini dinilai semakin berbahaya bagi warga sipil, termasuk WNI yang masih berada di wilayah Iran.
Ia menekankan agar Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui perwakilan diplomatik segera mengambil langkah evakuasi untuk memastikan keselamatan para WNI.
“Perang Israel-AS melawan Iran sudah memasuki hari ke-6 dan skalanya semakin meluas serta memanas. Karena itu, Kementerian Luar Negeri melalui KBRI harus bergerak cepat melakukan langkah-langkah evakuasi bagi WNI, khususnya yang berada di Iran,” ujar Oleh Soleh kepada wartawan, Kamis, 5 Maret.
Berdasarkan laporan terbaru yang diterimanya, serangan militer disebut telah menjangkau sekitar 150 kota di Iran. Situasi tersebut dinilai sangat berisiko bagi keselamatan warga sipil, termasuk warga negara Indonesia yang masih berada di wilayah terdampak.
“Dengan serangan yang sudah menjangkau sekitar 150 kota di Iran, situasi ini tentu sangat membahayakan keselamatan WNI. Negara harus hadir untuk memastikan perlindungan maksimal bagi setiap warga negara,” katanya.
Oleh Soleh juga menilai bahwa proses evakuasi tidak selalu harus dilakukan dengan memulangkan seluruh WNI langsung ke Indonesia. Pemerintah, menurutnya, dapat mempertimbangkan opsi memindahkan mereka sementara ke negara tetangga yang relatif lebih aman dari dampak konflik.
“Evakuasi tidak harus selalu membawa pulang WNI ke Indonesia. Mereka bisa dipindahkan sementara ke negara tetangga Iran yang lebih aman. Kita juga harus memahami tidak semua WNI ingin langsung kembali ke Tanah Air,” jelasnya.
Ia menambahkan, jalur darat dapat menjadi pilihan paling realistis dalam proses evakuasi, mengingat kondisi ruang udara yang berpotensi tidak stabil di tengah konflik militer yang sedang berlangsung.
Menurutnya, salah satu jalur yang memungkinkan adalah melalui perbatasan menuju Azerbaijan sebelum melanjutkan perjalanan melalui jalur udara.
“Evakuasi lewat darat harus melalui jalur yang tepat agar tidak menjadi sasaran serangan. Jalur darat menuju Azerbaijan menjadi salah satu opsi yang paling realistis,” ujar legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat tersebut.
Selain itu, ia juga mengimbau para WNI yang berada di wilayah konflik untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Mereka diminta terus menjalin komunikasi dan mengikuti arahan dari perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri.







