TANGERANG – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, kawasan Pasar Lama Kota Tangerang dipenuhi warga keturunan Tionghoa yang berburu aneka hiasan dan perlengkapan khas Imlek. Sejak pagi, deretan lapak yang menjual dekorasi bernuansa merah dan emas tampak dipadati pembeli.
Salah satu pengunjung, Tasya, mengaku selalu menyempatkan diri datang ke Pasar Lama setiap tahun untuk membeli kebutuhan dekorasi Imlek di rumahnya. Menurutnya, meski jenis hiasan yang dibeli cenderung serupa dari tahun ke tahun, selalu ada penyesuaian dengan shio yang sedang berlangsung.
“Hiasannya standar seperti lampion, angpao, dan dekorasi lain. Tapi biasanya tiap tahun ditambah sesuai shio. Tahun ini shio kuda, jadi cari juga yang ada unsur kudanya,” ujar Tasya di Pasar Lama, dikutip dari http://beritasatu.com Minggu, 8 Februari 2026.
Selain perlengkapan dekorasi, Tasya juga membeli angpao yang nantinya akan dibagikan kepada keluarga besar saat perayaan Imlek. Ia berharap momentum tahun baru ini membawa hal-hal baik bagi seluruh anggota keluarga.
“Biasanya beli satu sampai dua pak angpao untuk saudara, keponakan, orang tua, dan keluarga lainnya. Harapannya tentu kesehatan, rezeki, dan kesuksesan yang lebih baik dari tahun lalu,” katanya.
Di sisi pedagang, suasana ramai ini membawa angin segar. Muhammad, salah satu penjual pernak-pernik Imlek, mengatakan peningkatan jumlah pembeli mulai terasa seiring semakin dekatnya hari perayaan.
“Kalau masih jauh dari Imlek, pembeli belum ramai. Tapi kalau sudah dekat, hampir semua perlengkapan dicari. Bahkan banyak juga pembeli dari perkantoran. Penjualan bisa naik sampai 70 persen,” ungkap Muhammad.
Ia menambahkan, berbagai jenis dekorasi tersedia di lapaknya, mulai dari lampion gantung, rumbai hias, tempelan dekoratif, hingga angpao dengan beragam motif keberuntungan. Menurutnya, barang-barang kecil seperti angpao dan tempelan masih menjadi favorit pembeli.
“Yang paling laris itu angpao, lampion, sama tempelan dekorasi. Biasanya buat hias rumah dan dibagikan ke anak-anak,” tambahnya.
Keramaian Pasar Lama diperkirakan akan terus meningkat hingga puncak perayaan Imlek, sekaligus memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi para pedagang di kawasan tersebut.







