JAKARTA – Sebanyak 49 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari langkah pembenahan menyeluruh terhadap sistem pelayanan program prioritas tersebut.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa keputusan suspend dilakukan untuk memastikan standar higienitas, keamanan pangan, serta kepatuhan terhadap prosedur operasional tetap terjaga. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari pengawasan rutin yang terus diperkuat.
Dari total 49 unit yang ditangguhkan, empat SPPG telah diizinkan kembali beroperasi setelah melalui evaluasi ketat dan dinyatakan memenuhi standar. Keempat unit tersebut berada di Provinsi Bengkulu, Kalimantan Selatan, dan Papua.
Dadan menuturkan, penghentian sementara diberlakukan apabila ditemukan ketidaksesuaian, baik dalam aspek operasional, kualitas bahan baku, maupun penerapan prosedur keamanan pangan. Selama masa suspend, pengelola diwajibkan melakukan perbaikan komprehensif sebelum kembali memberikan layanan kepada penerima manfaat program MBG.
Ia menegaskan, tujuan kebijakan ini bukan sekadar menghentikan operasional, melainkan memastikan kualitas dan keamanan layanan tetap menjadi prioritas utama. Jika seluruh ketentuan telah dipenuhi, SPPG dapat kembali beroperasi.
BGN juga memastikan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG akan terus diperketat guna meminimalkan potensi insiden serta menjaga kepercayaan publik terhadap program pemenuhan gizi nasional tersebut.
© 2022 TangselXpress.com