JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap kasus meninggalnya seorang anak berusia 10 tahun asal Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut diduga mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli perlengkapan sekolah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden telah meminta jajarannya untuk segera berkoordinasi guna mengantisipasi agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Pernyataan tersebut disampaikan Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Rabu, 4 Februari.
Menurut Prasetyo, Presiden meminta langkah konkret dan penanganan serius dari kementerian dan lembaga terkait. Koordinasi telah dilakukan dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Sosial untuk menindaklanjuti kasus tersebut, khususnya dalam memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
Pemerintah juga menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pengentasan kemiskinan yang selama ini dijalankan. Prasetyo menegaskan, upaya percepatan pengurangan angka kemiskinan terus dilakukan agar tidak ada lagi masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Ia menilai, peran aktif pemerintah di tingkat desa dan kelurahan sangat penting untuk memastikan kehadiran negara bagi masyarakat rentan. Kepala desa diharapkan dapat memantau secara langsung kondisi warganya, terutama kelompok yang belum tersentuh bantuan sosial.
Prasetyo menekankan bahwa intervensi pemerintah harus benar-benar menjangkau lapisan masyarakat paling bawah. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap kejadian tragis serupa tidak terulang di masa mendatang.







