• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Senin, 16 Februari, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Pencegahan Perilaku Penyimpang pada YPMS Kedaung

PKM Unpam

Aenna Rahman by Aenna Rahman
Februari 10, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 6min read
Pencegahan Perilaku Penyimpang pada YPMS Kedaung
222
SHARES
2.8k
VIEWS

PERILAKU menyimpang berupa konsumsi alkohol merupakan salah satu permasalahan sosial yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan, moral, serta kehidupan sosial masyarakat, khususnya pada kalangan remaja dan generasi muda.

Yayasan Pembangunan Masyarakat Sejahtera (YPMS) Kedaung sebagai lembaga sosial memiliki peran strategis dalam upaya pembinaan dan pemberdayaan masyarakat agar terhindar dari perilaku menyimpang tersebut. Laporan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan sosialisasi pencegahan perilaku menyimpang (alkohol) yang dilakukan di lingkungan YPMS Kedaung, serta mengkaji efektivitas sosialisasi dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta mengenai bahaya konsumsi alkohol.

Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyampaian materi secara edukatif, diskusi interaktif, dan tanya jawab dengan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai dampak negatif alkohol terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan kehidupan sosial, serta pentingnya pengendalian diri dan dukungan lingkungan dalam mencegah perilaku menyimpang.

Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif yang berkelanjutan dalam membentuk perilaku positif dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di lingkungan YPMS Kedaung.

Perilaku menyimpang berupa konsumsi alkohol merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih sering dijumpai di berbagai lapisan masyarakat, termasuk pada lingkungan remaja dan pemuda. Konsumsi alkohol yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik dari aspek kesehatan fisik dan mental, sosial, maupun moral.

Dalam jangka panjang, perilaku ini berpotensi memicu tindakan menyimpang lainnya seperti kekerasan, pelanggaran norma sosial, menurunnya produktivitas, serta gangguan ketertiban lingkungan masyarakat.

Di lingkungan Yayasan Pembangunan Masyarakat Sejahtera (YPMS) Kedaung, masih terdapat keterbatasan pemahaman dan kesadaran sebagian anggota masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai bahaya dan risiko konsumsi alkohol.

Faktor-faktor seperti pengaruh pergaulan, kurangnya pengawasan keluarga, rendahnya pengetahuan tentang dampak alkohol, serta minimnya kegiatan edukatif dan preventif menjadi pemicu munculnya perilaku menyimpang tersebut. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan yang dimiliki masyarakat dengan perilaku yang ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, belum optimalnya program sosialisasi yang terstruktur dan berkelanjutan terkait pencegahan perilaku menyimpang menjadi permasalahan tersendiri. Upaya pencegahan sering kali bersifat insidental dan belum menyentuh aspek pembentukan sikap serta penguatan nilai-nilai sosial secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan suatu kegiatan sosialisasi yang sistematis, edukatif, dan partisipatif untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta komitmen masyarakat dalam mencegah perilaku menyimpang akibat konsumsi alkohol.

BACA JUGA :  Dari Laporan ke Algoritma: Bagaimana AI Mengubah Wajah Akuntansi

Berdasarkan kondisi tersebut, sosialisasi pencegahan perilaku menyimpang (alkohol) di YPMS Kedaung menjadi langkah strategis dan relevan sebagai upaya preventif. Kegiatan ini diharapkan mampu mengidentifikasi permasalahan yang ada, memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai dampak negatif alkohol, serta mendorong terbentuknya perilaku positif dan lingkungan sosial yang sehat dan kondusif.

Berdasarkan latar belakang dan analisis permasalahan yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dalam laporan kegiatan sosialisasi pencegahan perilaku menyimpang (alkohol) di Yayasan Pembangunan Masyarakat Sejahtera (YPMS) Kedaung adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana tingkat pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, di lingkungan YPMS Kedaung mengenai perilaku menyimpang dan dampak negatif konsumsi alkohol?
  2. Faktor-faktor apa saja yang mendorong terjadinya perilaku menyimpang berupa konsumsi alkohol di lingkungan YPMS Kedaung?
  3. Bagaimana pelaksanaan kegiatan sosialisasi pencegahan perilaku menyimpang (alkohol) di YPMS Kedaung?

Pengertian Perilaku Menyimpang

Perilaku menyimpang merupakan tindakan, sikap, atau pola perilaku individu maupun kelompok yang tidak sesuai dengan norma, nilai, dan aturan sosial yang berlaku dalam masyarakat. Menurut Soerjono Soekanto, perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sejalan dengan nilai dan norma sosial yang telah disepakati oleh masyarakat, sehingga dapat menimbulkan ketidakteraturan sosial. Perilaku menyimpang dapat muncul sebagai akibat dari proses sosialisasi yang tidak sempurna, lemahnya kontrol sosial, serta pengaruh lingkungan yang negatif.

