NGADA – Bupati Ngada Raymundus Bena membantah keras kabar yang mengaitkan kematian tragis YB, seorang siswa sekolah dasar, dengan alasan tidak dibelikan buku tulis dan pulpen. Ia menegaskan informasi tersebut tidak sesuai fakta.
“Perlu saya tegaskan, informasi itu tidak tepat. Motif bunuh diri bukan karena buku atau pulpen,” kata Raymundus saat konferensi pers di Rumah Jabatan Bupati Ngada, dikutip Kamis malam, 5 Februari 2026.
Raymundus menyampaikan pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menelusuri sumber penyebaran informasi keliru tersebut. Ia menilai narasi yang tidak akurat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memperburuk situasi.
Menurutnya, peristiwa ini merupakan persoalan kemanusiaan yang bersifat luar biasa. Pemerintah Kabupaten Ngada menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh dalam penanganan kasus tersebut, termasuk menyiapkan langkah-langkah strategis guna mencegah kejadian serupa terulang.
Sejak tragedi itu terjadi, sekretaris daerah bersama dinas terkait dan pemerintah Desa Naruwolo langsung mendatangi lokasi untuk menemui keluarga korban serta melakukan penelusuran data kependudukan.
Berdasarkan hasil pemantauan tim internal, Raymundus menjelaskan bahwa keputusan korban dipengaruhi oleh kondisi ekonomi keluarga yang berada dalam kategori kemiskinan ekstrem, serta minimnya perhatian dari orang tua. Ia juga mengungkapkan bahwa ibu korban belum melakukan mutasi data kependudukan meskipun telah diimbau oleh pemerintah.
“Faktor dominan adalah kemiskinan ekstrem dan kurangnya perhatian orang tua,” ujarnya.
Raymundus turut membantah anggapan bahwa keluarga korban tidak pernah menerima bantuan pemerintah. Ia menjelaskan ibu korban sebelumnya menerima bantuan ternak dari pemerintah desa, sementara nenek korban mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) sejak 2023 hingga 2025, serta kepesertaan BPJS Kesehatan.
Selain itu, keluarga korban juga diketahui memiliki utang koperasi mingguan sebesar Rp8 juta dengan kewajiban cicilan Rp130 ribu per minggu.
Bupati Ngada menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya belum mengunjungi rumah duka. Seluruh langkah pemerintah, kata dia, difokuskan pada pendampingan keluarga korban serta upaya pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.