Dalam konteks kehidupan sosial, perilaku menyimpang tidak hanya berdampak pada individu pelaku, tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas dan keharmonisan masyarakat. Oleh karena itu, perilaku menyimpang perlu mendapat perhatian serius melalui pendekatan preventif, edukatif, dan persuasif agar tidak berkembang menjadi masalah sosial yang lebih luas.

Alkohol sebagai Bentuk Perilaku Menyimpang

Alkohol merupakan zat adiktif yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan menimbulkan perubahan pada perilaku, emosi, serta kemampuan berpikir seseorang. Konsumsi alkohol yang tidak sesuai dengan norma sosial dan hukum yang berlaku dapat dikategorikan sebagai perilaku menyimpang. Dalam masyarakat Indonesia, konsumsi alkohol secara bebas, terutama di kalangan remaja dan generasi muda, sering kali bertentangan dengan norma agama, sosial, dan budaya.

Penyalahgunaan alkohol dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, seperti penurunan kesadaran, gangguan kesehatan fisik dan mental, serta meningkatnya risiko terjadinya tindakan kriminal dan kekerasan. Oleh karena itu, konsumsi alkohol yang tidak terkendali dipandang sebagai salah satu bentuk perilaku menyimpang yang perlu dicegah melalui edukasi dan pembinaan masyarakat.

BACA JUGA :  Tata Kelola Keuangan Bank Sampah Produsen Eco Enzyme di Tangerang Selatan

Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang (Alkohol)

Perilaku menyimpang berupa konsumsi alkohol dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya kontrol diri, kurangnya pengetahuan mengenai dampak alkohol, serta masalah psikologis seperti stres dan tekanan emosional. Individu yang memiliki kemampuan pengendalian diri yang lemah cenderung lebih mudah terpengaruh untuk mencoba dan mengonsumsi alkohol.

Sementara itu, faktor eksternal meliputi pengaruh lingkungan pergaulan, kurangnya pengawasan dari keluarga, serta minimnya kegiatan positif dan edukatif di lingkungan masyarakat. Lingkungan sosial yang permisif terhadap konsumsi alkohol dapat mendorong individu, khususnya remaja, untuk meniru perilaku tersebut. Selain itu, lemahnya kontrol sosial dan penegakan norma juga turut memperbesar peluang terjadinya perilaku menyimpang.

Dampak Konsumsi Alkohol terhadap Individu dan Masyarakat

Dampak konsumsi alkohol dapat dirasakan baik oleh individu maupun masyarakat secara luas. Bagi individu, konsumsi alkohol dapat menyebabkan gangguan kesehatan fisik seperti kerusakan hati, gangguan sistem saraf, serta penurunan daya tahan tubuh. Selain itu, alkohol juga berdampak pada kesehatan mental, seperti menurunnya kemampuan berpikir rasional, gangguan emosi, dan ketergantungan.

Bagi masyarakat, konsumsi alkohol dapat memicu meningkatnya konflik sosial, tindakan kriminal, serta menurunnya kualitas kehidupan sosial. Perilaku menyimpang akibat alkohol juga berpotensi merusak tatanan nilai dan norma yang berlaku, sehingga mengganggu ketertiban dan keamanan lingkungan. Oleh karena itu, pencegahan konsumsi alkohol menjadi tanggung jawab bersama antara individu, keluarga, lembaga sosial, dan masyarakat.

Sosialisasi sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Menyimpang

Sosialisasi merupakan proses penyampaian nilai, norma, dan pengetahuan kepada individu agar mampu berperilaku sesuai dengan harapan masyarakat. Dalam konteks pencegahan perilaku menyimpang, sosialisasi berperan sebagai upaya edukatif dan preventif untuk membentuk pemahaman, sikap, dan perilaku yang positif. Melalui kegiatan sosialisasi, individu diberikan informasi mengenai dampak negatif perilaku menyimpang serta pentingnya mematuhi norma sosial.

Kegiatan sosialisasi yang dilakukan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah perilaku menyimpang, khususnya konsumsi alkohol. Peran lembaga sosial seperti Yayasan Pembangunan Masyarakat Sejahtera (YPMS) Kedaung sangat penting dalam mendukung pelaksanaan sosialisasi sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pemberdayaan masyarakat.

BACA JUGA :  Seni, Kreativitas, dan Akuntansi: Terapi Ekspresif bagi Anak Yayasan Al Kamilah

Peran Lembaga Sosial dalam Pencegahan Perilaku Menyimpang

Lembaga sosial memiliki peran strategis dalam menjaga ketertiban sosial dan membentuk perilaku masyarakat yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. YPMS Kedaung sebagai lembaga sosial berfungsi sebagai wadah pembinaan, edukasi, dan pendampingan masyarakat, khususnya dalam menghadapi permasalahan sosial seperti perilaku menyimpang akibat konsumsi alkohol.

Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, YPMS Kedaung dapat melaksanakan program-program preventif dan edukatif yang berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi pencegahan perilaku menyimpang diharapkan mampu memperkuat peran lembaga sosial dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat, aman, dan berorientasi pada pembentukan karakter positif.

Kesimpulan dan Saran

Kegiatan sosialisasi pencegahan perilaku menyimpang akibat konsumsi alkohol di YPMS Kedaung terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai bahaya alkohol. Melalui tahapan identifikasi permasalahan, penyampaian materi edukatif, pendampingan persuasif, serta monitoring dan evaluasi, peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang konsep perilaku menyimpang, faktor penyebab, serta dampak negatif alkohol terhadap kesehatan dan kehidupan sosial. Selain itu, kegiatan ini berhasil menumbuhkan komitmen peserta untuk menjauhi perilaku menyimpang dan mendorong terciptanya lingkungan sosial yang lebih sehat.

Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan, terdapat beberapa rekomendasi strategis untuk penguatan program di masa mendatang. Pertama, aspek keberlanjutan menjadi kunci utama; sosialisasi ini sebaiknya tidak berhenti sebagai agenda tunggal, melainkan dilakukan secara periodik guna memastikan internalisasi nilai-nilai positif tetap terjaga dalam jangka panjang. Kedua, penguatan sinergi antara peran keluarga dan lembaga sosial seperti YPMS sangat krusial sebagai fondasi kontrol sosial yang efektif dalam meminimalisir risiko perilaku menyimpang di lingkungan remaja.

Selain itu, inovasi dalam metode penyampaian materi perlu ditingkatkan dengan memanfaatkan media edukasi digital, seperti infografis dan konten video kreatif, agar lebih relevan dengan karakteristik generasi muda saat ini. Terakhir, kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan institusi pendidikan, perguruan tinggi, serta pemerintah daerah diharapkan dapat memperluas jangkauan gerakan pencegahan ini, sehingga tercipta ketahanan sosial yang lebih luas dan terintegrasi di tengah masyarakat.

 

Penulis:

Dhabit Ahmad Zulmajid

Muhamad Taufiq

Siti Umi Fajriyah 

Dosen Pebimbing: Muhammad Gandum, S.E.,M.M.

Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang

Tags: Pencegahan Perilaku PenyimpangPKM Unpam
Previous Post

Dukung Visi Prabowo, APINDO Siap Dorong Industrialisasi Nasional

Next Post

Melongok Keseriusan Gubernur Banten Andra Soni Perkuat Industri Media

Related Posts

Kepemimpinan Visioner dan Kinerja Dosen Solid, Prodi Manajemen UNPAM Raih 9 Penghargaan
PENDIDIKAN

Kepemimpinan Visioner dan Kinerja Dosen Solid, Prodi Manajemen UNPAM Raih 9 Penghargaan

Februari 16, 2026
2.4k
Pajak Bukan Hanya Urusan Orang Dewasa: Mengenal Peran Pajak dalam Kehidupan Sehari-hari
DUNIA KAMPUS

Pajak Bukan Hanya Urusan Orang Dewasa: Mengenal Peran Pajak dalam Kehidupan Sehari-hari

Februari 10, 2026
2.3k
PKM Universitas Pamulang: Simulasi Produksi dan Pemasaran Produk Kreatif sebagai Edukasi Ekonomi bagi Siswa SMP
DUNIA KAMPUS

PKM Universitas Pamulang: Simulasi Produksi dan Pemasaran Produk Kreatif sebagai Edukasi Ekonomi bagi Siswa SMP

Februari 9, 2026
2.3k
Tanamkan Karakter Cerdas Finansial Sejak Dini
DUNIA KAMPUS

Tanamkan Karakter Cerdas Finansial Sejak Dini

Februari 9, 2026
2.5k
Dari Hiburan ke Literasi: PKM sebagai Upaya Membangun Pola Pikir Wirausaha Digital Generasi Alpha
DUNIA KAMPUS

Dari Hiburan ke Literasi: PKM sebagai Upaya Membangun Pola Pikir Wirausaha Digital Generasi Alpha

Februari 8, 2026
2.4k
Mahasiswa Universitas Pamulang Edukasi Siswa SMP tentang Pemanfaatan AI Secara Bijak
DUNIA KAMPUS

Mahasiswa Universitas Pamulang Edukasi Siswa SMP tentang Pemanfaatan AI Secara Bijak

Februari 7, 2026
2.4k
Next Post
Melongok Keseriusan Gubernur Banten Andra Soni Perkuat Industri Media

Melongok Keseriusan Gubernur Banten Andra Soni Perkuat Industri Media

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN

© 2022 TangselXpress.com